Skip to main content

Boediono: Pancasila Tidak Dikarang-karang

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Boediono mengatakan bahwa pemikiran Bung Karno soal Pancasila tidak diambil dari buku ataupun dikarang-karang namun merupakan pengalaman sejarah bangsa Indonesia.
"Pemikiran Bung Karno terkait Pancasila tidak diambil dari buku manapun, atau dikarang-karang tapi digali dari pengalaman bertahun-tahun bangsa Indonesia seperti yang dialami Bung Karno sendiri," kata Wapres Boediono pada peringatan pidato Bung Karno di Senayan Jakarta, Jumat.
Peringatan pidato Bung Karno yang digagas MPR tersebut menghadirkan pembicara Ketua Umum PBNU Said Agil Sirad, Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua PGI Andreas, dan Ketua KWI Simon P Situmorang.
Acara tersebut selain dihadiri Wapres Boediono serta Ny Herawati, juga dihadiri antara lain; Wakil Ketua MPR Melani Suharli, Lukman Hakim Syaifuddin, Hajriyanto Y Thohari, Ahmad Farhan. Hadir pula Presiden ke III BJ Habibie, Presiden ke V Megawati, Wapres ke VI 1993-1998 Try Sutrisno, Wapres ke IX 2001-2004 Hamzah Haz, Wapres ke X 2004-2009 M Jusuf Kalla.
Lebih lanjut Wapres menjelaskan bahwa Bung Karno yakin dengan toleransi, kebersamaan dan gotong royong itu bangsa Indonesia akan tetap bersatu. Dan karena itulah Bung Karno merumuskannya dalam Pancasila.
"Kita kadang mensakralkan Pancasila, padahal mensakralkan Pancasila justru membuat kita terpisah dari nilai-bilai Pancasila," kata Boediono.
Menurut Wapres pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 lalu sebenarnya merupakan kearifan dalam melihat perjalanan bangsa. Boediono juga mengakui dan menyadari bahwa ikhtiar merawat kebangsaan itu tidak mudah.
Boediono juga mengungkapkan bahwa setiap perubahan pasti akan menimbulkan kekurangan dan cacat baru. Hal itu tambahnya harus diakui. Reformasi, tambahnya masih sisakan berbagai persoalan, korupsi, konflik, demokrasi yg harus ditingkatkan, kebebasan pers yang terbebas dari intimidasi dan kekerasan.
"Bung Karno katakan dalam perbedaan-perbedaan di antara kita, kita harus cari modus bersama. Modus bersama itu; kebangsaan kita," kata Boediono.
Menurut Boediono terkikisnya rasa kebangsaan karena munculnya egoisme sempit. Karena itu tambahnya egoisme sempit harus dilawan. Baik itu egoisme agama, suku, kekuasaan dan lainnya. (tp)

Sumber

Comments

Popular posts from this blog

Sering Kesal dengan Wajan yang Lengket? Inilah Solusinya!

Masalah di dapur biasanya selalu dirasakan oleh para pemula yang baru belajar memasak. Tetapi khusus masalah yang satu ini, orang yang sudah mahir memasak juga kerap mengalaminya. Masalah itu tak lain adalah wajan yang lengket. Segera dapatkan wajan berkualitas sesuai kebutuhan di MatahariMall. Keunggulan belanja online di MatahariMall bukan hanya dari segi harga terjangkau saja, tetapi juga kemudahan akses situs yang serba cepat dan praktis. Agar wajan kesayangan tidak lengket ketika digunakan, coba praktikkan beberapa tips ini, yuk.


Perawatan Pertama untuk Wajan Anti Lengket Wajan anti lengket yang baru dibeli harus dirawat dengan perawatan pertama yang tepat. Didihkan air pada wajan tersebut kemudian bubuhkan sedikit cuka. Diamkan sesaat sebelum mematikan kompor. Selanjutnya, wajan yang sudah dingin bisa dicuci seperti biasa dan siap untuk digunakan.
Ketika Membalikkan Makanan Usahakan untuk membalikkan makanan ketika teksturnya sudah kering ya, teman-teman. Ketika menggoreng daging, ik…

Contoh Paper Nilai - Nilai Pancasila Terhadap Tuhan YME

Hai guys, Miss Purple beberapa hari ini di pusingkan dengan tugas makalah dan paper.. bingung ga au apa beda paper sama makalah -___-.. duaduanya sama sama membingungkan.. bisa nyari ngeNet ga masalah sih.. tapi meski dari buku ┌(_o_)┐ sesuatu banget~~ tapi untuk yang satu ini untungnya Miss Purple ga mesti dari buku nyarinya.. Yukk Capcus liat karya yang ga seberapa ini :D




KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga Kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam kehidupan sehari-hari bermasyarakat.
Harapan Kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca dan pendengar persentase Kami, sehingga Kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini, dan untuk kedepannya dapat lebih baik lagi.

Makalah ini Kami akui m…

Fakta Tentang Member BTOB

selamat sore reader, hari ini admin mau membahas tentang BTOB lagi, yaph! bagi para melody mendengar semua tentang BTOB pastilah hal yang sangat di tunggu. yuk mari baca beberapa fakta dari BTOB.


BTOB live debut pada tanggal 22 Maret 2012 di M! CountdownPada tanggal 22 Maret 2012 juga BTOB meluncurkan  2 debut lagu berjudul Insane dan Imagine.BtoB memiliki 4 vokalis (Sungjae, Changsub, Hyunsik, Eunkwang) dan 3 rapper (Minhyuk, Ilhoon dan Peniel)Peniel lahir di Chicago dan pindah ke Korea selama kurang lebih dua tahun dari sekarang (2012).BTOB dikenal untuk menjadi baik dalam harmonisasi.Peniel dulu adalah peserta training di JYPE dan kemudian ditransfer ke CUBE pada tahun 2011.Member BTOB bisa berbahasa Inggris dan Mandarin dengan lancar.Minhyuk pandai dalam akrobatik.Changsub bisa memainkan drum.Peniel dan HyunSik bisa bermain gitar.Hyunsik adalah anak laki-laki dari penyanyi Im Ji Hoon.Sungjae belajar di Cebu, Filipina.Peniel muncul di MV San-E “맛좋은 산” sebelum ia memulai debutnya di …