Haruskah Dilanjutkan Jika Pacar Sering Kasar?

Solusi Punya pacar kasar



Cinta adalah kelembutan yang menyembuhkan. Tidak ada kekasaran yang mengatasnamakan cinta. Apabila saat pacaran yang penuh cinta saja sudah  berlaku kasar, bagaimana nanti saat sudah bertahun-tahun menikah ketika cinta yang panas membara sudah menjadi hangat adanya?

Tapi mudah-mudahan kedamaian cinta bisa menenangkan pacar Esa. Coba hadapi dia dengan penuh kelembutan. Saat dia marah, tenangkan perasaan dan lembutkan perkataan Esa, tentunya dengan harapan dia menjadi sadar akan kekasarannya dan kemudian berubah menjadi lebih damai dan tenang.

Lalu bagaimana dengan kebiasaannya yang meminta maaf setelah berlaku kasar? Banyak orang yang berubah menjadi baik karena rasa bersalah, lalu kembali menjadi tidak baik ketika rasa tersebut hilang. Padahal semakin baik kita, semakin sedikit kesalahan yang kita perbuat. Jadi bukan menjadi baik karena rasa bersalah.

Memang baik apabila dia sadar dan meminta maaf atas kesalahannya, tapi pengulangan kesalahan yang berkali-kali harusnya membuat Esa semakin tahu akan sifat dia yang sebenarnya. Ingat, cinta itu saling menghormati, sedangkan perlakuan kasar adalah perlakuan paling dasar dari ketidakhormatan terhadap seseorang.

Semoga dengan semua kelembutan yang Esa berikan, sifatnya bisa berubah. Tapi kalau tidak, perpisahan sementara bisa menjadi alternatif jalan keluar. Setidaknya untuk saling mengingatkan, agar lebih menghargai kebersamaan.

Mudah-mudahan setelah berbicara dengan tenang, Pacar Esa bisa lebih dewasa dan bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dia lakukan. Lalu kelembutan bisa hadir bersama cinta yang tidak lagi membingungkan.

No comments:

Post a Comment

Bijaklah dalam berkomentar di sosial media :)