Xavi Pengumpan yang Rendah Hati

Selamat pagi reader :) kembali lagi di hari minggu yang awalnya mendung dan suasana yang dingin dan tiba tiba siangnya langsung cerah terang-benderang.. alhamdulillah.. hahaha, Miss Purple pagi ini mau membahas tentang Pemain Bola.. siapakah yang akan kita bahas di pagi hari ini ?? yuk mari simak info selengkapnya..

Miss Purple Life


"Aku tidak kuat, tidak cepat, keahlianku juga biasa saja dan aku cuma pemain bola jalanan," kata pemain Spanyol Xavi Hernandez, pemain sepak bola paling cerdas dan paling sering dibicarakan selama beberapa tahun terakhir. "Tanpa kekompakan tim, tanpa ruang gerak, aku bukan siapa-siapa," imbuhnya.

Xavi memang rendah hati, meski tak ada yang meragukan kualitasnya sebagai jenderal lapangan tengah. Dia tahu kemampuannya: mengontrol tempo permainan, mengoper bola dengan ketepatan yang luar biasa dan bisa membuka ruang untuk rekannya yang lain.

Dia melakukan semua itu lebih baik dari siapa pun. Dia memimpin tim yang mendominasi sepak bola Eropa dan dunia. Xavi adalah dibillang salah satu produk dari sistem total football Belanda yang ditanamkan di Barcelona oleh Johann Cruyff.

"Kami hidup di masa sekarang, tapi Xavi hidup untuk masa depan," ujar pemain bertahan Brasil Dani Alves ketika ditanya mengenai rekan satu timnya itu. "Itulah yang dia lakukan. Dia menunjukkan, pemain dengan badan kecil dan pintar bisa bermain sangat bagus," lanjutnya.

Josep Guardiola adalah pemain terbaik yang mengusung paham Cruyff sampai kemudian Xavi datang. "Dia adalah orang yang akan membuatku pensiun," kata Guardiola setelah melihat permainan Xavi yang saat itu masih muda.

Buku yang ditulis oleh wartawan olahraga Artur Hopcroft, yang berjudul “The Total Football Man” mengatakan bahwa permainan Xavi banyak terpengaruh oleh gaya Belanda.

Xavi tumbuh menjadi pengumpan terbaik sejak Platini datang dan mengubah posisinya pada 2007 di bawah arahan Frank Rijkaard. Pelatihnya menyarankan dirinya untuk maju ke depan 20 meter pada pertandingan dan dia akan membuat perubahan.

Dia menggunakan kreativitasnya, visinya dan fleksibilitasnya. Bersama Yaya Toure, Seydou Keita atau Sergio Busquets di belakang, Xavi menyumbangkan 13 gol liga pada musim 2007-2008 dan 2008-2009. Pada dua musim sebelumnya dia menyumbangkan total tiga gol.

"Orang-orang awalnya tidak melihat permainanku secara keseluruhan, lalu aku mulai mencetak gol," ujar Xavi ketika saya mewawancarainya pada akhir 2009, ketika Barcelona menyabet enam piala pada semua turnamen yang mereka ikuti.

Wawancara itu seharusnya berlangsung selama 15 menit, tapi wawancara itu berlangsung menjadi 45 menit saat dirinya ingin terus membicarakan sepak bola, menanyakan pertanyaan tentang sepak bola Inggris untuk mengisi kekosongannya.

Dia juga mengatakan bahwa dirinya sangat senang menonton permainan Matt Le Tissier. Le Tissier sangat tersanjung dan dia memperlihatkan tanggapan Xavi yang ditulis di majalah itu kepada teman-temannya dan kemudian membuat kaus yang bertuliskan “Xavi loves me”.

Xavi memenangkan banyak pertandingan dengan klub dan tim nasional, tapi itu tidak membuat semangatnya meredup untuk terus bermain bagus.

Dia adalah tipe orang yang mengatakan sesuatu secara langsung tanpa membutuhkan humas, agen atau penasihat karena dia tidak butuh pendapatnya ditambah-tambahi. Dia bukan tipe orang yang blak-blakan, tapi apabila dia memiliki pendapat dia tidak akan menahannya.

Dia bermain sebanyak 690 kali untuk Barcelona dan menyuguhkan penampilan cerdik dan mungkin bisa bertambah hingga 700 atau 800 pertandingan.

Sumber - http://id.olahraga.yahoo.com/blogs/arena/xavi-pengumpan-terbaik-yang-rendah-hati-20120627.html

No comments:

Post a Comment

Bijaklah dalam berkomentar di sosial media :)