Kamis malam atau biasa dibilang malam jum'at. Sore itu anak kelas kami ikutan acaranya Porma (Pekan Oleh Raga Mahasiswa) di Kampus STMIK-AMIK RIAU, ya itu kampus dimana Saya sedang mencari gelar, eh? ilmu maksudnya. Yang awalnya mulai dengan tenang, baru mulai beberapa menit suasanya berubah menjadi mencekam. Dimana panitianya ahh sudahlah jangan bahas. Kembali ke cerita awal, Kamis malam Saya, Dian dan Imel pergi ke sebuah Mall yang lumayan, ya lumayan lah.. awalnya emang nggak tahu mau kemana dan tiba-tiba Saya terpfikir untuk nge-Ice Cream bareng mereka-mereka ini. "Jadi kemana ni arah dan tujuan?", "Nggak tahu, jalan aja dulu" sambut Dian. Lama berjalan lalu, "Nge-Ice Cream aja, how?" saya melanjutkan. Dan mereka setuju dan langsung saja kami kebut kendaraam menuju lokasi.




Di lokasi kami juga sempat narsisan bareng Imel a.k.a Watik (panggilan kesayangan) sementara Dian a.k.a karambiah (panggilan kesayangan) mengantri, mhuahahah :D teman macam apa kami.. setelah selesai, dan tiba-tiba ada niat untuk koro-koro (karaoke-an). Dan suasana hening beberapa detik dimulai ketika kami diantarkan keruangan tempat karaoke. It's show time~~ show your voice lads. mhuahahaha, segala jenis suara terdengar di penjuru ruangan, tanpa pandang sana sini lagi kami mah bodo amat, bernyayi dengan sesuka hati. Dan tak lupa dengan gaya yang sesuai dengan lagu, segala jenis lagu kami pilih, ada lagu lawas, lagu dangdut, lagu ga jelas juga ada, lagu galau apalagi. Suara tawa pun tak bisa di tahan.

Dan tibalah saatnya, akhir lagu menandakan waktu sudah habis. kami ingin keluar dari ruangan, dan apa yang terjadi pemirsaaaa!! kami terkurung ! ya kami terkurung -_- dan sekali lagi Saya katakan, KAMI TERKURUNG!! insiden ini Saya bingung mau marah,takut, lucu, unik ntah bagaimana, yang pastinya tidak ada raut cemas dimuka kami, yang ada suara tawa dan geli karena terkurung. Pintuinya tidak  bisa di buka, dan dari dalam kami teriak seperti tarzan, apalagi Dian dan Imel, "Tolonggg~~, kami terkurung!!" suara ini terdengar ribuan kali diiringi tawa geli kami. Kami berusaha membuka, da mendorong pintu serta mencoba menganggkatnya, tapi usaha kami sia-sia dan sekali lagi kami teriak "Help, kami terkurung, tolong kami terkurung, abanggg adek terkurung, keluarkan kami dari sini" suara histeris nggak jelas keluar dari mulut 3 orang wanita freak. -_- dan beberapa abad kemudian pintu dibukain sama si Abang penjaga di bagian kasirnya tadi.  hoalah, akhirnya bisa keluar dan menghirup angin bebas lagi. Yaa, ntah mengapa malam ini begitu aneh :|

Semua tawa terlepas hingga kami berpisah menuju rumah masing-masing. Dan dalam BBM pun kami masih sempat mengulas cerita ini, bahkan esoknya di kelas kai juga masih heboh masalah ini..
Lama tak menulis, tapi tiap hari berfikir untuk menulis untuk ngeBlog kembali. Tapi terhambat dengan kata "Besoklah".. inilah yang Saya alami.. uwuwuwuwu :| kata besoklah membunuh mood Saya untuk melakukan sesuatu. Dan akhirnya malam ini Saya berhasil mengusir kata itu dari fikiran Saya. Banyak hal yang ingin Saya tuangkan disini, tapi hanya tinggal sebuah rencana setelah kata "Besoklah" muncul.

Efek paling buruk dari kata "Besoklah" adalah, Anda bermalasan tanpa mengingat waktu dan akan ingat sesuatu pada saat yang sudah mepet. Misalnya, tugas kuliah, ya memang sih The Power of Kepepet selalu berhasil. Tapi semuanya menjadi serba terburu-buru.

Dalam bekerja juga akan muncul "Besoklah", maka Anda akan di hajar oleh Deadline yang mana benar-benar membunuh Anda.

Coba hilangkan kata "Besoklah", memang kata-kata memalaskan ini tidak bisa di hindari bahkan untuk seseorang yang rajin sekalipun kalau sudah terlintas kata "Besoklah" pasti juga bakal terpedaya oleh kata-kata itu.

Saya korban dari keganasan kata "Besoklah" dengan bukti dari banyaknya deadline yang ada, dari tumpukan tugas kuliah dan tugas kantor. FYI, kerja sambil kuliah memang membingungkan sekaligus menggalaukan. Tapi untung saja tidak ada kata "Besoklah" untuk sebuah rencana masuk perguruan tinggi. kalau Saya tergoda maka saya tidak akan kuliah sampai tua.

Bagaimana cara menghilangkan kata "Besoklah" ? Saya juga nggak tahu bagaimana caranya, setidaknya perbanyak mood Anda, jika si "Besoklah" muncul lagi di fikiran Anda, banyak berdoa dan tetaplah lakukan pekerjaan yang seharusnya Anda lakukan, atau perbaiki mood Anda, dengan dengar musik misalnya, atau shalat bagi yang muslim biasanya ini lebih ampuh. dan sejauh ini itu menurut Saya.. dan sekian :)