Acara diadakan pada tanggal 23 Juli 2014. Acara bertempat di Sanobar Cafe yang berada di Jl. Angkasa. Bisa masuk dari Jl. Riau bisa juga masuk dari arah Jl. Lili dan masih banyak jalan menuju Jl. Angkasa. Lokasi nggak jauh dari V-Design, kantornya Mbak Wid. Bukanya nggak hanya sama Mbak Wid, masih ada dua orang teman SMP Mbak Wid. Kak Cece dan Kak Nana.

Aku coba mengakrabkan diri dengan mereka, ya modal Say hy, Say Hello. Hihihi.. Seharusnya Cica ada bersama kami malam itu. Tapi karena Cica sedang ada acara lain, jadi nggak bisa. Huhu

Malam itu, Aku sama Mbak Wid bener-bener Wisata kuliner. Setelah dari Sanobar, Langsung ke Mall Ciputra Seraya yang berada di Jl. Riau.
Di Sanobar Cafe, Aku, Mbak Wid, Kak Nana dan Kak Cece pesan Ramen Special super Hot! alias super pedas. Minumnya banyak pilihan dan ada yang pilih Teh rasa Mint,  Nuttela apa gitu lupa, Aku pesan Strawbery Shake, dan ada Ice tea. Makanan dan minuman berlebih masing-masing satu karena aturannya pacar Mbak Wid ikutan, karena oh karena yang ikutan para wanita si bebebnya Mbak Wid batal ikut.

ada accoustic-an nyaah


Pohon Sanobar

Sanobar diambil dari Nama Pohon

Sanobar berasal dari nama Pohon. Pohon sanobar adalah pohon yang selalu hijau sepanjang masa meskipun pohon ini tumbuh ditengan padang gurun yang gersang. Kayu dari pohon sanobar dapat digunakan untuk membuat alat musik, geladak kapal, lantai rumah, bangunan rumah, dan pada zaman dahulu digunakan untuk membangun istana Raja-raja. Burung Ranggung membuat sarangnya didalam pohon ini.

Pohon sanobar memiliki kilit kayu yang licin dan menghasilkan buah kerucut yang panjangnya mencapai 13-15 cm. Tinggi dari pohon sanobar dapat mencapai hingga 3000 cm.


Ramen Special - Hot

Minumannya Mbak Wid dua 2 gelas Teh, dan Minuman Aku Milkshake Strawberry


Rainbow Rice nyumii

Sanopau atau Bakpau

Sanopau isi Greentea

Sanobar pounya enak banget, gemesin makannya. renyah diluar dan lembut didalam. Empuk-empuk gitu.

Nah, lanjut ke Mall Ciputra Seraya nyari Shihlin. Shihlin adalah makanan dari daging ayam yang digoreng menggunakan tepung, lalu dikasi bumbu bubuk gitu. Aku pesan varian rasa Barbeque super pedas. Dan itu rasanya emang pedas sekalee. Datu bungkusnya seharga Rp 32.000 bisa didapatkan di Foodcourtnya Mall Ciputra.


Shihlin


Story of Shihlin


Penasaran sama sejarahnya kenapa bisa ada Shihlin ini? Ini makanan berasal dari Taiwan sih katanya. Mbak Wid bilang kalau makan ini kita berasa berada di korea gitu. Mungkin ini masih temenan sama kue beras yang sering muncul di Drama Korea kali ya. Iyain aja.

Shihlin

Shihlin bentuknya seperti nugget yaaa :D tapi seru, pedas pedas huhui gitu..

Red Bean Ice
Nah, setelah dapet Shihlin, Langsung cuss ke East Evenue kalau nggak salah sih itu namanya. Posisinya berada masih di kawasan Mall Ciputra, berada tepat di MR. Pancake. Kami pesan Red bean Ice. Seru banget kuliner malam ini dan PUECAHH!! Nggak tahu ini harganya berapaan :3 Mbak Wid yang bayarin.Heheuu

Dan perjuangan dimulai pada saat pulang dari Mall Ciputra ini, Iya, ngantri parkirannya. Extrim banget, karena ngatrinya tepat di penurunan lagi. Yaa salam :| Tapi overall keren banget ngeceng malam ini, Bigthanks Mbak Widdd.. :D




Acara ini khusus diadakan untuk kami para penghuni kelas Tujuh Sembilan. Acara dihadiri oleh, Aku, Tari atau Makwok, Dian, Nessa, Widya, Pinkan, Nova, Mentari, Kartika, Arif, Fudli, Yogi, dan Ryan. Yang lain pada berhalangan dan ada juga yang nggak ada kabarnya.

Acara diadakan pada tanggal 24 Juli 2014. Acara ini bertempat di Garasi Cafe Jl. Marsan, Panam. Aku agak telat datang karena lagi lembur jadi wanita yang sebenarnya dirumah. Cuci baju dan setrika. Ternyata Pinkan juga telat, tapi masih ada yang lebih telat, Yogi.

Acara mulai mencair ketika Nova memulai percakapan. Secara nova sebagai kompor yang menghangatkan suasana acara reuni kali ini. Nova juga yang jadi man of the match atau apalah itu. Terimakasih manteman :)

Acara ini emang cuma sekali setahun, jadi mesti datang. huhuhu emang seru bingit. Setelah selesai dan bersenda gurau di Garasi Cafe, kami langsung melaju ke Rumah Juice yang berada di Jl. Delima, Panam. Acara puncak berada disini, karena semua kehebohan mencair disini. Suara hahahihi dan kenanngan masa SMP itu emang nggak bisa dilupakan ataupu di skip dari kehidupan. Ada aja yang buat lucu dan ketawa geli karenanya. Pokoknya, malam reunian itu PUUECAHH!!

at Rumah Juice

at Garasi Cafe

at Rumah Juice

at Garasi Cafe

at Rumah Juice

at Rumah Juice


Part 1


Buka puasa bersama tahap pertama ini dihadiri oleh beberapa orang saja. Hanya ada Lodia, Ayu, Nia, Aku, Baginda, Agra, Fajar, dan Iklal. Memang sih bukan teman satu jurusan, tapi tahap satu ini semua merangkap. Lumayan ramai. Ditambah dengan suara Fajar yang menggelegar, seketika keheningan buyar diterpa suara Fajar. Meet-Up tanpa foto bersama itu nggak seru kan. Yuk, diintip fotonya. Mhuehehe

Acara diadakan pada tanggal 22 Juli 2014 di Lick Late Cafe yang berada di Jl. Arifin Ahmad.

Foto bermodalkan tongsis :3
Foto bermodalkan tongsis

Minta fotoin sama Mas-mas Pramusaji

Part II

Nah, acara pada bagian kedua ini agak rancu. Dimana hanya Aku yang menjadi wanita disana. Karena semua warga yang hadir adalah para pria. Dikelas pada jurusan Tekhnologi Informatika ini cewenya memang sedikit. Dari 30 siswa lebih didominasi dengan cowok dengan jumlah 22 orang dan 8 orang wanita.
Acara diadakan di 838 Kopitiam yang berada di Jl. Juanda. Lokasinya nggak jauh dari lokasi tempat Aku bekerja. Tinggal ngesot aja nyampe. Acara diadakan tanggal 25 Juli 2014.

Acara memang mepet karena teman-teman baru pulang dari Kerja Kuliah Nyata.

Para wanita seperti Ayu, Lodia dan juga Nia nggak datang, karena suatu alasan. Dan yang lain nggak tahu.

Pada reunian kali ini, Aku sempat ikut main kartu. Bukan, ini bukan main judi. Tapi main kartu unyu yang bernama "UNO" sialnya Aku selalu lupa untuk mengucapkan "uno" pada saat kartu yang Aku pegang tinggal satu. Selalu lupa! Dan karena yang mai rame, selalu ada dendam kalau sampai ambil kartu empat kali bahkan lebih :| bangga banget bisa buat lawan ngambil kartu langsung Enam Belas biji :\

Acara ini dihadiri oleh, Aku tentunya, ada Mas Trik, Reno, Gaga, Baginda, Noe, Ikmal, Gaga, Lukman, Bismil, Sapi-i, dan Anggara.

Nyelip reuni SD Negeri 012 Sukajadi

Setelah pukul sembilan malam, kami beranjak menuju rumah Nenek Gaga yang berada di Jl. Diponegoro tepat didepan Rumah Sakit Umum Arifin Ahmad.Dan sempat berhenti sebentar disana, karena Aku akan melanjutkan perjalanan menuju Reuni SD Negeri 012 Sukajadi.
 
Iya, semua serba dadakan. Karena posisi mereka pada saat itu sudah berada di Purna MTQ yang berada di Jl. Jenderal Sudirman Aku langsung cuss kesana. Dan nggak sempat lagi buat foto-foto udah abis sesinya. huaaaa :| Setidaknya udah bisa hadir menampakan muka dan nggak lupa say hello dan cerita bareng mereka.


Lagi fokus main UNO

Lagi mikir mesti ngeluarin kartu apa :\

Yee udah bisa main Uno!! :D

Nyempil dikit

Para pria

Foto Bareng (minta fotoin sama Mbak-mbak Pramusaji)

Foto Bareng (minta fotoin sama Mbak-mbak Pramusaji)


Mungkin Aku salah udah baca buku ini. "aaaaaaaaaaaaaaaaakkk" teriakku. Setelah baca buku ini, di beberapa babnya buat Aku kangen mantan!!. Okeh, ini bukan sesi curhat. Baru baca Bab pertamanya aja, udah langsung playback otomatis dikepala masa-masa Aku masih normal dulu. Masa-masa masih punya pacar. Okeh guys, saatnya kita review bukunya. Yuk capcus!

Buku ini Aku beli tanggal 20 Juli 2014. Ya, buku yang Aku beli ketika tiba-tiba melihat tulisan toko "GRAMEDIA" kemarin pada saat buka bersama dengan Voni dan Mega.


Vina dan Buku Ajaib



Tulisan pertama dari @sandalpedottt 

Disini ceritanya beliau diputusin dihari ulang tahunnya. Sungguh kado ulang tahun yang romantis banget. Disini beliau menjelaskan kalau pacaran itu bukan sekadar mesra-mesraan doang. Baru jadian aja dia udah kena tampar, sweet banget kan. Dia menjelaskan kalau cinta itu  sakit dan perih. Jadi dari awal kita menjalin sebuah hubungan mesti dan kudu tahu hal ini. Kalau nggak mau sakit nggak usah dulu. Mungkin begitu. 


Cinta bisa datang kepada siapa saja dan dari siapa saja bahkan dari seorang sahabat. Cinta bukan cuma tentang kebahagiaan, tapi juga tentang penderitaan. Cinta butuh kenyamanan bukan paksaan. Dan cintalah yang menyatukan bahkan memisahkan..

Membaca bab ini membuat Aku tersadar selama ini. Mungkin ini yang buat Aku masih betah sendiri. Dalam fikiran ini terus berfikir dan merindukan dia. Iya, dia yang dulu pernah ngisi sebuah ruang yang disebut hati, yang kini terkunci rapat.

Tulisan kedua dari kak @meifariwis 


Mungkin Aku belum pernah merasakan ini. Tapi Aku pernah melihat kejadian yang seperti ini disekitarku. Kak Mei menceritakan bagaimana cintanya tersandung oleh adat istiadat. Adat memang nggak bisa disalahkan karena memang sudah dari zaman nenek moyang yang hingga kini harus dilestarikan.
Tapi, kalau sudah menyangkut hati mungkin bingung juga. Adat memang beda dengan aturan agama. Kejadian ini bakalan mengakibatkan galau mendalam  bagi korbannya. Bingung mungkin milih ikutin adat apa ikutin kata hati yang terus mempertahankan rasa itu.

Tulisan ketiga dari bang @edotzherjunotz agak rempong nulis namanya ini yaa -_-

Pada bab ini, bang Edot cerita gimana kedekatan dia dengan temannya yang bernama Arif. Kedekatan untuk mendapatkan seorang gadis tentunya. Bukan kedekatan untuk menjalin hubungan sesama jenis. 

Bang Edotz ceritanya rada nyesek. Udah dibawa terbang tinggi-tinggi, lah karena nggak diisikan pulsa malah nggak jadi pacaran hanya jadi ttm-an, teman tapi maruk  eh mesra maksudnya. Tapi itu hanya kesimpulan dari bang Edot saja. Dan bengeknya lagi, ternyata bang Edotz salah ngirim pulsa, apa itu tandanya yang nerima pulsakah yang akan menjadi jodohnya bang Edot? kita tunggu cerita dari bang Edot yang bergoyang.

Tulisan keempat @Fauezhiie ini juga mesti dua kali bahkan tiga kali agar tidak salah penulisan.

Disini Fauzi yang seorang santri juga sebagai penyandang fakir asmara menceritakan kisah dan kegelisahannya kala melihat sepasang kekasih melambai didepannya. Bahkan dia juga pernah mengiringi temannya pacaran. Sungguh teman yang baik.

Kalau dia lagi galau, dia bakalan teringat pacar temennya. Hati-hati buat temannya Fauzi. Demi terlihat nggak ngenes didepan para pasangan kekasih, Fauzi nggak nolak buat mesraan dengan temannya. Meskipun dia sadar temannya itu sejenis. Anehnya, dia pengin punya pacar tapi takut sama yang namanya perempuan yang menjadi ciptaan Tuhan yang paling indah.

Ketika dia nemu cewek yang nyentuh hati dia, dari sebuah facebook dan dekat dari hasil chattingan, dan udah dekat. Lah ternyata si cewek suka sama temannya Fauzi. Miris bener nasib elu jikk. Dan parahnya lagi, ketika Nisa sms-in dia dengan bahasa Inggris, lah dia malah makai bahasa jerman yang isinya bilang suara Nisa kayak tapir kejepit pintu. Ntah karena dia khilaf ntah bagaimana. Hah, kaum buta asmara terkadang memang begitu. Khususnya Fauzi! Semoga dia cepat sadar.

Tulisan kelima dari @terlahir_cupu

Nahh, bagi kalian yang korban PE-HA-PE baca ini deh. Ngenes! udah disayang-sayang lah siwanita ternyata udah punya pacar yang udah lama, tapi menjalin hubungan LDR atau long distance relationship.

Kalau orang yang baru putus, dan dilanda galau memang mudah banget kalau udah di sentuh dengan perhatian. Kadang nggak mikir lagi kalau sedang di PHP-in. Emang sih, tanda-tanda php ini susah banget bedainnya. Mana yang modus dan mana yang beneran tulus susah banget. Tapi dibab ini php-nya beda. Mungkin si cewek memang punya rasa sama si cowok, tapi sayangnya si cewek udah punya pacar. Malahan sempat ketemuan dan dinner bertiga, si cewek dan pasangan dan si cupu ini.

Tulisan keenam dari  Bang @yooghas_

Ceritanya Bang Yoga yang sudah lama jadi  pemain hati. Suatu ketika dia nemuin perempuan yang bener-bener fix dan ngebuat dia sadar dari kelakuannya yang playboy selama ini. Disini Aku sadar, mungkin cowok yang hobi pacaran dan dalam waktu dekat putus dan punya pacar lagi mungkin karena dia belum nemuin ruang yang pas. Atau mungkin belum nemuin yang bener-bener buat dia nyaman. Mungkin begitu.


Mencintai seseorang secara tulus membuat kita belajar untuk lebih dewasa. Rela mengubah apapun yang ada dalam diri kita hanya untuk orang yang kita cintai
 Berawal dari sebuah sosial media yang bernama facebook hingga semakin hari semakin dekat.Yang tiba-tiba mengeluarkan kata-kata aneh sedikit gombal atau sambilan, ternyata ngena di wanitanya ini.  Lah mereka jadian dan mengajarkan tentang sebuah kepercayaan hingga pada akhirnya memilih break.

Memahami sebuah takdir tuhan yang memberikan cinta yang benar diwaktu yang salah. Yang mengajarkan memakai dengan benar pada orang yang ternyata salah

Tulisan ketujuh dari @ichsanrmdhni

Nah, disini memang rada beda suasananya. Disini Ichsan cerita tentang beberapa hal sepele yang mengakibatkan putusnya sebuah hubungan. Hahah sambil senyum kecut baca tulisannya si Ichsan. Bagaimana gombal itu nggak selamanya indah, bagaimana telat itu asyik tapi menyebalkan bagi cewek. Hmmm

Tulisan kedelapan dari bang @bayubuna_

Bang Bayu disini juga ceritain tentang Cuplis. Bagaimana Cuplis lebih normal ketimbang bang Bayu. Sicuplis cuper normal suka sama cewek dan beda banget sama Bang Bayu yang mungkin bisa jadi penyuka sesama jenis. Mungkin.  Dan saking nggak handalnya dalam urusan percintaan sampai-sampai Bang Bayu didahuluin sama temannya sendiri. Ini baru namanya terlambat sudah terlambat sudahhh semuanya tlah berlalu, eh lupa ini lagunya siapa.

Dan pelajaran yang dapat kita ambil disini adalah, kalau emang suka yang ungkapin aja. Toh, ditolak ataupun diterimanya nanti urusan belakangan meskipun hati teriris dengan suasana terburuk. Tapi setidaknya udah lega bisa ungkapin perasaan yang udah nyesek banget. Jangan sampai ada kata-kata yang terucap dengan awalan kata "KENAPA" itu nggak bakal nolong.

Seganas-ganasnya Bang Bayu, tapi tetep aja backsoundnya lagu Monita - Kekasih Sejati. Iya, Bang Bayu rada unyu, ya!.

Tulisan kesembilan dari @amii_potaboga

Ceritanya pada saat ikut berorasi dalam penolakan kenaikan BBM, Kak Ami ketemu pangerannya. Disaat hujan gerimis dan orasi yang berakhir dengan ketegangan. Dan Kak Ami memilih meninggalkan lapangan, dan kembali ke kampus dengan derasnya hujan yang membasahinya waktu itu. Tiba-tiba ada seorang pria yang mendekatinya dan berjalan bersamanya. Sambil melindunginya dari air hujan. Ow ow sweet moment banget. Tapi sayang, itu hanya sekejap. Karena Kak Ami nggak nanya namanya siapa, dan nggak pernah tau namanya siapa. heuheu, sedih.
Lagi, lagi. Pelajarannya, kalau udah suka sama orang atau dekat sama orang jangan lupa tanya namanya. Kamu bakalan penasaran seumur hidup.

Tulisan kesepuluh dari @nurulprayoga
Panggil saja Nurul, eh maksudnya Bang Oga. Bang Oga sempat pernah hampir jadian. Dan dengan penuh penghayatan dia nolak cewek itu. Bang Oga keren! pada akhirnya ketika umurnya sedikit uzur dia sadar dan nyesal banget. Hingga pada akhirnya dia dapat teman, yang mampu nyentuh hati dia lagi. Bang Oga nggak mau menyia-nyiakan itu. Akhirnya Bang Oga nembak cewek itu, dan ternyata nggak seperti yang diharapkan. Mereka berakhir dengan tetap berteman. Iya, cintanya Bang Oga bertepuk sebelah jari.

Memang ada yang dari sahabat bisa jadi pacar. Tapi nggak semua bisa seperti itu. Seperti ceritanya Bang Oga, terkadang perhatiannya seorang teman yang berlebihan karena memang Sayang, tapi sebatas teman. Tapi bang Oga keren, gentle meskipun menghadapi resiko terburuk. Meskipun nggak terjadi pencakaran setelah penembakan itu.

Disini tulisannya Bang Oga yang paling panjang dan jleb banget. Aku menghayati banget. Hiks!

Tulisan kesebelas dari @eva_dino

Ceritanya Eva suka sama adik kelasnya. Adik kellasnya yang unyu banget dengan atribut serba Pinknya. Eva menyadarkan Aku kalau cerita dunia Disney nggak bakalan bisa seperti dunia nyata. Hingga pada akhirnya mereka jadian dan ya mereka berdua manis banget. Aku tersentuh, waktu Eva jengukin si pinkyboynya yang terbaring lemah dirumah sakit. Aku jadi teringat waktu datang kerumah si pacar ngobatin tangan dia yang terjepit pagar rumahnya sampai kukunya lepas dan darahnya seember. Juga nemanin dia nyari alkohol dan nemanin dia keklinik. Tapi itu dulu haha.. itu cuma sekedar flashback masa dahulu kala. Kak Eva berhasil buat Aku mellow!

Tulisan keduabelas dari @efnumu

Disini ceritanya Bang Efnu punya pacar yang punya kelebihan gitu. Rada seram. Dan ceritanya berhasil buat Aku merinding dan membuat daun pintu pun bergoyang melambai dengan indah. Bang Efnu sempat punya pacar yang punya kelebihan lihat makhluk halus gitu. Dan ketika suasana mencekam ketika si pacar kedatangan tamu dari alam lain, ini pas bacanya seriusan Aku terhipnotis berasa merinding juga. Bang Efnu ditanyain gitu, mungkin bang Efnu rajin baca Quran dan Shalat kali makanya si makhluk halus itu nggak bisa baca fikiran Bang Efnu. Mungkin gitu. Bang Efnu bener, kita harus bisa nerima kelebihan maupun kekurangan pasangan, apapun itu. Karena masa depan milik bersama. Gitu deh kayaknya.

Dan cerita selesaiii

Setelah selesai baca buku ini, Aku masih terbayang masa-masa indah ketika sama si pacar pada masa itu. Ini perasaan normal yang bisa dirasain sama setiap manusia yang pernah punya pacar. Dan Aku senang ternyata dulu pernah punya pacar, dan bisa ngebuktiin kalau Aku pernah normal. Huahahaha!

Ketika hidup sendiri memang lebih indah, tapi Aku yakin bakalan lebih indah kalau Aku udah punya kamu, Iya kamu yang bisa buat Aku nyaman. Sihiyyyy. Seketika hati Aku berbunga. Aku mesti nyari pelaku yang nulis buku ini, yang ngebuat hati Aku nggak karuan gini.

Pantas aja buku ini judulnya Asem Manis Cinta. Disini semua cerita cinta dari yang manis hingga pahit dan kecut semuanya ada.

Awal Aku beli buku ini juga agak rempong, nanya sama Mas-mas yang di Gramedia.

"Mas, bukunya Asem Manis Cinta masih ada nggak?" tanyaku.
"Hm, bentar ya Mbak, Saya cari dulu" jawab mas-mas.
 "Ya" jawabku singkat.

Awalnya Aku ikutin si mas ini kearah komputer yang bakalan nunjukin dimana keberadaan buku ajaib ini. Ketika diketik Asem, nggak ketemu bukunya. Nah ketika di ketik Blogger Energy baru ketemu. Ternyata didatabase nya dibuat Asam Manis Cinta. Untung aja yang keluar bukan resep masakan Asam Manis Ayam batu bata goreng mentega.

Kirain udah pasti rak bukunya. Lah! empat kali muter-muter rak nggak nemu. Aku tetap muter-muter kali aja ketemu bukunya. Ketika sedang baca-baca buku lain, eh mas-masnya manggil.

"Mbak, mbak. Ada kabar gembira"
"Apaan"
"Beli buku di gramedia sini gratis cowok ganteng lho"

okeh lupakan

"Mbak, mbak ini bukunya udah ketemu" sembari ngasih bukunya sama Aku.
"Makasih ya mas" mata nanar.

Dan setelah buku ada ditangan, Aku langsung menuju kasir dan bayar. Keluar dari sana Aku langsung lompat-lompat girang masih sempat beli buku ini.

Ketika ngetik tulisan bagian terakhir ini, Aku dengar lagunya mastin. Jadikan hari mastin, mastiin goood :|

Sekian~




  


Bulan Ramadhan selain dapat berkah juga dapat menyambung tali silaturahmi antar sesama manusia. Baik itu teman yang dari lahir tapi udah jarang ketemu. Paling buntu ketemu didunia maya, kalau nggak chatting, sms-an, telpon-an dan bisa memanfaatkan Google hang-out menggunakan G+.

Momen Ramadhan, selalu ada yang namanya Buka Puasa Bersama. Makanya momen ini sering dijadikan sebagai momen reunian. Karena bakalan banyak tawaran buat makan sana makan sininya, dengan embel-embel "Buka Puasa Bersama Keluarga Besar - Nama Sekolah" atau bisa juga sejenis yang lainnya.

Momen Ramadhan penuh berkah banget, selain umat muslim mesti pada khusyuk dengan ibadahnya, sisi lainnya juga bisa bersilaturahmi dengan sanak keluarga, rekan dan teman lainnya. Dari teman Play Group, Taman Kanak-kanan, Sekolah Dasar, Madrasah, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah atas atau Sekolah Menengah Kejuruan, Kuliah, bahkan bisa jadi ada reunian para mantan, bisa jadi.

Bukti hidup dari acara ini, salah satunya pada hari Minggu, 20 Juli 2014. Sore itu Saya niatnya mau bantuin Ibu buat kue persiapan lebaran. Tapi tiba-tiba ada telpon dari Voni yang nggak lain nggak bukan adalah teman SD dan kami masih di pertemukan di Kampus yang sama.
Alasan utama Voni nelpon sore ini adalah ngajakin Buka Bersama Anak SD tapi kebetulan teman SD yang lain masih pada KuKerTa atau Kuliah Kerja Nyata jadi pada belum bisa ikutan nimbrung. Jadilah Saya, Voni dan Mega saja yang buka puasa bersama.
Awalnya di telpon pada jam genting itu, Saya kaget mau buka puasa, tempat belum di booking ngajaknya mendadak. Voni telpon itu Saya sempat lihat jam sekitar pukul lima sore. Voni dan Mega bergantian bicara di telpon. Mega baru pulang Kukerta hari ini, besok Mega mau ke Jambi jadi nggak bisa ikutan Buka Puasa sama anak yang lain. Jadi mereka berdua ini mau buat "Mini Reunian" aja. Mega ngajakin buka puasa bersama di Mall SKA yang berada di Jl. Soekarno-Hatta. Untungnya nggak jauh dari rumah, kira-kira Waktu yang Saya tempuh menuju lokasi kurang lebih sekitar sepuluh menit. Jam 17.30 Wib Saya berangkat dan 17.40 Wib Saya sudah mendarat di lokasi.

Sejauh mata memandang, nggak terlihat dimana Mega dan Voni. Saya coba menelpon mereka. "Ya ampun susah sekali menghubungi manusia ini, dari tadi ditelponin nggak diangkat" gumamku sambil mencoba menghubungi mereka.

Dan akhirnya telpon diangkat, dengan suara deruan angin serta deburan kibaran dedaunan di pinggir jalan. Juga hiruk pikuk suara mobil dan motor dijalan membuat suara Mega hilang timbul terbawa angin.

"Haloo, Vina udah dilokasi pemirsahh.. Kalian dimana?"
"Kami masih di Jl. Srikandi Vin. Vina, maaf ya jadi nyusahin. Kami yang ngajak kami yang nyusahin. Bisa pesankan dulu tempatnya di Kopibaba?" ucap Mega.

Dan lagi-lagi Saya bukanlah anak gaul yang tahu semua lokasi tempat nongki. Kebanyakan menatap komputer, ya begini
"Haha rapopo Meg, sekali-sekali. Dimana itu Meg? Vina nggak tahu. Maklum ke Mall cuma kalau ada event aja. Kalau diajakin jalan baru pergi. mhuehehe" sahutku memalu.

"Kalau nggak salah di Lantai 2 deretan Pizza Hut. Coba lihat aja dekat situ Vin" Sambung Mega lagi sambil menjelaskan.

"Oo, iyalah Vina cari dulu ya.."

Dan telpon pun terputus. Jadi Saya kembali melangkahkan kaki menuju Kopibaba sesuai penjelasan Mega tadi. Langkah ini terus melangkah, sambil melihat sekeliling. Dimana-mana tempat makan itu dipenuhi dengan orang-orang yang memiliki niat yang sama dengan Saya. Ya, Buka puasa bersama. 

"Apa masih ada ya jam segini tempat makan yang masih  kosong?" tanyaku dalam hati sembari terus berjalan menuju Kopibaba.

Setelah jauh berjalan. Akhirnya Saya melihat Kopibaba. Tanpa kata pengantar Saya langsung menuju tempat Mbak-mbak pramusajinya.

"Mbak, masih ada tempat yang free untuk tiga orang Mbak?" tanyaku penuh harap.
"Maaf Mbak, udah penuh tempatnya Mbak" 
"Untuk 3 orang aja nggak ada ya Mbak?" sambil memelas dan masang tampang kelaparan.
"Iya Mbak, nggak ada lagi udah penuh. Maaf ya Mbak"
"Iya deh Mbak, makasih ya Mbak" sembari menebar senyum dan berlalu.
Nah.. nah bener kan. Mana ada yang kosong jam segini. Waktu sudah menunjukan pukul 18.15 Wib. Saya kembali menghubungi Mega, dan mereka masih dijalan. Sepertinya masih kena macet.
"Mega, Vina udah di Kopibaba. Tapi tempatnya penuh. Gimana tuh?"
"Emang nggak ada lagi Vin?" tanya Mega meyakinkan.
"Nggak ada Meg, udah ditanya dua kali sama  Mbak-mbaknya. Nggak berubah fikiran Mbaknya"
"Hmm, ya udah tunggu aja kami di Kopibaba dulu ya"
"Sip !"

Saya udah kayak manusia yang tercecer dari kumpulannya. Mondar mandir nggak jelas. Dan mata Saya tertuju dengan tulisan "GRAMEDIA" lalu Saya inisiatif buat kesana. Sambil nyari buku. Yakali aja ketemu jodoh juga. eaakk! hahaha

Sambil muter-muter di rak dimana buku-buku diletakkan dengan rapi. Tiba-tiba ponselku berbunyi. Iya, itu telpon dari Mega.

"Dimana Vin? Mega sama Voni udah didepan Kopibaba"
"Ohh, iya bentar Vina lagi di Gramedia sebentar. Tunggu disana ya"
"Wokeh" Sahut Mega.

Saya buru-buru menuju kasir karena sudah mendapatkan apa yang Saya cari. Dan berlalu meninggalkan Gramedia menuju Kopibaba kembali.

Yaa, dari jauh sudah terlihat Mega dan Voni. Mega dan Voni adalah salah satu teman Saya waktu duduk di bangku Sekolah Dasar. Dan Saya histeris karena udah lama nggak meet-up sama mereka. Lebai, iya nggak apa. 

"Aaaaakkkk Megaaaa, Voniii" teriakku sambil meluk dan cipika-cipiki.
"Aaaa juga.. udah lama nggak ketemu" sambut Mega dan Voni.
"Udah penuh di Kopibabanya Mega, Voni. Jadi kita buka puasa dimana?" tanyaku menyadarkan.

"Allahuakbar Allahuakbar" Suara adzan sayup-sayup mulai terdengar didalam hiruk-pikuk penuh sesak Mall SKA malam ini.

"Haa udah adzan. Kita masih belum punya apa yang mau diminum" tanya Mega.
"Iyaa, udah lapar haa" keluh Voni.
"Jadi kita kemana ini?"
"Ke Solaria aja gimana?"ajak Voni.
"Haa boleh juga, tapi udah penuh nggak?" tanyaku lagi.
"Udah coba aja kita jalan kesana" sambung Mega.

Lalu kami bertiga kembali melangkahkan kaki menuju Solaria. Dan benar saja, Solaria juga penuh.

"Hahhhh~" keluh kami bertiga bersamaan.
"Jadi kemana ini?" tanyaku lagi.
"Dapat minum aja jadilah" Voni memelas.
"Atau kita pulang dulu, bawa galon. Baru kembali ke Kopibaba" tanyaku konyol.
"Hahaha, bisa jadi Vina. bisa jadi" sahut Mega mengiyakan.
"Atau gini aja, kita beli minum aja dulu. Nantikan orangnya udah selesai makan tu. Baru kita masuk. Gimana?"
"Haa bisa bisa Meg" sahutku dan Voni setuju.
"Tapi kita beli minum dimana?" tanya Voni.
"Haa, kita ke Sharetea aja yuk! di lantai dasar dekat J.Co"
"Hayukk, yang penting minum dulu. Udah gersang haa" Voni berkata kembali.

Sambil melanjutkan pembicaraan kami terus melaju menuju tempat dimana Sharetea berada. Dan akhirnya sampailah kami di Sharetea. 

Voni yang sedari tadi udah ngebet banget, rela ngantri buat kami. Voni memang teman yang baik. Aaaa peluk Voni. Okeh. Sembari Voni masih mengantri, Saya dan Mega malah narsisan foto berdua. Voni nggak mau diajakin karena fokus ngantri.

Vina - Mega

Dan setelah tiba saatnya giliran Voni yang pesan. Dan struk sudah di berikan. Kami diminta menunggu kurang lebih lima menit. Tapi menurut Saya itu lebih dari lima menit. Setelah beberapa hari kami menunggu akhirnya dapat juga minum dan berbuka puasa dengan Sharetea apa gitu, sepertinya sih teh melati. Tapi bodo ah, yang penting kami udah dapat melegakan tenggorokan yang udah seperti gurun sahara.

Dan sekarang yang jadi masalahnya, di sharetea tempat duduknya yang minim banget udah di penuhi dengan pengunjung yang lain. Membuat kami harus mencari tempat duduk. Nggak etis aja, wanita se-unyu kami ini minum sambil jalan.

Dan Saya terfikir bangku yang berada di depan Galeri ATMnya SKA Mall ini. 

"Eh, duduk dekat tempat duduk yang didepan galeri ATM aja yuk" ajakku.
"Ayuk lahh"

Dan lagi-lagi kami dikecewakan karena bangkunya sudah diisi sama Bapak-bapak.

"Aaaaaaaaaaaakkkkkkkkk!! Kita mesti duduk dimana iniiii"
"Heee dimana yaa?" Sahut Mega bingung.

Tiba-tiba kepala Saya seperti mengeluarkan bohlam lagi hidup, menandakan kalau Saya punya ide untuk masalah kami saat ini.

"Haaa, Vina tahu kita mesti duduk dimana"
"Dimana Vin?" tanya Voni.
"Hayukk ikut aja dulu" sembari menarik tangan mereka untuk lebih cepat.

Sambil menujulokasi, kami masih mempunyai sedikit tenaga karena udah meminum sedikit dari Sharetea yang kami beli tadi. Sharetea yang berukuran large.seharga lima belas ribu rupiah.

"Nahhh, disinii" kataku lega.
"Ooo, jadilah ya Vin. Untung ada tempat ini"
"Hahaha" tawa kami memecah keheningan senja itu.
"Meskipun di halte ini, tapi kita masih bisa merasakan kebersamaan kan Voni, Mega"
"Hahahah iya, dari pada tegak-tegak nggak jelas" kata mega.


Iya, akhirnya kami berbuka puasa dengan Segelas ukuran large Sharetea di Halte yang nggak jauh dari Mall. Sambil berbincang kami terus tertawa akan hari ini, sambil menghabiskan sharetea tentunya. Tidak butuh waktu lama, Voni sudah menghabiskan shareteanya. Terlihat Voni memang haus pake banget. Hahaha

"Ngeri Von, dalam sekejap habis" 
"Hahah, iya haus Vin. Hahaha"

Tidak beberapa lama kemudian, tiba-tiba Voni mengeluarkan isi tasnya. Voni mengeluarkan tupperware yang berisi kurma.

"Eh, hampir lupa. Aku bawa kurma"
"Hee, udah setengah jam kita duduk disini baru ingat dia" sahutku sedikit mengganggu Voni.
"Hahaha, iya lupa Aku Vin. hahaha, maklum efek tadi"
"Untung ada kurma Voni, jadilah mengganjal sedikit"
"Iya, ini baru buka puasa syar'i" Saya lupa ini siapa yang nyeletuk gini.
Sharetea

Sharetea - Kurma - Sharetea

Hahahaha, tawa kami kembali memecah keheningan senja itu.

"Sunah Nabi ni, berbuka dengan Kurma" kata Mega.
"Haa iya betul betul" sahutku.

Setelah shareteam habis dan kurma pun lenyap. Kami kembalu melanjutkan langkah menuju Kopibaba kembali.
"Hayuklah ke Kopibaba lagi" ajak Mega.
"Hayuuuukk" seruku dan Voni.
Perut Saya sudah kembung karena sudah menghabiskan segentong sharetea tadi. Begitu juga dengan Mega dan Voni.
Akhirnya kami hadir kembali didepan Mbak-mbak Kopibaba. Kami langsung menuju tempat duduk dan memilih sabil membolak-balikan daftar menu.
"Hmm, Kewetiau spesial sama air mineral" sahut Mega
"Aku, ikan sambal ijo sama air mineral juga" sambung Voni.
"Vina apa yaa. Sapi lada hitam sama air mineral jugalag kalau gitu" sambil memberikan list menu kepada Mbak-mbak kopibaba.
Mbaknya pun tiba-tiba menghilang dari hadapan kami.
"Eh, mulai pilek ha habis minum sharetea. Banyak esnya tadi" curhat Voni.
"Uhukk uhukk.. Iya, Akupun agak pilek" sambung Mega.
"Ehmm ehm. Vina juga.. Vina juga" menyambung.
Tanpa melewati narsisan bersama, sambil menunggu pesanan datang. Pesanan yang muncul duluan adalah air mineral. Jelas, air mineral nggak butuh proses kan.

Dan setelah Aang kembali dari pertempuran dengan Negara api, akhirnya pesanan kami datang. Sesuai dengan yang kami pesan sebelumnya.

Sapi Lada Hitam - Kwetiau Spesial - Ikan Sambal Ijo

Sapi Lada Hitam

Setelah makan, kami pun bersantai menunggu makanan turun dari kerongkongan agar dapat diproses didala usus. Sambil bicara nggak jelas, Voni permisi ke toilet karena hidungnya udah mampet sekali.

"Aku ke toilet dulu ya" sahut Voni sembari ngambil tasnya dan berlalu menuju toilet.
"Ya, jangan lama-lama ya Von"

Sambil menunggu Voni Saya sama Mega cerita bodoh aja, tentang nasib Mega yang lagi KKN atau Kukerta alias Kuliah Kerja Nyata. Dan waktu pun berlalu begitu cepat. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.55 tapi Voni masih belum balik dari toilet.

"Lama ya si Voni, Meg" ucapku.
"Iya, ngapain anak tu ya?" tanya Mega.
"Takutnya saking mampetnya hidungnya, di lepasin dulu hidungnya Meg. Baru isinya dikeluarin. Dan kacaunya Voni lupa cara pasang lagi" candaku.
"Hahahahah, bisa jadi Vin" balas Mega sambil tertawa.
"Samperin aja ke toilet sekalian turun" 
"Hayuukk!"
Dan kamipun berlalu menuju toilet. 
"Lama kali popon?" Sahutku.
"Iya, ngantri tadi. Ini baru siap" jelas Voni.
"Hahaha, Vina takutnya hidup Voni lepas . Itu aja, hihihi" candaku menggoda Voni.
Dan kamipun turun kembali untuk pulang. Tapi, Voni dan Mega ngajakin Saya buat belanja. Voni mau cari sepatu dulu katanya.
"Vina temanin Voni beli sepatu yuk" ajak Mega.
"Yuk lah Vina" ajak Voni juga.
"Haha, Vina udah janji sama Mama mau bantu buat kue. Lebihin aja nanti sepatunya ya" jawaku sambil nyengir kuda.
Kalau nggak ada janji sih, Saya may menikmati hari bersama teman-teman seperti mereka ini. Tapi sayang sekali sudah punya janji, sama emak lagi. Dan akhirnya Saya lanjut terus untuk pulang. Mereka pergi berlalu menuju tempat dimana sepatu dijual.
Dan jadilah empat kali turun naik Mall, karena kehabisan tempat untuk berbuka puasa. Hah~ hitung-hitung olahraga. Dan jadiah Mini Reuni dadakan.
Vina - Voni



Hari ini, Minggu bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2014. Nggak ada yang salah dengan hari ini. Ntah mengapa malam yang begitu melelahkan setelah bantuin Ibu buat kue lebaran. Ibu adalah orang yang paling sibuk dirumah kalau udah dekat Hari Raya Idul Fitri. Karena emang Ibu yang jadi Miss Perfectsionis dirumah. Sayangnya itu nggak nurun ke anak gadisnya yang hanya satu-satunya ini.

Kegiatan hari ini biasa saja. Paginya ngantor dan siangnya pulang kerumah untuk istirahat, rencananya sih gitu. Sampai dirumah sudah pukul 15.45 Wib. Aku mulai bersantai dikamar yang gelap. Hanya ada cahaya dari satu sumber, yaitu jendela. PLN belakangan ini sedang sensitif sama pemadaman listrik. Jadi beberapa hari ini akan ada pemadaman bergilir untuk beberapa tempat. Jam 4 sore nanti Aku udah janji mau bantuin Ibu buat kue untuk persiapan lebaran. Tapi hinggal pukul 16.10 Wib belum ada persiapan yang dilakukan Ibu.

"Ma, jadi buat kuenya?"
"Jadi, tapi mati lampu. Tunggu hidup lampu aja ya"
"Oo.. Iya ma"

Sambil beristirahat dikamar, Aku hanya mendengar teriakan dari bocah lima tahun yang lagi ketagihan masuk TK dan rela bangun jam 6 pagi buat persiapan TKnya. Padahal jam masuknya itu pukul 08.00 Wib. Jarak dari rumah ke TKnya pun nggak jauh, biasanya diantar menggunakan motor, dan hanya butuh waktu kurang dari 5 menit untuk menuju lokasi TKnya. Saking ketagihannya sekolah, hari minggu pun dia tetap ngigau minta diantarin sekolah. Namanya Habib, Adik kecil yang hanya satu-satunya. Jarak antara Aku dan Habib kurang lebih lima belas tahun. Dia yang sedari tadi teriak tak ku hiraukan, sedang bugil diluar kamar. Habib baru siap mandi. Semenjak masuk sekolah habib jadi lebih mandiri, hingga tidak mau dimandikan lagi.

"Kakak!!!" serunya dengan khas suara bocah lima tahun.
"Kakaaaaaaaaaaaaaaaak!!" dengan suara yang lebih keras.
"Kaaaaaaaaaaakaaaaaaaaaaaaaa!" kembali suara itu terdengar menggelegar didepan pintu kamar.
"Kak kak kak kakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!" teriakannya semakin besar.

Lama-lama Aku tak tega melihat teriakannya. Aku hanya lelah pulang dari kantor hingga tak menghiraukan teriaknnya itu. Lalu aku putuskan membuka pintu dan menanyakan apa maunya.

"Ngapa Bib?"
"Ngapa kakak dikamar? Abib belum pakai baju. Ibu beli mentega buat kuat kue"
"Kakak bobok, ambil lah bajunya dilemari, kakak ambil minyak kayu putih sama bedak dulu"

Habib sudah terbiasa memilih bajunya sendiri, karena cuma dia yang tahu selera dan moodnya lagi mau pakai baju apa. Kadang baju yang bagus pun diambilkan untuknya, Habib masih bersikeras nggak mau pakai dan memilih mengambilnya sendiri.

Setelah Habib mengambil bajunya, dia langsung keluar dari kamar dan menghampiri Aku yang sudah siap dengan bedak khas bayi dan minyak kayu putih. Habib memilih baju kemeja kotak-kotak berwarna merah hari ini. Lalu Aku  mengusapkan minyak kayu putih kebadannya dan tidak lupa dengan bedaknya juga. Habib hanya tertawa kegelian, seperti biasa.

Setelah selesai dari persolekannya, Habib bersiap untuk keluar rumah buat tepe-tepe alias tebar pesona kepada anak perempuan seusianya. Habib bisa dibilang ganteng, buktinya kalau Habib ikut Aku ke mesjid, dia pasti di grepe-grepein sama anak perempuan yang ada didekatnya. Mau itu yang udah dewasa maupun masih kecil. Saat si Habib lagi fokus shalat, ada saja perempuan yang mengganggunya, ntah mengambil pecinya dan melemparnya jauh-jauh agar habib mengejarnya. Habib sempat terpancing untuk berlarian didalam mesjid. Tapi sebelum hal itu terjadi, dia sadar kalau bakalan ada wanita yang marah padanya. Siapa lagi kalau bukan kakaknya. 

Tapi yang namanya anak-anak tetap nggak bisa lepas dari yang namanya bermain. Akhirnya Habib terpancing ajakan teman baiknya yang tidak lain tidak bukan anaknya Pak RT yang jadi sahabatnya dirumah. Kalau nggak dipinjemin mobil bakalan ada kata "Nanti kita nggak kawan ya, Yud!" Habib selalu menggunakan kata-kata ampuh ini. 

Habib terkenal dirumah, bahkan lebih terkenal dari pada Aku. Jadi kalau Aku lewat ditempat yang jarang Aku lewati dan ketemu dengan orang yang jarang Aku temui pasti berkata "Eh, kakaknya Habib. Baru pulang kuliah ya?" Ya, itu mungkin karena Aku jarang dirumah. Dikalangan teman-temannya pun dia seperti dihormati gitu, sampai-sampai di jemput kalau mau main. Kadang Habib lagi nggak mood tapi tetap dipaksa buat keluar rumah dan main bersama anak-anak lainnya.

Ketika sudah sore, dia sadar sendiri untuk pulang tanpa dijemput. Meskipun kadang jiwa nakal khas bocahnya muncul. Tapi Ibu tetap maklum dan sabar. Kadang kalau lagi kumatnya, kalau udah sore diminta pulang untuk mandi susah banget. Malah keliling komplek dan gang sampai Ibu lelah ngejarnya.

Malam pun tiba, saatnya Habib tidur. Semenjak Habib mulai sibuk dengan aktifitas barunya sebagai anak didik di Taman Kanak-kanak dia sadar mesti tidur jam berapa. Jam 20.30 atau paling lambat 21.00 Wib dia udah tidur. Paling bilang "Nanti kakak tidur sama Abib ya, kalau Abib udah tidur kakak pindah aja kekamar kakak".

Keesokan harinya, dengan aktifitas barunya ini. Habib menggemparkan seisi rumah dengan celotehan khas bocahnya. "Cepatlah bu, Cepatlah Kak! nanti Abib terlambat. Nanti kawan-kawan udah baris Abib belum". Padahal saat dia berkata seperti itu waktu masih pukul 6.45 Wib. Kadang, kalau Aku belum siap mentoknya minta antar sama Ayahnya.

Disekolahnya, Aku sempat nungguin dia sebentar karena masih sepi. hanya ada tiga orang anak perempuan dengan Ibunya dan dua orang anak laki-laki yang masih bocah juga tentunya. Habib langsung menuju arena permainan dilingkungan TKnya. Main putar-putar yang ada setirnya ditengah itu. Lagi asyik main sendiri, Aku perhatikan ada tiga orang anak perempuan menghampirinya dan membuat Habib terjepit ditengah-tengah mereka. Aku perhatikan, Habib beranjak sedikit demi sedikit menjauh dari mereka, mungkin Habib merasa risih atau malau ntah bagaimana. Kalau Aku lihat dia dalam keadaan seperti itu, dia hanya senyum malu dan langsung melarikan diri mencari teman lelakinya.

Disekolahnya pun Habib juga disukai oleh teman-temannya. Hingga didalam kelas dia dikelilingi dengan teman-teman baru di tempat dia duduk. Kadang Aku sempatin nanya "gimana sekolahnya bib?: ada kawan Abib?". Dia menjawab dengan polos dan penuh kejujuran khas bocah sekali. Dia menyebutkan nama teman-temannya satu-satu yang mulai mengakrabkan diri dengannya. Dia juga curhat "Kak tadi Ilham nangis pas Ibunya pulang, Habib nggak ada nangis". Iya, Aku akui, diantara teman-temannya yang masih ditemani sama orang tua mereka, Habib memang nggak ditemani sama Ibu ataupun Ayah. Ayah paling jemput Habib 30 menit sebelum jam pulang tiba. Hal ini membuatnya terbiasa mandiri. Aku salut!.

Habib bukanlah tipe anak yang cengeng, yang sedikit-sedikit merengek karena ini itu. Contohnya pada saat tangannya luka dan mengeluarkan darah yang banyak hingga mengotori baju putihnya akibat terkena pisau. Dia hanya diam berdiri diluar sambil lap darahnya sampai kering dengan bajunya. Habib nggak nangis, sama sekali nggak. Kalau Aku tanya kenapa, paling dia jawab "kena pisau tadi, abib main masak-masak". Udah gitu aja.

Tapi, meskipun begitu, Habib nangis kalau dibentak. Aku pernah ngebentak Habib karena saat itu emang dia lagi ngeselin banget. Akibat bentakan itu dia nangis tersedu-sedu hingga menimbulkan rasa iba. Lalu Aku mendekatinya dan menggendongnya sambil membujuknya agar berhenti menangis. Lalu akhirnya dia diam dan tertawa lagi. 

Habib maniak jalan-jalan. Sedekat apapun yang penting itu naik motor atau mobil atau Bus sekalipun dia nggak peduli. Bahkan dia pernah jalan kaki sejauh kurang lebih 2Km atau 3Km tanpa rasa letih dan tanpa ada minta gendong. Hanya senyum pepsoden yang muncul di raut wajahnya yang mungil. 

Kalau lagi belajar, dia agak susah memang kalau diajarin. Habib lebih suka belajar langsung dilapangan, mungkin istilahnya begitu. Habib cepat bosan kalau diajarin dirumah. Dia lebih suka belajar tanpa disuruh. Kalau disuruh menghitung dia bakalan ngitung 1,2,3,5,4,6 dan angka-angka yang nggak berurutan. Tapi kalau lagi nggak disuruh, nanti dia bisa ngitung angka dengan jelas dan berurutan.

Gurunya ada cerita sama Ibu, kalau Habib di sekolah paling semangat kalau udah waktunya ngaji. Minta jadi yang pertama baca. Ibu hanya tersenyum lega, begitupun Ayah dan Aku tentunya. Bangganya punya Adik yang super seperti Habib.

Habib mengerti saat Aku lagi krisis akhir bulan dan saat Aku lelah pulang kerja atau pulang ngampus. Kalau Aku pulang cepat dia bakalan nanya "Kakak nggak kuliah" atau "Kakak nggak ngantor? kok udah pulang". Habib itu ngangenin dan menggemaskan. Kata-kata yang keluar dari mulutnya itu bijak sekali, kadang kalau ada yang bicara sama dia, habib cuma bilang "Jangan bohong-bohong nanti dosa masuk neraka" hal ini dia dapat dari Ibu yang sering ngomong gitu ke dia. 

Adalagi ketika ada sepupu yang makan dirumah, misalnya sepupu dekat rumah numpang makan dirumah, saat itu semua piring dan gelas udah pada dicuci dan nggak ada lagi piring kotor. Jadi si sepupu ini habis makan dan nggak cuci piringnya, Habib bilang "Cucilah piring tu, Ibu Abib capek nyuci". Aku yakin Ibu ataupun Ayah nggak pernag ngajarin itu. Habib sendiri, kalau udah siap makan kadang nyuci piringnya sendiri. Bahkan kalau pagi ada piring kotor di pencucian piring, dia malah nyuciin itu semua seekdangkan Aku masak. Habis masak udah lihat piring pada bersih. Awesome kan :)

Habib adik yang penurut, kadang diminta kewarung beli ini beli itu dia mau aja. Kadang sempat dia melakukan penyimpangan, diminta beli apa, dianya malah beli apa. Kadang belum nyampe warung dia udah belok arah karena dipanggil sama temannya untuk main.

Jarak Aku memang jauh banget sama Habib, tapi itu nggak mengurangi perhatian dia sama Aku. Kalau Aku sakit dia pasti cemas dan nanyain terus ke Ibu "Kakak ngapa Bu? Kakak capek? Sakit kakak Bu?" dan semua kara-kata unyu dan menggemaskan dari anak kecil yang polos ini membuat Aku bersyukur punya Adik meskipun telat gini.

Habib adik sedarah satu-satunya yang Aku punya. Yang bakal belain Aku kalau Aku dalam masalah kemudian hari. Jadi sayangilah habib jangan kalian sering bertengkar. Ibu selalu berkata seperti ini.

Aku, adalah orang yang susah bilang Sayang secara langsung sama siapapun. Bilang sayang sama Ibu, sama Ayah atau siapapun, teman sekalipun. Itu susah, ntah mengapa. Palingan dari setiap postingan yang Aku buat baru Aku bisa mengungkapkan rasa itu. Postingan ini ada karena Aku sayang Adikku :)







Bulan Ramadhan selain dapat berkah juga dapat menyambung tali silaturahmi antar sesama manusia. Baik itu teman yang dari lahir tapi udah jarang ketemu. Paling buntu ketemu didunia maya, kalau nggak chatting, sms-an, telpon-an dan bisa memanfaatkan Google hang-out menggunakan G+.

Momen Ramadhan, selalu ada yang namanya Buka Puasa Bersama. Makanya momen ini sering dijadikan sebagai momen reunian. Karena bakalan banyak tawaran buat makan sana makan sininya, dengan embel-embel "Buka Puasa Bersama Keluarga Besar - Nama Sekolah" atau bisa juga sejenis yang lainnya.

Momen Ramadhan penuh berkah banget, selain umat muslim mesti pada khusyuk dengan ibadahnya, sisi lainnya juga bisa bersilaturahmi dengan sanak keluarga, rekan dan teman lainnya. Dari teman Play Group, Taman Kanak-kanan, Sekolah Dasar, Madrasah, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah atas atau Sekolah Menengah Kejuruan, Kuliah, dan nggak menutup kemungkinan bakala ada reunian para mantan, bisa jadi.

Sore itu, sekitar pukul 16.36 Wib. Disaat cuaca masih terang dengan hawa yang lumayan panas terbesit dibenakku untuk berbuka bersama dengan makhluk bernama Tari. "cidung. cidung" suara notifikasi dari handphone berbunyi menandakan ada sebuah pesan dari kontak bbm.

" Vina, kapan kita buka bersama anak SMP? "
" Wah, kurang tahu, Coba atur aja makwok nanti Aku ngikut aja "
" Hee, orang ni nggak jelas. Nanti banyak yang nggak bisa "
" Palingan kau yang nggak ikut, udah berkoar sana-sini padahal. Kebiasaan! "
" Hehehe "
" Eh, Kita aja dulu yang buka bersama gimana? nanti sambil cerita acara buka bersama untuk SMP? "
" Boleh-boleh. Mau buka dimana? "
" Hee, Kau lah yang tentukan. Nanti Aku ngikut aja, kau kan hobi wisata kuliner "
" Hee, mana tau Aku semuanya "
" Nantilah difikirkan. Eh besok ya? Rabu! "
" Iya, jangan lupa Kau ya! "
" Iya.. Iya "

Setiap pergi dengan Tari, nggak akan lepas dari yang namanya keanehan. Selalu ada yang membuat malam itu menjadi lebih indah somplak. Akhirnya hari rabu pun datang.

Pagi yang indah penuh sinar yang menyebar keseluruh bagian bumi, mampu menghangatkan suasana hati dipagi itu. Waktu sudah menunjukan pukul 07.51 Wib. Tiba-tiba handphone berbunyi kembali dengan getarannya yang seirama dengan nada deringnya "cidung.. cidung". Iya, itu bbm dari Tari, Lagi!.

" Pinaa, nanti jadi kan?"
" Iyaaaa Tareeeeee"

Dan percakapan pun berhenti. Setiap melancong dengan makhluk ajaib satu ini, perjalanan bener-bener seperti wisata kuliner. Kami tidak hanya mengunjungi satu tempat. Mininal 2 tempat. Ya, Tari selalu mupeng kalau lihat photo-photo makanan yang sering dipantau di instagram. Kalau urusan makan-memakan, Tari tidak diragukan lagi.

Pernah juga, waktu pergi makan bersama Tari ke D'Panekuk. Isinya kue panci semua eh Pancake maksudnya. Nah, disana serba manis. Setelah perut membuncit dengan pancake dan lemon tea, Tari punya inisiatif lagi menuju Bakso Bintara. Okeh, sementara rasa kenyang belum hilang ini manusia udah ngajakin lagi. Oke Fine! Hahahaha :3


Lalu chatting berlanjut kembali pukul 14.15 Wib. Yang awal mulanya Saya yang memulai percakapan.

" PING!! "
" PING!! "
" PING!! "
" Iya, Vina. Ngapa? "
" PING!!"
" Jadi nanti, kan? "
" Jadi.. "  
" Okok! "
" Tunggu Aku di Mall Pekanbaru, ya.. Nanti buka di Jack Ice Cream, kan? "
" Tapi nanti Bakso Ronggo aja lah ya, lagi pengin Bakso Ronggo "
" Dimana tu? tapi habis dari sana ke Jack Ice Cream ya "
" Hahaha, muat perut kau? "
" Aku mau coba ice creamnya, atau disana ajalah Vin, nggak usah Bakso Ronggo "

Okeh, Saya pun melanjutkan pekerjaan. Dan waktu terus berlalu hingga menunjukan Pukul 16:58 Wib. Tari membuka percakapan kembali.

" Vina, Kau pulang kerja jam berapa? "
" Ini mau pulang, kau udah di Mall Pekanbaru? "
" PING!! "
" PING!! "
" Belum.. Bentar lagi Aku kesana.. Tunggu aja ya disana "
" Okok, kalau udah disana kasih info ya "
" Iyaa "

Dan percakapan berakhir kembali. Hingga Pukul 17.44 Wib Tari masih belum ada kabar. Saya punya inisiatif untuk memulai percakapan kembali, takut nanti Tari terjaring razia atau gimana dan membatalkan acara secara mendadak.

" PING!! "
" PING!! "
" Dimana? "
" PING!! "
" PING!! "
" PING!! "
" PING!! "
" PING!! "
" PING!! "
" PING!! "
" PING!! "
" Iya bentar Vina, Tunggu aja di Mall Pekanbaru. Bentar lagi Aku nyampe. Maap lama "
" Iya, dah belumut aaa "
" Maaf, Kau udah di Mall Pekanbaru ya? "
" Udah makwokk :3 "

Saya menunggu Tari tepat berada di depan orang yang lagi Jualan Sate. Di jam rawan, Aroma Sate berlalu dirongga hidung dengan indahnya. Tari kayaknya lagi ngosongin perut mungkin, atau lagi siapin cadangan perut.

Pukul 18.03 Wib tiba-tiba dari kejauhan, ada wanita berbadan tambun mengenakan baju orange dengan motif gambar yang nggak jelas gambar apaan. Berjalan mulai mendekati jalan raya. Spontan Saya langsung lambaikan tangan kekamera kearah Tari. Dan nggak butuh waktu lama, Tari pun melihat lambaian tangan Saya.

Tari masih sempat bbm nanya posisi Saya.
"Dimana?"
" PING!! "
" PING!! "

Dan akhirnya kami pun berangkat. Dalam perjalanan Saya memulai percakapan dan cerita bodoh. Kalau sama Tari, percakapan itu nggak lebih nggak kurang, nggak jauh dari cerita bodoh, kadang bisa geli sendiri nahan ketawa.

" Di Bakso Ronggo aja ya Tari"
" Eeehh, Jack ajalah "
" Kita buka puasa kok pakai ice cream :| "
" Eh iya ya, ya udah ke Bakso Ronggo dulu baru ke Jack "
"Aturlah Tar, nanti pakai duit Kau dulu ya, Aku belum ambil duit"
"Iya, iya.."

Dan kami pun melaju berpacu dengan waktu karena sudah mau masuk Jam Berbuka Puasa.

Akhirnya kamipun tiba dilokasi 10 menit sebelum berbuka puasa. Langsung cari posisi untuk duduk. Kami mendapatkan tempat duduk yang berada di samping dua sejoli. Biasanya selalu ada slogan "Berbukalah dengan yang manis" tapi berbuka puasa kali ini nggak ada manis-manisnya. Malahan sepet lihatin orang sebelah mesra-mesraan dan bebeb-bebeb-an. Membuat mata Saya meringis, hati teriris, perut kempis dan dompet tiris. Saya ngebayangin Tari kumat kalau lihat yang begituan dan spontan ngajakin Saya jadian. Dan Saya pun mendadak khilaf dan jadilah malam itu hari jadian kami. Hiiii!! amit amit !

" Pesan lah Tari, nanti orang buka kita nggak ada yang mau disantap minimal air putih lah"
" Iya bentar ya "

Tari menghilang dengan sekejap. Dan tiba-tiba muncul kembali dengan wajah senyum-senyum sepet.

" Udah, udah Aku pesan "
" OK!"

Dan selama menunggu pesanan datang, Saya dan Tari cerita bodoh nggak jelas sambil ngakak berasa dirumah sendiri. Padahal disamping juga ada duduk 2 pasang yang lagi meromantisasikan dirinya dengan pasangannya. Iya, sepasang lagi bertambah seiring berjalannya waktu.

"Allahuakbar Allahuakbar" Kumandang Adzan terdengan dan hidangan atau air pun belum ada didepan mata.  Saya sangsi, Tari tadi pesannya dimana ya? apa dia pesannya di Jack Ice Cream? lalu Saya bertanya.

"Ini pesanan kok nggak datang ya Tar?"
" Iya, kok lama ya pin? atau ambil aqua botol aja dulu ya? "
"Iya, itu aja dulu. Dehidrasi ini "

Dan kami pun berbuka dengan air mineral. 

"Coba tanya sama mas-mas nya lagi Tar, kali aja lupa atau kita mungkin nggak dianggap"
"Iya, bentar ya"

Tari pun melaju kembali ke tempat mas-mas pramusajinya..
"Iya pin, kita terlewat"
"Kau pesan dimana tadi??"
"Langsung bilang sama Bapak-Bapak tu tadi?"
"Bapak itu bilang apa?"
"Nggak bilang apa-apa sih, cuma tetap fokus ngambilin kuah bakso aja"
"Tariii -_-"

Okeh, karena efek lapar tak tertahan. Setelah pesanan datang, kami langsung menyantap tanpa pembukaan ini itu. Selesai Doa dan langsung santap hingga tertinggal kenangan didalam mangkoknya saja.

Setelah makanan turun dari tenggorokan ke usus, Tari mengajak ke Jack. Tanpa lupa membayar tagihan makanan yang telah kami santap tadi.

"Bayarlah Tari, ahahha"
"Iya.. iya.."
"Eh Kau bawa dompet kan, Aku ndak ada bawa uang ya"
"Bawa Piiiiiiiiinnnnn"
"Nanti kayak waktu di Warung steak pulak, nggak bawa dompet"
"Hahaha, itu kan masa lalu"

Dan kami pun menuju meja kasir.

"Berangkat ke Jack lagi yok!"
" Yok!, Kau tahu alamatnya? Aku nggak tahu soalnya"
" Aku nggak tahu juga "
" Lah, gimana mau kesana kalau nggak tahu alamatnya ?? "
" Google maps kan ada, katanya dekat dengan Polsek 50 "
" Okeh, aturlah "

Dan Saya akui, Saya memang kurang gaul. Jadi kurang aktif dengan lokasi tempat nongki--nya anak gehol zaman sekarang. Bermodalkan kepercayaan pada Tari dan Google Mapsnya. Sebenanya Saya tidak percaya. Firasat buruk mulai bermunculan.

Dari Jl. Ronggowarsito Saya terus menelusuri Jl. Hangtuah dan terus ntah kemana. Tiba-tiba dengan ajaibnya sampai di Jl. Kuantan yang sama sekali bukan daerah jajahan Saya.

"Aaaaaa!! Dimana ini Tari !!! "
" Aku juga nggak tahu Pin, Tapi Polsek 50 dimana ya "
" Seingat Aku Polsek 50 dekat Pendowo lah, tapi ini kenapa bisa sampai di Jl. Kuantan ?"
" Coba terus aja Pin "
" Okeh!, Haa ini Jl. Pangean, Jl Zainal Abidin.. Hih! Dimana ini Tari !!! "

Suasana di Jalan yang antah berantah ini semakin mencekam. Karena nggak ada lampu jalannya. Setiap sudut hanya ada kegelapan. Kami terus melaju dengan bermodalkan cahaya yang berasal dari lampu motor. Tiba-tiba terbayang seperti cerita di film-film, kalau udah gelap-gelap gini, biasanya tiba-tiba ada sinar dua buah mata, setelah itu nambah semakin banyak dan keluarlah makhluk gaibnya. Dan lamunan itu terhenti karena Saya sudah merinding duluan.

Dengan modal ke Sotoy-an, Saya dan Tari terus melaju lurus. Berharap bakalan ada pangeran berkuda poni yang bakalan nunjukin kami jalan yang benar, jalan yang di Ridho-i oleh yang maha kuasa. Sambil berjalan lurus terus, kami sampai di pertigaan jalan, dan lagi Saya tidak tahu ini jalan apa. Saya memutuskan belok kiri. Dan Tari--pun mulai berkicau.

"Kita tanya ke yang punya warung dekat sini aja ya Vina"
"Hadehh,, iya lah. Itu lagi caranya"
"Cari warung yang rame aja Vin"
"Iya Mak "

Sambil mencari-cari warung yang bisa menunjukan jalan pada kami, Tari masig ngotot dengan Polsek 50 dan Jl. Sutomonya.

"Haa ini warung Pin"
"Heeh, sepi warungnya. Bapak-bapak yang ngumpul yang banyak"
"Okeh, cari lagi Pin"
"Haaa ini pin, rame. Eh nggak juga, tapi dari pada kita lanjut terus tanya sini ajalah"
"Hoalah, iya iya. Turunlah, Kau yang tanya ya!"

Lalu tari turun dari motor dan langsung dengan sigap meloncat sampai menggelinding menuju warung si Bapak yang akan kami  interogasi  tanyai. Pertama kami menanyakan arah Jl. Sutomo terlebih dahulu. Saya nggak tahu percakapan apa yang dibahas sama Tari dengan si Bapak, sepertinya serius sekali.

"Ha, udah Pin"
"Apa kata Bapak itu?"
" Dari sini lurus terus. nah nanti itu dia Jl. Sutomo"
"Lah, nggak sekalian nanya Polsek 50 dimana? "
"Eh iya lupa Aku Pin"

Saya hanya bisa bersabar. Untung Aja, bahan bakar motor baru re-fiil tadi pagi.

Sampai di simpang 3 yang dianggap Jl Sutomo itu.

"Ini belok kemana Tari?"
"Haduh, kata Bapak itu, ini udah Jl. Sutomo Pin"
"Iya, terus ini arahnya kemana lagi"

HENING!

"Atau belok kanan aja? biasanya kanan itu baik"
"Bisa Pin, ikuti aja apa kata hati Kau"
"Hak! Kau ni !!"

Lalu Saya memilih belok kanan, dan Saya mulai mengenal jalan ini.

"Hehh, ini iya jalan sutomo. Nanti ketemu simpang 3 Ada Agung AutoMall. Ha itu simpang Jl. Setia Budi. Kok jadi menyimpang jauh ya?"
"Atau kita coba tanya sama Satpam Agung Automall aja Pin?"
"Iya, tanyalah sama Kau. Tapi tanya Polsek 50 ya"
"Yoooww"

Tari kembali berbincang bintang dengan calon korbannya. Berharap akan memberikan jalan kebenaran menuju Jack Ice Cream. Akhirnya percakapan mereka selesai.

"Udah Pin, putar balik. Setelah itu lurus terus ketemu lampu merah pertama. Lurus lagi, ketemu lampu merah kedua, kata Pak Satpam dekat lampu merah kedua"
"Oke, kalau masih salah. Aku gelindingkan Kau ya tari di lampu merah tu"

 Dengan harapan terakhir Saya mempercayakan Tari sebagai Guide yang gagal menggunakan Google Mapsnya. Dan akhirnya sampai dilampu merah kedua.

"Terus ini kemana lagi Tari"
"Kok nggak nampak polsek 50 nya ya?"
"Tariiiiii !!!"
"Coba belok kanan Vin"
"Okeh belok kanan ini ya.."

Setelah belok kanan, Saya kembali ke jalan awal. Jalan dimana Pendowo berada, yang sudah 2 kali kami lewati.

"Tari, ini kita udah 2 kali lewat sini lho! dimana Polsek 50 nyaaa"
"Coba putar balik Vin"
"Putar-putar aja kerja malam ini"
"Haaaa Viiinnnn vinnnnn" Tari teriak seperti liatin mantannya lagi mangkal.
"Apaaa??"
"Ini Polsek 50 nyaaaa"
" Mana-manaaa?"
"Ituuuuuu"
"Bah!! Dekat sama pendowo ini, tapi kenapa kita nggak ada lihat dari tadi sampai 2 kali mutar disini ya?" sampai jiwa medan pun muncul.
"Haa untung Aku lihat kan pinn, sekarang Jack nya dimana ya"
"Iya, telat  Kau nampaknya. Mana lah Aku tahu Tariii"
"Di Google maps katanya dekat Polsek 50"
"Kau bisa nggak gunain Google Maps"
"Bisa lah, sepele Kau"
"Haaaa Pinnn, itu cafe apa ya Pin?? Coba kesana"
"Haaaaa ini dia Pin, Jack Ice Cream tepat di seberang Polsek 50. Betul Aku kan dekat Polsek 50"
"Yaaa Salam.. 3 Kali mutar disini baru nampak. Kau Tari, bukannya kau lihat. Arrrghhh"
"Nggak nampak Aku tadi, hihihi"

Dan kami parkirkan motor dengan indah. Tari melompat dari motor bergelinding menuju tempat pemesanannya. Sedangkan Saya langsung cari posisi untuk kami duduk.
Tari memesan Greentea Capucino blended dan Wafle Oreo Choco Chips. Sedangkan Saya memesan Sunset Blue dan Wafle Vanila Almond ntah apa namanya, lupa!

Beberapa menit kemudian santapan datang. nyammnyamm!! Dan kami sempatkan untuk menjepret sedikit makanan yang ada dihadapan. Dengan penuh rasa malu, karena foto-foto makanan ini jelas sekali, pakai flash lagi.

Semua yang Saya pesan rasanya seru dan udah pernah dirasakan ditempat lain sebelumnya, tapi, setelah icip-icip greentea capucino blended yang Tari pesan, Saya seperti minum Body Lotion Marina yang ada Avocadonya terus di blender. Swear, tapi enak! Hahahaahah..

"Tari, minuman Kau, kok rasa marina avocado ya?"
"Haish Kau Pin!!"
"Minta lagi ya Tari"
"Helehhh"  

Sambil cerita bodoh kembali, kami melanjutkan menghabiskan santapan yang ada didepan mata. Dan akhirnya kami tidak kuat lagi, hinggamelambaikan tangan kekenyangan. Dengan menyisakan setengah minuman dan setengah waffle.

Waffle Vanila Almond

Sunset Blue

Waffle Oreo Choco Chips

Greentea Capucino  Blended

Haripun semakin malam, waktu sudah menunjukan pukul 20.30 Wib. Saya dan Tari memutuskan untuk pulang dan beristirahat. Dan tidak lupa membeli oleh-oleh untuk orang dirumah. Nggak etis banget, pergi makan diluar tapi nggak bawa apa-apa untuk pulang. Saat kita makan enak diluar, ingat orang dirumah itu penting juga. Jadi kami memutuskan membeli Martabak mesir saja. Lalu Saya sepakkan tari kerumahnya. Dan Saya melaju menuju rumah tercinta dengan perasaan damai sentosa.




"Tulisan ini diikutsertakan dalam Best Article Blogger Energy"