Selamat malam, teman-teman terkeceh dan pembaca setia Blog Saya (kalau ada) -_-). Malam ini adalah Sabtu malam, dimana Saya selalu melakukan hal yang sama di setiap malamnya. Kalau nggak ngeBlog ya jagain Adik Saya yang masih balita. Ini bukan postingan tentang curhat juga bukan ajang untuk mencari jodoh, mhuahahah.. Kalaupun dapat itu bonus *lah

Okeh okeh, kembali ke topik utama. Momen bahagia. Sebenarnya hidup Saya bahagia semua sih, uhmm.. Tapi karena judulnya Satu, jadi Saya ambil satu dari sekian aja deh ya, nanti kebanyakan nggak baik. Berlebihan itu nggak baik, iya kan. iya aja deh.

Mungkin bagi sederetan manusia dimuka bumi ini, memiliki sesuatu benda yang diinginkan itu adalah hal biasa. Bahkan ada yang bisa mendapatkan sesuatu tanpa harus berjuang, alias bergantung pada orang lain. Buat Saya momen yang pernah membahagiakan buat Saya adalah ketika memiliki "Akai". 

Akai adalah motor matic pertama Saya yang berwarna merah. Mengapa Saya memberinya nama Akai? karena warnanya merah, dan dalam Bahasa Jepang kalau nggak salah Akai. Jadilah Saya memanggilnya Akai. Akai bergender sama seperti Saya, wanita atau lebih tepatnya perempuan deh.

Akai motor pertama yang Saya beli dengan uang hasil keringat Saya sendiri. Bukan, bukaaaann, Saya bukan jualan keringat. Untuk mendapatkan Akai Saya harus menahan lapar dan dahaga *uhuk agar bisa bersama Akai. Saya mendapatkannya setelah lulus-lulusan SMK tahun 2011. Akai resmi tinggal bersama Saya tanggal 16 Mei 2011. Pulang coret-coret langsung masuk rumah, eh udah ngeliat si Akai berpose manis minta dibawa jalan untuk pertama kalinya. Saat itu Saya senang pakai banget, udah alhamdulillah lulus SMK, lah si Akai pun muncul dirumah. Dan emang Saya nggak sabar buat First Date bareng Akai. Jadilah 16 Mei 2011 tanggal jadian Saya bersama Akai.

Dalam mendapatkan sesuatu yang benar-benar kita inginkan, kita memang harus berusaha. Usaha yang akan menjadi proses yang dapat dinikmati dan dikenang ketika bisa mendapatkannya. Terkadang, ketika prosesnya terlalu biasa juga nggak terlalu mengenang dihati. Tapi dengan usaha yang "wah" itu bakalan ingat betapa usaha yang sudah diperbuat dan nggak bakalan sia-siain apa yang udah didapatkan dari proses yang panjang itu.

Saya membeli Akai secara kredit, Saya memang nggak mau bergantung sama orang tua, memang sih rumah dan makan segala macam masih nebeng sama orang tua, Hauhahaha. Tapi setidaknya nggak semuanya Saya gantungkan sama orang tua. 

Setelah hampir setengah tahun Saya kerja part time di sebuah kantor dimana Saya magang, Saya dapat menyimpan beberapa receh demi receh untuk mendapatkan Akai. Jadilah, ketika tamat sekolah Ibu nanya "Ina, kamu mau lanjut kuliah dimana?" Saya hanya terdiam. "Ina ada dapat jalur PBUD di Unri sama UIN Ma" lanjutku. "Terus mau pilih yang mana?" tanya Ibu lagi. "Ina mau kerja aja" tegasku. Saya ada pegang uang sih, hasil tabungan kerja part time yang awalnya itu buat modal kuliah. Dan Ibu nggak tahu soal uang ini. Karena Saya ingin kerja sambil kuliah, jadilah Saya menggunakan uang itu untuk membeli si Akai. Ibu tahunya ketika Aku minta belikan motor, jadilah dibantu Ayah buat ngurus ke leasing-nya sebagai penanggung jawab aja tapi BPKB dan STNK Saya minta menggunakan nama Saya.

Ketika memilih untuk kerja part time ini agak berat juga. Namanya juga masih masa rempong-rempongnya jalan bareng sama teman. Ketika teman Saya ngajak pergi Saya nggak bisa karena kerja. Ini awalnya menyakitkan memang. Tapi pada akhirnya untuk mendapatkan sesuatu kita harus berkorban. Dan ya, Saya mengorbankan masa senang-senang bersama teman Saya.


Akai Lagi "Perawatan"

Awalnya memang berat ketika harus membayar uang kuliah sendiri dan juga membayar kredit motor. Akhirnya Ayah nawarin buat bantu bayarin uang kuliah setengahnya. Akhirnya beban agak berkurang sedikit. Sampai pada akhirnya Saya berhasil mendapatkan Akai seutuhnya dengan Sah setelah mendapatkan BPKB.

Ada kebanggaan tersendiri dalam menjalani proses mendapatkan Akai. Dimana Saya harus berhemat dan harus bisa mengatur uang yang akan keluar di dua jalur utama. Jalur pertama adalah Uang Kuliah dan Jalur kedua adalah uang untuk menebus Akai.

Sudah 3 Tahun 3 Bulan 8 hari Saya bersama Akai. Banyak jalan mulus, jalan rusak mendaki dan menurun, yang telah Saya lewati bersama Akai. Saya juga pernah membawa Akai sendiri dari Pekanbaru menuju Kota Padang. Itu asli greget banget dan hasilnya kena "Kultum" sama keluarga di Padang karena nekat bawa motor sendiri.

Banyak juga jatuh bangun yang sudah Saya lewati bersama Akai. Hingga badan Akai dibeberapa titik penuh luka hasil guling-guling dijalan bersama Saya. Hingga stangnya bengkok, dan velgnya baling dan masih banyak lagi. Akai nggak pernah ngeluh, Akai masih tetap kece. Akai udah beberapa kali perawatan, luluran dan pergantian sparepartnya. Pernah sih ngeluh, karena Saya lupa bawa Akai perawatan, huahaha.

Momen bahagianya itu ketika mengenang proses mendapatkan Akai. Bangga aja ketika dengar Ibu bilang "Itu dia sendiri yang beli" ketika ada Ibuk-ibuk rempong bilang "Anak itu jangan dimanjain, dikit-dikit dibelikan apa yang dia minta". Bangganya lagi ketika jalan bareng Akai. Coba deh dengan proses yang sedemikiannya, kita bisa bersama seseorang yang kita inginkan. Pasti ada rasa Bahagia yang mendalam. Memang sih Akai bukan manusia. Tapi Akai ini bermanfaat banget buat Saya, pulang pergi kantor dan kuliah Saya bersama Akai.

Mendapatkan sesuatu yang bermanfaat itu awesome moment banget. Mendapatkan sesuatu yang benar-benar kita usahakan itu punya rasa bahagia dan kebanggaan tersendiri. Nyamannya itu disini *nunjuk hati. Karena ini prosesnya sesuatu pastinya kita lebih menjaga barang yang kita dapatkan susah payah.

Sebenarnya prosesnya itu yang membahagiakan dan yang akan selalu dikenang. Terkadang banyak juga yang melupakan proses yang sebenarnya lebih penting. Untuk mendapatkan hasil yang baik otomatis kan mesti membuat proses yang baik juga. Nah ini yang Saya alami, ya meskipun nggak terlalu baik juga sih prosesnya. Setidaknya Saya mencoba berusaha untuk mendapatkan apa yang Saya inginkan.

Emang sih cuma motor. Tapi kan memang harus mulai dari yang kecil dulu baru menuju besar. Maka dampaknya kita akan menghargai apa yang kita punya tanpa sibuk dengan rasa iri yang menumpuk dengan apa yang orang lain punya. Pernah Saya baca "Terlalu sibuk iri dengan apa yang orang lain punya, membuat kita tidak menikmati apa yang kita punya". Mungkin ini benar. 
Waktu Saya flashback mengenai proses yang rumit membuat Saya bisa menghargai apa yang Saya punya. Meskipun disaat Saya berjuang buat mendapatkan sesuatu, diluar sana banyak orang yang dapat dengan mudah mendapatkan apa yang mereka mau. Tapi apa mereka bisa menikmati prosesnya? nggak tahu. Yang buat Saya bahagia dan senyum-senyum sendiri adalah ketika Saya mengenang proses mendapatkan Akai!! Itu indah banget, Saya sampai berkaca-kaca *oke lupakan.

Bahagia itu memang sederhana, tapi prosesnya yang nggak sederhana

Coba bayangin aja, baru tamat sekolah tapi Saya udah bisa mendapatkan Akai dengan tabungan yang nggak seberapa itu, itu bahagia banget ngettt.. ngett.. Dari SMK Saya udah punya harapan pengin punya kendaraan hasil kerja Saya sendiri dan ketika Saya mewujudkan itu, Ya Allah itu bahagianya. Lebay? bodo ah yang ngerasaain kan Saya :p hiahahahah Karena bahagia itu kita yang pilih. Bahagia itu pilihan :)

“Tulisan ini diikutsertakan Give Away Reyza & Lilis #OneOfMyHappyMoment”




Bahagia itu Pilihan

by on August 30, 2014
Selamat malam, teman-teman terkeceh dan pembaca setia Blog Saya (kalau ada) -_-). Malam ini adalah Sabtu malam, dimana Saya selalu melakuk...
  



Malam ini 20 Agustus 2014, Saya di ajakin lagi sama Cece Lia ke Ayam KQ5. Awalnya sih, beliau ini ngajakin ke Nasi Goreng Mafia yang pedasnya mafia banget. Saya urungkan niat untuk kesana mengingat dan menerawang ini perut lagi nggak stabil. Setelah Saya tolak Nasi Goreng Mafia, Beliau ngajak ke Lcheese lagi. Tapi karena Saya baru ditodong (baca : bayar uang kuliah) jadi Saya milih jajanan yang murah, meriah muntah. Hauahahaha. Jadilah di ajak ke Ayam KQ5 yang berada di Jl. Cempedak disamping Mie Jogja. Nggak jauh dari SMK Hasanah Pekanbaru. Masuk dari Jl. Sudirman lebih mudah, masuk ke Jl. Cempedak lurus aja, nanti lihat di sisi kiri ada Papan Namanya yang gede itu. Meskipun awalnya nyasar kesini huahahah



Saya pesan Ayam bakar, dan si Miss pesan Ayam penyet. Hanya butuh dana Rp. 13.000 kami sudah dapat menikmati seporsi makanan dan Es Teh manis. Makanannya itu Ayam Bakar, Nasi, udah termasuk dengan mihun goreng, tahu goreng, teri kacang tempe cabe hijaunya dan sambal terasinya. Ini maknyus gilak, harganya juga pas banget banget, hihahaha. Juga pas buat jadi jajanan akhir bulan, mhuahahaha..
 





Didalam ruangan ini terdapat dua jenis tempat duduk. Duduk di kursi, dan lesehan. Tinggal pilih yang mana yang dirasa nyaman aja untuk ditempati.



 

Diluar juga ada tempat duduknya dengan kursi yang ada sandarannya. Jadi pelanggan betah berlama-lama disini. Bisa saling bicara,ntah itu tentang bisnis, bisa juga tentang cinta. 
"Pin, nanti bsia jemput aku di Pelita Pantai. Aku baru balik dari Siak pakai speedboat"
Begitulah bunyi sms dari si Miss. Si Miss ini pernah juga Saya ceritain di Blog ini, dia berada di artikel "Maaf, Saya menyukai anak Bapak". Si Miss jebol PNS dan penempatannya di Siak. Tepatnya di RUTAN. Miss yang macho ini ditempatkan di Rutan, hmm sekalian aja Pak Sipir si Missnya dimasukin ditahan lama-lama disana. huahahaha. Miss lebih menyukai sebutan Hotel Pradeo. 

Sore sekitar pukul 4 sore Saya jemput si Miss di Pelita Pantai. Tenang ini bukan pantai, ini hanya namanya saja. Lokasinya ini nggak jauh dari kantor dimana Saya bekerja. Tempat ini adalah terusan dari Sungai Siak. Miss bilang dari Siak ke Pekanbaru kalau naik speedboat lebih cepat dibanding naik travel. Kalau naik speedboat butuh waktu kurang lebih 2 jam.

"Miss, hotelmu udah banyak nambah tamunya?" celetukku.
"Alhamdulillah nggak terlalu banyak tamu baru, hihi" sahut si Miss sembari tertawa.
 Aneh kan ya, kerja di hotel tapi nggak suka banyak tamu. Huahahah

Setelah jemput si Miss, dia ngajakin Saya makan. Mungkin daripada Saya dikira tukang ojek yang dibayar pakai duit, si Miss bayar Saya pakai makan aja. huauahaha. Jadilah kami mampir ke Jl. Mustika, jalan dimana Mbah Jingkrak berada. Untuk ke Mbah Jingkrak juga nggak sulit. Masuk dari Jl. Hangtuah nanti ada gereja sebelah kiri, nah sebelum gereja itu ada jalan, jalan itu namanya Jl. Mustika, lurus aja deh. Nanti lihat sebelah kanan, jrengjrengggg..




Saat kami masuk disambut patungnya si Mbah, cuma nggak ditampilin disini, tampilnya nanti. Huahahaha. Baru masuk sudah terlihat hidangannya. Hidangannya ambil sendiri nanti dihitung. Untuk steak barulah disajikan. Disini juga banyak pilihan menu, dari ayam penyet hingga steak. Suasana yang Jawa Banget dengan ornamen dan diiringi musik campur sari, Saya berasa berada di Jawa. Suasana yang asri dan asik buat bersantai bersama keluarga maupun pacar.


Dipilih-dipilih mbakkk


Ini si Miss udah nangkring aja. Padahal keren gitu ada sinar mataharinya, jarang-jarang Saya dapat momen yang begini. Huahaha. Si Miss malah jadi model yang merusak harmonisasi gambar -_-




Dindingnya dihiasi beginian, keren deh.. ini baru salah satu dari beberapa pojoknya. Masih ada yang lain yang belum diambil.


Juga ada tempelan frame foto gitu didinding pintu masuknya. Dan juga ada kumpulan kasetnya yang ditempelin didinding juga. Kreatif banget kan. Untuk harga juga nggak mahal, masih terjangkau. Saya lupa harganya soalnya di bayarin sama si Miss. Hahahah


Ini dia tampak dari rupa si Miss. Miss berasa ketemu kembarannya. Itu si Miss balik dari siak mau sekalian jualan tas kali yak, banyak bener -_-

Terimakasih Miss udah bayarin Saya makan. Huahahah, sering-sering yak, nanti tak ajak ketempat baru lagi. Biar bisa icip-icip gratis lagi. Hiahahah


Wokeh, karena beberapa hari ini lagi hobi Galau-Galauan Sendirian jadi hari ini Kamis 7 Agustus 2014 Saya kembali mengembara sendiri. Malam ini temanya "PURPLE DAYS". Kenapa purple days? Nanti kamu akan mengerti *kedipin mata.
Maaf ya, buat yang patah hati kalau disini nggak ada bahas manusia-manusia ganteng di GGS. Karena GGS disini itu Galau-Galauan Sendirian ala Vina. Mhuehehehe.

Nah, malam ini episodenya Purple Days karena semua hari inii serba ungu. Karena Saya juga salah satu pecinta warna ungu. Kali ini Saya melancong ketempat yang udah familiar banget di Pekanbaru. Apalagi dikalangan anak muda. Disana bisa makan cheesecake nya yang hmmmm sesuatu banget, juga bisa buat nangkring, atau nongki-nongki bareng teman ataupun pacar. Tempatnya nyaman banget, apalagi tempatnya bertemakan warna UNGU! gimana Saya nggak jatuh cinta.

Ini kali pertama Saya kesini setelah berkali-kali menolak untuk diajak kesini. Karena alasan capek pulang kerja, nggak sempat dan lain-lain. Tapi kali ini Saya diajak lagi sama Cece Lia buat ke Lcheese Factory yang berada di Jl Durian dekat persimpangan Jl. Durian gitu. Sepertinya di Pekanbaru hanya Saya yang telat gaul hingga melewatkan tempat ini.

Untuk menuju lokasi Lcheese Factory juga nggak susah, masuk dari Jl. KH. Ahmad Dahlan lurus terus nanti ada persimpangan lampu merah Jl Durian belok kanan. Nggak beberapa meter dari itu lihat aja disebelah kiri. Nanti bakalan kelihatan itu Lcheese Factorynya.

Meskipun si Cece Lia ini akhirnya membatalkan acara malam itu mendadak, tapi Saya tetap pergi kesana sendirian. Siapa Cece Lia? dia China tapi dia nggak ngaku kalau dia china -_- padahal dari matanya yang sedikit itu udah jelas menunjukkan bahwa dia china. Cece Lia adalah pacarnya mantan akoohh, jangan kaget dan jangan tanya kenapa. Nggak ada alesan buat nolak sebuah pertemanan.

Disini Saya pesan Grape Cheese  sebagai santapan malam ini ditemani dengan Popping Boba Taro. Semuanya serba ungu, hingga makanan juga ungu. Outfit hari ini juga Baju yang warna ungu muda mendekati putih, hmmm ungunya senada dengan warna Popping Boba Taro deh. Nggak lupa Flatshoes ungu, dan ransel ungu. Huahahah. Dan Saya duduk di bangku berwarna ungu.


Ruangan ini sweet banget buat yang berdua sama pacar atau gebetan. Suasana mendukung men! 

Pada saat Saya datang itu emang suasana lagi sepi, maklum itu masih habis Shalat Maghrib. Jadi Saya menjadi penghuni pertama. Disambut ramah mas-masnya yang kece badai. Jepret dulu sedikit demi sedikit dan hinggap di kursi berwarna ungu. Dan memilih menu yang amazing.


Nah, warna dindingnya yang khas berwarna ungu. Membuat Saya jatuh hati banget sama tempatnya, secara Saya Unguholic pakai banget. Aaaaaakkk!! Liat yang ungu-ungu begini jadi cerah matanya. Apalagi disebelahnya itu ada cheese cake nyumiii~~

Lcheese Corner

Nah didinding sebelah kiri dari pintu masuk di hiasi dengan beberapa bingkai foto yang memenuhi dinding. itu keren banget.Suasana habis hujan, dingin dingin gimanah gituuh.

Grape Cheese Cake

Inihhhh diaaaaaa Grap Cheese pesanan Saya. Ungu dan unyuk, bukan~~. Cheesenya yang lembut aaaaakkk, intinya ENAK!

Popping Boba Taro

Nah minumannya ini juga unik, ungu juga kann~~. Poppingnya biking gemes. Bubble-bubble yang meletup-letup dimulut berisikan apa gitu, Juicy dan segar banget. Hmmmm pokoknya Saya nggak nyesel, udah gitu mas-masnya cakep lagi -_- *okeh lupakan. Minumannya juga lembut-lembut gitu masuk ke tenggorokan tanpa nyangkut. huahahah mengalir dengar indah. Popping Boba Taro ini seharga Rp 20.000

Grape Cheese
Grape Cheese yang cheesy banget ini seharga Rp 20.000

Who is ??
Nggak beberapa lama Saya nangkring sendiri datang beberapa pasangan yang duduk saling berhadapan. Saling bercerita dengan akrabnya, lalu Saya melihat kedepan hanya ada kursi kosong tanpa penghuni. Bingung mau bicara sama siapa. Aaaaaakkkk! Apa ajak mas-masnya bicara aja kali ya :| Lama-lama sendirian disini Saya semakin geregetan. Tiba-tiba terdengar lagunya Mbak Sherina diufuk timur sana. Okeh, kenapa Saya bisa geregetan? itu karena mas-masnya yang kece mondar-mandir muluk, jelas sih karena ada pelanggan yang datang -_-. dan lupakan beberapa kalimat terakhir :\
Sekali lagi, Saya ingin mengucapkan Selamat Milad Blogger Energy yang ke 2 Tahun, semoga jaya terus dan semakin besar. Rasa kekeluargaan yang pekat nggak hilang meskipun nantinya keluarga BE jadi artis semua. Amin.

Setiap ada yang berulang tahun biasanya ada yang dihebohin ada yang nggak. Tergantung pribadi seseorang dan tergantung pada keadaan finansialnya juga. Tapi kali ini, Saya ikut memeriahkan ulang tahun komunitas yang menjadi dunia baru bagi Saya.

Setiap ulang tahun nggak lepas dari ucapak selamat dan doa yang baik dan penuh berkah. Saya harap juga begitu untuk Blogger Energy. Sebelumnya Saya minta maaf karena di postingan kali ini buffernya pasti rada lama karena kebanyakan foto. Saya nggak tahu mesti bagaimana bercerita, jadi Saya membubuhkan beberapa foto saja dan biarkan foto yang bercerita. Maaf mungkin rada mengganggu mata karena disini ada banyak foto.

Perjuangan Pagi

Pagi itu pukul 10 pagi, Saya masih berada di kantor tercinta. Hari ini minggu, tepat dimana kopdar pertama Saya dengan warga komunitas Blogger Energy. Acara kopdar dimeriahkan oleh beberapa orang yang bener bener cinta BE. Saya salut dengan mereka. Kenapa Saya sebut mereka cinta BE? nanti Saya jelaskan dibawah.

Pukul 10 lewat 45 menit Saya beranjak keluar kantor untuk mencari sebuah kado yang akan dibawa nanti ke acara Kopdar Blogger Energy Pekanbaru. Namanya juga acara ulang tahun, nggak klop rasanya kalau nggak ada Kado. Jadi salah satu lelaki ganteng dan memang hanya dia yang paling ganteng diantara ladies kece sebut saja Bang Rozi (nama tidak disamarkan) yang mengusulkan untuk bertukaran kado. Ok, ini emang dadakan banget agendanya membuat Saya kocar-kacir nyari kado. Kado diberikan secara acak sesuai undiannya. Jadi semua yang hadir itu berpeluang untuk mendapatkan kado dari Saya, otomatis kado itu harus bisa dimanfaatkan untuk warga cewek dan cowok. Iya, Bang Rozi cowo (katanya). 

Jadilah Saya nyari, Tujuh kali singgah di toko dan Mall Pekanbaru membuat Saya dipalakin sama tukang parkir. Bodohnya lagi, toko yang Saya singgahi itu hanya berjarak beberapa ruko, ntah mengapa Saya nggak jalan aja, tapi malah make motor dan parkir lagi, jadilah kena buronan abang tukang parkir.

Jadi, karena nggak tahu mau ngasih apa Saya ngasih buku ada sebagai kado. Dan begonya lagi nggak sekalian dibungkus di Gramedianya tempat Saya membeli, biar nggak repot gitu. Tapi Saya sadar kebodohan itu ketika Saya sudah diluar.

Saya mesti mutar Jl. Jendral Sudirman lagi buat nyari kertas kado, dan Saya sempat berfikir "bungkus pakai kertas HVS aja gimana ya" tapi niat itu Saya urungkan. Nggak kece banget kalau bungkusnya  pakai kertas HVS. Jadilah Saya singgah dibeberapa toko buku dan ya, nggak ada kertas kadonya akhirnya kena pajak tukang parkir lagi. Dan Saya memutuskan untuk balik ke kantor Saja dan mencari ditoko yang berada di dekat kantor Benar saja, kertas kado disana banyak dengan pilihan yang unyu banget dan Saya jatuh cinta pada kertas kado bertemakan Animasi Frozen. Jadilah Saya membungkus kado sendiri dengan ala kadarnya.



Pesta Dimulai

Siang itu, tepatnya pukul 13.50 Saya langsung berpindah dari kantor kelokasi dimana kopdar diadakan. Di Gaboh Burger yang berada dibelakang SMK Negeri 3 Pekanbaru (lupa nama jalannya). Disana sudah menunggu Bang Rozi, Kak Iva, dan Cica. Kak Risa lagi ngaret dan datang pukul 14.30, lumayan ngaret satu jam.

Setelah Kak Risah datang, kami langsung tertuju pada ruangan yang biasanya digunakan untuk meeting atau persentasi bagi para pengunjung, jadi kami ngambil posisi disana kebetulan lagi free ruangannya.Jadilah kami berasa dirumah sendiri tanpa adanya gangguan orang yang envy dengan tatapan mata tajam setajam penggaris besi.

Diruangan itu pertama nggak ada keributan yang berarti, yang ada hanya kerempongan kami para alien jadi-jadian yang mengobrak-abrik ruangan tersebut dengan tempelan "Happy Birthday" dan ini masangnya juga rempong banget. Yang beli Kak Risah, dan akhirnya Kami meminta pertolongan sama Abang-abang gaboh buat minta isolasi buat nempelin tulisan ini. Dan jadilah Saya dan Cica yang masangin.



Lagi rempong



Ntah siapa yang foto


Setelah sadar difoto

Gift and Take
 
Nah, setelah sesi pasang memasang "Happy Birthday" selesai, kami tukaran kado. Nggak etis kalau ada acara ulang tahun nggak ada kadonya. Nah, kadonya buat siapa? Yaa dari kami untuk kami. Sama seperti BE, dari gyerz untuk gyerz, atau bisa juga member get member. Oke, yang terakhir lupakan.

Pembagian kado ini diacak secara di undi. Yang Dapat kado dari Saya itu Bang Rozi,Kadonya Bang Rozi didapatkan oleh Cica, Kadonya Cica didapatkan oleh Kak Risah, Kadonya Kak Risah didapatkan oleh Kak Iva, dan Dari kak Iva untuk Saya.



Kumpulan Kado
Kadonya nggak mesti mahal, cukup kado yang berkisaran 10 hingga 20 ribu dinar maksimal. Tapi karena Saya lagi kaya, jadi nyari barang seharga itu di Gramedia langka banget :|. Jadilah kado sederhana itu untuk kami simpan bersama dalam kenangan indah kopdar pertama Saya ini.



Sayembaran Pembeli Lilin - Main "UNO"


Bukannya mau ngepet, bukan juga karena mati lampu. Saya terfikir gimana kalau nanti ada adegan main UNO, pasti seru. Fikiran ini muncul tiba-tiba aja. See, indah banget. Kami semua menikmati permainan itu. Berawal dari Saya memberi sedikit pengarahan ke mereka, disini ceritanya Saya yang mafianya. Mhuahaha :D

Nah setelah itu, main deh. Pertama Saya keluar sebagai pemenang, disusul Kak Risah dan Cica dengan perjuangan untuk menyebut kata "UNO". Cica selalu lupa buat menyebut kata "UNO" ketika kartunya tinggal satu. Mhuahahah :D
Dan persaingan sengit antara Kak Iva VS Bang Rozi, untuk merebut gelar tukang ngepet cari lilin. Hiahahaha :DSetelah main tiba-tiba diadegan terakhir ada percakapan aneh.

"Kartu ungu buat apa, Pin?" tanya Kak Iva. 
"Ngggggggggggggggggggggggggggg, buat apa ya? Vina lupa kak. Ganti kartu aja kak nanti Vina cari jawabannya, wwkwkwk" jawabku seadanya.
Karena nggak tahu, tawa kami memecah ruangan itu. Untung nggak pecah beneran. Kami memang cuma enam orang disana satu lagi Kak Iwel kakaknya Kak Iva. Tapi, suara kami itu ngalahin penonton yang lagi nonton kosernya Taylor Swift. PUECAHHH!
Dan jadilah Kak Iva terselamatkan karena itu, dan si pemenang untuk membeli lilin dianugerahkan kepada wanita kami, Bang Rozi. Mau nggak mau mesti nyari keliling dimana lilin berada.


Pipi itu mengalihkan nikmatnya Greentea Smoothies

Nggak ingat dalam rangka apa mainin handphone

Burger Birthday Cake

Setelah bang Rozi datang habis ngepet nyari lilin, akhirnya ketemu. Untung Bang Rozi nggak lupa untuk berubah. Dan jadilah lilin ditancapkan pada tempatnya. Permasalahannya sekarang, kami nggak punya korek. Minta sama Abang-abang gaboh juga mesti nunggu karena lagi banyak pengunjung. Berfikir main UNO lagi buat nyari korek. Andai nyari pacar semudah itu. *lah


Belum ada apinya



UNO
Late Lunch

Dan nggak beberapa lama kemudian santapan jasmani datang. Dan kami makan dengan hikmat, tetap dengan celetukan bahagia yang membuat suasana semakin hidup dan buahahahah :D


Nasi dan Ayam Bakar Madu



Maaf, Jika ini merusak mata kamu xD

Tiup Lilinnyahhhh

Prosesi peniupan lilin
Lilin yang dibeli tadi statusnya masih belum hidup, akhirnya Kak Risah berinisiatif langsung ke kompornya ajah :D wkwkwkwkw akhirnya hidup deh itu lilin.


Prosesi Niup lilin

Setelah lilin itu ditiup (Saya sendiri yang niup) jaga-jaga buat nanti malam jika dibutuhkan. Lalu, kami mulai mengeluarkan sifat liar. SELFIE! huahaha, tapi selfie kali ini berbeda dengan para kawula muda normal lainnya, selfie kali ini cukup absurd.

TONGKAT NARSIS

Farewell Party - Risah Goes to Papua

Karena sebentar lagi Kak Risah bakalan ke Papua, bakalan berkurang mak rempong Blogger Energy Pekanbaru. Kak Risah bakalan satu tahun di Papua sanahh. Saya nggak berharap Kak Risah pergi dengan pakaian Syar'i nya pulang-pulang udah pakai koteka. Koteka syari nggak masalah, sih. Dan karena Kak Risah nanti bakalan jadi anak gunung, jangan sampai Kak Risah nanti malah salah gaul, pulang-pulang bahasanya "Hugaa--hugaa-hugaaa" -___-




Kenyataan dan Hayalan

Dan Selfie berlanjut hingga sore menjelang malam. Nggak berasa kebersamaan itu udah berjalan empat jam. Tiba-tiba terdengar dari kejauhan
Jika kami bersama, nyalakan tanda bahaya.. Jika kami berpesta hening akan terpecah

Expectation


Reality
Jangan kira kami segahul itu berfoto menggunakan "Tongsis" kami berfoto lebih gahuuul lagi dari itu. Ya kami menggunakan Tongkat Layar untuk Infocus gitu. Gilak, berat banget. Kasihan kak Iwel berasa mau ditembak katanya. Emang sih, dengan gaya seperti itu Bang Rozi lebih mirip dengan abege salah asuhan yang mau malingin rumput tetangga, eh mangga tetangga. Saya takut, Kak Iwel teriak karena ketakutan. Untung itu bukan bambu runcing. Kasihan Kak Iwell~~ Posisi Kak Iwel pun mendukung banget seperti orang kepergok nyempilin upil ditembok. Saya berharap Kak Iwell nggak baca, mungkin Saya bisa dibacok sepertinya :|

Ide ini dilontarkan oleh Kak Risah sebagai kepala suku. Saya takut, Kak Risah udah kayak orang psiko karena nggak bisa dapetin Tongsis untuk tabletnya, jadinya gini. Saya takut, nanti di Papua sana Kak Risah malah nyabutin pohon disana buat jadi tongsis-tongsisannya dia.

Ingat! Kami memang berlima, tapi kehebohan yang kami buat itu bagaikan Emak-emak rebutan baju discount 70% + 20% di Mall. Selama bersama, Hanya hahahihi, wkwkwkwk, huahahahah, auuuauuuuuuuuu. Dan segala jenis suara tawa bahagia yang terdengar.

*** Untuk masalah kartu ungu itu, ternyata kartu itu berfungsi untuk putar kartu. Putar kartu disini maksudnya, seharusnya kartu kak Iva untuk Bang Rozi dan kartunya Bang Rozi untuk Kak Iva, karena pada saat itu mereka tinggal berdua berjuang untuk hidup atau mati. Jika itu terjadi, jadilah kak Iva yang ngepet ke Indomaret buat nyari lilin. Setelah Saya ceritain ini ke Bang Rozi, beliau melemah dan kurang semangat hidup, apalagi untuk ngepet udah nggak ada niat lagi.

Ini adalah kopdar pertama Saya dan Cica.. Semoga masih ada kopdar heboh selanjutnya :)

Setelah membaca ini, Saya ingin meminta maaf sedalam-dalamnya kepada kalian teman-teman. Telah menyiksa koneksi kalian buat ngebaca artikel ini penuh perjuangan buffer yang sangat.Tapi, beginilah hidup, untuk mendapatkan sesuatu harus berusaha dan mengorbankan sesuatu *apasih

Ini ada video yang diolah dari kedelai empuk jadilah video gaje amburegul awungot yang bahrelway banget :| Disini awalnya keren, tapi ketika tengah malam bakalan serem kalau dengerin ini. Pengalaman Saya pertama kali dikasi link ini sama Bang Rozi. Lagi menghayati soundnya, lah tiba-tiba ada suara kucing bagaikan terjepit di kolong meja. Saya teringat dengan suara orang-orang yang ada di reportase sorenya Transtv, suaranya persis seperti ini. Dan sebut saja namanya Rozi (bukan nama samaran)



Happy Milad Blogger Energy, Home of Personal Blogger, and my new homey. Happy 2nd Anniversary Blogger Energy. Semoga semakin solid semakin kece badai keunyuan. Semoga berkah group dan membernya :). 

Sebuah komunitas dapat bertahan lebih dari satu tahun itu udah kece banget, apalagi dengan member yang jauh dimata dan dekat saat blogwalking. Dua tahun bukanlah waktu yang sebentar, apalagi dengan member yang saling berjauhan tapi masih sempat untuk meramaikan Group. Meskipun sekedar say hello. Solidaritas sesama member juga masih terjaga baik. Ditambah lagi dengan adanya blogwalking tadi.

Belum lagi para ranger yang tiap hari merelakan sedikit waktunya buat mantau group. Di Blogger Energy punya empat ranger yang kece badaiii angin topan. Ada yang di Banjarmasin, ada yang di Bali, pokoknya mereka ber-empat itu beda kota. Tapi tetap kompak buat menghidupkan Blogger Energy atau akrab dengan singkatan BE. Menyisihkan dana untuk Best Article tiap bulannya untuk tulisan terbaik. Hah~ mereka unyu banget.


Dua tahun kalau diistilahkan umur manusia, dua tahun itu adalah umur dimana lagi rempong dan lagi aktif-aktifnya. Mencoba berlari, mencoba merakit mobil dan ngancurin piring emak. Tapi meskipun begitu, umur dua tahun lagi unyu-unyunya. Masih ngegemesin seperti Vina gituhh *mhuahahahaha dan masa perkembangan juga lagi yahud-yahudnya..

Disana kalau nyantai ya emang santai, tapi kalau nggak ikutin rule yang ada disana suasananya bisa mengganaskan. Makanya, sebelum melangkah jauh biasakan buat baca rulenya. Pernah waktu Saya ikutan promo postingan, tiba-tiba dihapus padahal sebelumnya saya promo masih aman-aman saja. Tapi ternyata karena Saya jarang nongol dan sekalinya nongol cuma untuk promo. Alhasil promo Saya di hapus dari komentar promo. See, simple kan. Patuhi aturannya.

Setelah postingan promo dihapus itu sakitnya disini *nunjuk hati*. Mikir nggak enak awalnya sih. Habis itu Saya nggak berani buat promo karena takut nanti bakalan di hapus lagi. Dua bulan bergabung di Blogger Energy belum ada tanda-tanda keramahan Saya buat ikut nimbrung karena bingung mau ngapain. Mau posting apa juga nggak tahu, mau komentar postingan member lain takut dibilang SOK KENAL!. Hah~ Akhirnya awal bulan Mei atau akhir bulan April Saya mulai memberanikan diri buat meninggalkan komentar di tiap postingan warga lain yang lagi ngajak diskusi atau ngajakin cerita santai aja. 

Semakin lama, semakin nyaman aja gitu bisa hahahihi nggak jelas, saling balas-balasan komentar gitu dan nggak jauh juga dari yang namanya modus, mean dan median. Nah awal bula juni Saya masih rempong nih komentar sana komentar sini dan promo sana promo sini. Akhirnya mulai akrab dengan para wanitanya Blogger Energy, yang sebelumnya yang Saya tahu hanya Kak Iva dan Kak Risah. Akhirnya Saya bisa komentar-komentar sama Kak Dwi di Bandung, Kak Mei di Surabaya ya kalau nggak salah, ada lagi Kak Rita di Guntung kalau nggak salah, ada penulis kece Kak Meykke di Bekasi apa dimana yak :|. Ada Maz Reyza, Nurul Huda, Dali Kewara, Rizal, Kak Aisyah Lsety Lina, Lilis, Kak Neechan :D aaaaakk banyak pokoknyaahh, yang nggak kesebut tenang aja, kalian ada dihati vina kok :D. Ada Bang Moti yang nggak cuma ninggalin komentar di postingan pada saat "bewe" tapi juga ninggalin kritik saran dan juga ngasi masukan. Ada para ranger yang ramah tamah kayak Mamah Dedeh, kalau ada yang bandel nanti dikasi siraman air panas.

Karyanya Bang Tofik. nyomot dari setancurug.blogspot.com


Rangernya unyuk banget ya diginiin. aaaaaakkkk xD

Nah, ntah bulan Juni emang bulannya Saya banget, ntah emang bulan yang "fun" banget ntah apalah itu. Saya semakin hobi dan malahan kurang klop kalau nggak kepoin groupnya BE. Dan nimbrung untuk pertama kalinya buat ikutan Best Articlenya. Ntah mengapa jiwa bloggerwati Saya sedang berapi-api dan tiap hari ikutan promo dan bewe sana-sini. Sampai akhir bulan pengumuman Best Article diumumkan Saya nggak sadar dan nggak tahu malahan kalau pengumuman sudah diluncurkan. Tahunya ketika sudah di mention sama Kak Dwi. Iya, pertama kali ikutan Best Article meskipun nggak menang dengan BA tapi Saya dapat Award Creative Gyerznya. Dan sebagai apresiasi juga ada wawancara unyu juga buat para penerima Award bulanan ini. Dan hadiah diberikan kepada penerima Award Best Article. Saya nggak nyangka, promo Saya yang sempat dihapus dan sekarang bisa dapat Awardnya. Simple, tapi ya---itu tadi, bahagia itu sederhana.

Blogger Energy like another home! Selain rumah nyata, Blogger Energy juga bisa jadi rumah maya bagi para Personal Blogger yang berada dimanapun di Indonesia Raya ini. Member dan Ranger yang friendly dan mudah berbaur satu sama lain ini yang membuat rasa kekeluargaan yang klop banget.

Kalau istilah ranger adalah sebagai penjaga, dan pemersatu para member Blogger Energy, adalagi namanya TeBe; Team BE. Biasanya Tebe ini juga merelakan sedikit waktunya buat ngisi Blog Officialnya Blogger Energy. Nah bagi para warganya dipanggil lah dengan Gyerz. 

Kalau Saya nggak Salah baca, Blogger Energy punya tujuan simple tapi mesti berjuang buat mempertahannkannya. Blogger Energy di khususkan bagi para blogger personal yang tulisannya emang asli bukan copas sana sini. Adanya promo dan wajib bagi yang ikutan promo buat blogwalking dengan teman-teman lain yang ikut promo. Apa sih fungsinya, padahal tinggal letakin link aja kok repot. Fungsinya adalah buat menghidupkan suasana blogging yang ramah lingkungan. Semakin sering bewe dan ninggalin jejak seperti komentar itu bisa menjadi apresiasi bagi penulis. Nah dengan berkomentar ria di postingan, para member dapat memberikan Energi positif dan menimbulkan semangat menulis. Aaaaakk.. Apakah tulisan ini kepanjangan?

Blogger Energy juga punya buku yang ditulis oleh 12 blogger kece dan unyu. Dan diberi nama  Asem Manis Cinta. Yang udah Saya baca dan sekalian buat reviewnya di blog yang nggak kalah unyu ini.


Pertama mau join Saya mesti buat postingan dengan Judul - Salam Sapa Blogger Personal. Okeh, itu Saya posting pada tanggal 10 Januari 2014. Dan Saya mesti sabar nunggu ntah di approve ntah nggak sama para ranger disana. Tak terasa 9 Februari 2014 pun tiba. Tiba-tiba pemberitahuan di facebook mendadak rame sampai puluhan gitu. Saya penasaran dan lihat, tadaaaaaa.. Nama Saya di tag di facebook karena udah di terima di groupnya. Jadi, pertama mesti kenalan dulu. Iyah, jadi anak baru gituuhhh. Udah lama sih tahu BE, cuma baru tergerak hati ini untuk bergabung karena bisikan-bisikan dari Kak Risah dan Kak Ivahhh~~

Nah, udah gitu. Setelah di approve udah bertaburan aja ucapan "selamat datang", "selamat bergabung", "semoga betah", "semoga dapat pacar" *hah? dan masih banyak sambutan hangat dari para warga blogger energy juga nggak ketinggalan para rangernya. How so cute they are? hahaha

Ini dia teman seangkatan yang diterima tanggal 9 Februari 2014, Minggu. Heuheuhh.. Dengan semangat empat lima Saya stalking lagi ke bawah, biar nemu postingan ini. Dengan kecepatan modem yang nyiput banget alhasil semalaman buat nyari ini doang :\ dan Saya sudah 6 Bulan di Blogger Energy.






Postingan Salam Sapa Blogger Personal punya Vina --
 http://www.kicauanvina.com/2014/01/salam-sapa-blogger-personal.html


Setelah nanya ke mbah google, postingan yang ketemu hanya postingannya Hendri Fahrezi dan Tampanable hihiuu~ kalau Saya nggak salah mungkin udah tenggelam dengan postingan baru. Nggak sanggup buffer hingga page 15 -_- Karena keterbatasan koneksi dirumah malam ini jadi ketemunya cuma beberapa postingan ini. 

http://tampanable.blogspot.com/2014/01/blog-energy-salam-sapa-blogger-personal.html
http://www.hendrifahrezi.com/2014/02/salam-sapa-blogger-personal.html
  
Mungkin demikian, dari pada tulisan ini kepanjangan dan dikira skripsi yang memusingkan. Lebih baik Saya sudahi tulisan ini, Happy 2nd Anniversary Blogger Energy~~

Waaaah ternyata postingannya panjang, semoga mata yang bewek kesini nggak keburu rabun senja :|

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Best Article Blogger Energy"
http://www.bloggerenergy.com/2014/07/2nd-anniversary-blogger-energy.html



Kenapa setiap ada yang ber-ulang tahun selalu identik dengan yang namanya kado dan kejutan. Apalagi yang berulang tahun itu makhluk yang disebut pacar. Itu bakalan rempong serempong-rempongnya. Bakalan ada fikiran, gimana caranya biar kado dan kejutan yang dibuat menjadi kado terindah yang pernah di dapat sama doi. Itu pasti bakalan ada. Bagaimana memberikan momen ulang tahunnya tahun ini menjadi best moment ever.

Saya Elvina Yanti biasa akrab dengan sapaan Vina. Sudah tiga kali bantuin nyari kado buat pacar. Mungkin Saya bisa buka biro jasa " Pencari Kado buat Pacar" mungkin slogannya gini "Mau cari kado? tapi nggak mau rempong. Call Vina Jasa Pencari Kado Saja!!, Pacar Senang semua aman!" mungkin gitu.

Tiga kali nyariin kado buat pacarnya teman, membuat Saya pengalaman memilah kado. Ada yang kadonya mudah dicari ada yang kadonya langka banget. Sepertinya yang kadonya susah dicari ini sesuai dengan orangnya.

Pencarian kado ini dilakukan Senin, 4 Agustus 2014. Pemberian kado akan diluncurkan pada malam kejutan. Tanggal 6 Agustus 2014 dirumah target, dan Saya juga ikut serta. Nggak cuma itu saja, Saya juga jadi tukang pembungkus kadonya. Kurang baik apa coba Vina. mhuahahha

Pencarian kado ini lumayan memakan usia, eh memakan waktu maksudnya. Mencari kado yang pas dan yang bisa dimanfaatkan oleh dipenerima ini yang sulit. Apalagi kadonya ini mesti sendal yang berhubungan dengan size. Aaaaakkkkk!

Sebut saja namanya Bang Kurnia tanpa kata "Bang" tentunya. Bang Kurnia mau nyariin kado buat pacarnya yang bernama Kak Nia tanpa kata "Kak" juga. Bang Kurnia pengin cariin kado sepasang sepatu untuk Ciderellanya ini. Pencariannya itu udah kayak nyari pacar tahu nggak sih, ribet, rempong dan melelahkan pemirsahh.

Ini dia yang Mak Rempongnya
Sebelumnya Bang Kurnia juga lagi siapin Video buat si Ciderella ini. Dengan melibatkan beberapa temannya Kak Nia juga tentunya.
"Vin, kirimin foto selfie ucapan untuk Nia dong, ajak Cica sama Kak Dewi juga ya"
"Siap komandan!"

Dan hari-hari Saya penuh dengan pertanyaan "mana fotonya, Pin?" akhirnya Saya kasi foto yang nggak seberapa ituhh huahhaha yang penting ada ucapannya buat Kak Nia.

Bang Kurnia ngasih tahu via bbm buat nyari sepatu Cinderella.

"Vin, temanin abang cari kado untuk Nia ya"
"Kado apa?"
"Sepatu gitu"
"Iya, kapan?"
"Kapan Vina bisa?"
"Ngasihnya kapan?"
"Tanggal 6 ini"
"Hmm minggu malam ya? sore Vina masih kerja soalnya"
"Hmm, ya bolehlah"

Minggu, 3 Agustus 2014. Bang Kurnia bbm lagi.

"Vin, nanti malam jadi nyari sepatunya?"
"Iya jadi Bang"
"Tapi jam delapanan gitu ya tunggu Nia pulang beraya dulu"
"Hadeh, malam sekali. Nanti nyari sepatunya lama lho bang"
"Ngapa pulak lama, cari aja, dapat langsung bayar"
"Vina udah pernah nyari bang, lama nyarinya belum tentu langsung dapat"
"Itulah cewek ni, rempong kali"
"Hahaha, atau besok ajalah bang. Vina tiba-tiba demam pulak"
"Ha suai tu. Besok bisa. Gws ya, Pin"
"Sipp makasi abang"

Status masih nangkring dikantor. Padahal udah pukul delapan malam. Akhirnya Saya memutuskan untuk pulang kerumah dan istirahat karena tulang berasa udah mau pisah dari balutan kulit ini. Dan ya, Sampai dirumah Saya langsung tidur.

Keesokan harinya, Akhirnya Saya nyariin kado itu pukul dua siang.

"Bang, jadi nanti nyari kadonya? Vina kebetulan libur ni"
"Jadi, jam berapa?"
"Jam dua lah ya"
"Sekarang ajalah kalau gitu"
"Hee sekarang masih jadi wanita dirumah jadi sibuk"
"Atau jam satu aja, Aku lagi dirumah Alpi biar nggak lama nunggunya"
"Yeelah"
Akhirnya jam satu siang Saya udah terdampar manis di Citra Plaza yang berada di Jl. Pepaya. Langsung masuk dan nyangkut di Toko BATA. Ada sepatu yang manggil-manggil Saya  untuk dibawa pulang. Sambil berputar-putar sambil nungguin Bang Kurnia datang banyak banget cobaan dan godaan -_-

Akhirnya Saya memutuskan untuk langsung ke Matahari Dept. Store. Sambil liat-liat kali aja nemu sepatunya. Satu jam kemudian Bang Kurnia telpon, Saya melihat jam di ponsel sudah menunjukan pukul dua lewat gitu. Biasa, Bang Kurnia ngaret :\ Akhirnya ketemu si Bapak ini dan mulai mencari mana-mana aja sepatu yang bisa jadi target. Ternyata nggak ada ketemu pemirsah. Udah muter sana sini nggak ketemu.

Lalau Bang Kurnia ngajak ke Bucherry. Udah muter-muter Bucherry juga nggak ketemu. Ada sih, tapi ukurannya nggak ada. Ketahuilah, kakinya si target itu langka. Kecil.

Berbicara dengan Mbak-mbak Bucherry

"Mbak, yang ini ada size-nya?" tanyaku sambil nunjukin sepatu yang dimaksud.
"Bentar ya Mbak, di cek dulu"

Beberapa hari kemudian, Mbaknya muncul lagi.

"Yang ada size 38 Mbak"
"Wah, 36 nggak ada Mbak?"
"Nggak ada Mbak"

Okeh pertanyaan Saya memang nggak jelas, udah dibilang yang ada size 38 malah nanya 36.

Dan balik lagi ke Matahari Dept. Store. Kembali dideretan sepatu bermerk Fladeo, Yongki Komaladi, Kickers dan lan-lain. Lagi banyak discount dan sale gitu. Cuma sejauh mata memandang nggak ada abang-abang tukang bakso, yang ada hanya hamparan sepatu tergeletak manis berharap diangkut dari tempatnya.

Waktu udah menunjukan pukul empat sore. Kaki sudah lelah dan mau lepas habis muter-muter nggak nentu ini. Dan akhirnya Bang Kurnia memutuskan untuk rehat sejenak di Round Cafe yang berada di Lantai empat. Disana kita bisa lihat pemandangan pekanbaru dari atas.
Setelah beristirahat dan berdiskusi tentang kado apa yang akan diberikan kalau sepatunya nggak ketemu. Dan waktupun menunjukkan pukul setengah lima sore. Dan kami melanjutkan kembali perjuangan untuk mencari sepasang sepatu.
Nah, kami kembali ke Matahari Dept. Store dengan harapan bisa ketemu sepasang sepatu yang dimaksud. Dan ya, Mata Saya tiba-tiba tertuju pada sebuah sepatu. Bingungnya, kenapa tadi nggak kelihatan ya sepatu itu, padahal udah mondar-mandir didaerah situ sebelumnya.
"Bang, bang!! ini bukan sepatunyaaahhh"
"Ha iya, Pin. Ini. Tapi warna apa ya bagusnya"
"Warna ini ajalah ndak bang" sambil nunjukin sepatu.
"Putih ajalah ndak, biar ada kesan mewahnya"
"Hmm iya boleh, tapi sizenya 38 Bang"
"Coba tanya"
Saya menghampiri Mbak-mbak yang matahari itu
"Mbak, ini yang ukuran 37nya ada Mbak?"
"Bentar ya Mbak, Saya cek dulu" 
Sambil menunggu Mbaknya Saya berleyeh leyeh sejenak. Dan Mbaknya balik.
"Mbak, nggak ada lagi yang ukuran 37 kalau warna putih"
"Ohh iyadeh Mbak, ini aja ya Mbak"
Akhirnya pilihan pada warna ngepink ntah peach itu. Dan Bang Kurnia bayar ke kasir dan ditawarkan member MMC. Bang Kurnia setuju dan kartunya diambil diruang informasi. Dan juga dapat Voucher belanja senilah lima puluh ribu yang akhirnya nggak terpakai.
Waktu udah menunjukkan pukul enam sore. Dan Saya nyangkut di toko pernak-pernik Strawberry, dan Naughty. Sambilan beli bungkus kadonya juga.

Dan setelah muter-muter sanasini akhirnya waktupun menunjukkan pukul tujuh malam. Itu kaki udah berasa mau mencar dan pinggang udah mau lepas karena jalan terus nggak ada duduknya. "Aaaaaaakkkk!" teriak sambil ngesot.

Dan akhirnya kami pulang dengan damai sentosa dengan membawa sepatu tentunya.

Ketahuilan, udah mepet gitu, Bang Kurnia sempat nanya.
"Itu member card mataharinya bisa diambil kapan aja kan?"
"Nggak, harus hari ini Bang"

Ini posisi udah di parkiran.

"Eh ya udah temanin ke ruang informasi yuk ambil member cardnya"
"Hee Abang ajalah, udah mau lepas ni kaki aaa"
"Hee hayuklah, mau pengurusan ndak"
" :\ ini bukan pengurusan namanya, tapi betis yang gede"

Dan akhirnya sampai di ruang informasi lantai dasar. Bang Kurnia akhirnya buka suara bicara sama Mbak-mbak Customer Servicenya.

"Mbak, mau ngambil member card matahari disini ya Mbak?"
"Oo bukan, di lantai empat mas"

Saya mendengar itu seperti sambaran petir ditengah hari bolong. "Ha!! lantai 4??" ini kaki udah gemetaran minta di istirahatkan, hellow :|
"Yuk Vin cus lantai empat" 

Dan cuss lagi, rencana mau naik lift aja. Lah, liftnya mendadak nggak beroperasi. Aaaaaaaaaaaakkkkkkkk!! mesti ngesot di eskalator nih :|

Dan sebelum menuju lantai empat, Bang Kurnia singgah di lantai tiga dulu untuk memastikan sebelum kami muter-muter nggak jelas lagi. Dan Bang Kurnia nanya lagi sama Mas-mas, sambilan Bang Kurnia nanya, Saya langsung lurus aja. Lah Pas lihat kebelakang Bang Kurnia udah ngilang aja kayak Jin.

"Mas mas, Abang yang nanya tadi lewat mana ya?" 
"Lewar sini Mbak" sambil nunjukin arah.

Dan Saya akhirnya nggak melihat dimana keberadaan Bang Kurnia. Hah, yasudahlah mungkin udah langsung naik ke lantai empat. Dan Saya memutuskan untuk turun ke parkiran. Disini escaatornya nggak jelas, kadang kedua posisinya untuk naik, apaan kan. Saya mesti mutar ke belakang. Escalatornya nggak konsisten. Sambil cerita sendiri didalam hati, sambil terus menyeretkan kaki yang udah menjerit ini keparkiran.
Finally, sampai juga di parkiran! Bagaikan ketemu oase ditengah padang pasir.

Tapi Bang Kurnia juga nggak ada :| Samsung mati, flexy nggak ada pulsa. Blackberry hidup tapi nggak ada pulsa juga. Aaakk gimana iniiihh -_- Hanya menunggu jalan satu-satunya. Iseng coba menggunakan "Call Me" karena make kartu AS. huahah. Akhirnya ditelpon sama Bang Kurnia hah~ akhirnya bisa pulang.

Fyi aja nih ya. Nyari kado ini juga mengikutsertakan pendapat di penerima kado, lho! meskipun menggunakan alibi mau beli sepatu untuk tante dan lain-lain. Tetap aja maksa sampai minta si target buat ngukur kakinya dengan penggaris. Mungkin dia curiga, tapi semoga nggak :| Malah, ingin rasanya langsung nyeret target buat bantuin nyari sepatunya sekalian minta bungkusin kadonya sekalian -_- Tapi niat itu Saya urungkan demi keselamatan bersama.

Pou Cake

Dan malam ini mereka, iya mereka Bang Kurnia, Cica dan Kak Dedew ngasi surprise kerumah Kak Nia, Saya nggak bisa ikut cuma bisa ngantar kado doang ketempat Bang Kurnia karena ada beberapa hal.
Maaf nggak bisa ikut Abang, Kak Nia :). Feel like My Broth and My sist :)

Cuma bisa ngasih doa, Selamat Milad 25 Tahun Kak Nia, semoga umurnya berkah dunia akhirat dan lekas Nikah sama Bang Kurnia :) Love you, and Cica dan Kak dedew aaaakkkk envy :(

Bang Kurnia dari awal udah mikir ngasi kue bentuknya Pou, karena Kak Nia suka sama pou. Dan Saya juga udah kepoin Kak Nia tentang sepatunya itu selama dua hari. hahahaha, sampai pembahasan pun melenceng jauh sama Kak Nia :| Buat bungkus kado juga bang Kurnia rempong bingit, "Vin, nanti buatin kata-kata romantis didalam kadonya yah. Biar gimana gitu" yang akhirnya Saya lupa. huahahah bungkusnya udah kemalaman dengan pinggang dan kaki udah mencar :\

Kak Niaaaahhhh :3