Ini aksi ketiga dari usaha jasa-jasaan untuk membahagiakan orang lain. Seperti yang diketahui, sebelumnya sudah ada aksi kejutan untuk Pacarnya Bang Kurnia, lalu kejutan Buat Bang Kurnia sendiri dari si Pacarnya Kak Nia, dan sekarang untuk si Karam atau biasa di kenal dengan Dian. Yaa nggak cuma late surprise tapi juga menjadi hal yang membahagiakan lebih dari surprise dimana malam itu juga malam jadiannya si Karam sama si gebetannya.

Awalnya, Karam kan ulang tahunnya itu tanggal 16. Tapi berhubung si Watik diluar kota alias pulang kampung, jadi nggak ada acara-acaraan gitu. Jadi Sebenarnya ini rencana kita berdua antara Saya dan Watik. Jadi, rencana awal kita itu mau ngasi surprise di hari sabtu. Iya, hari sabtu. Tapi Saya berfikir kenapa nggak ngajak gebetannya si Karam sekalian biar lebih rame dan feelnya juga lebih mengena dihatinya Karam. ciyeeeee :3

Dan jadilah, karena si gebetannya Karam ini juga teman SMP Saya dulu jadi nggak terlalu canggung buat ngajakin untuk ikut serta dalam acara ini. Dari mulai nyari akun facebook, hingga minta Pin BB nya Saya lakukan. Yaa memanfaatkan jiwa stalker yang terpendam juga akhirnya. Setelah ketemu facebooknya dan add facebooknya, terus chat pun dimulai. Singkat cerita udah minta pin bb dan udah di invite ini... Dan itu masih hari kamis sih kalau nggak salah. Eh kamis apa rabu ya, itulah..

Dan jadilah hari itu Saya bbm-in si gebetannya Karam ini tanpa sepengetahuannya Karam. Dan tanpa panjang lebar si Gebetannya ini pun mau-mau aja, hiahahah..

Tibalah hari Jum'at si Karam nanya, "Sejak kapan berteman di facebook sama Adi? perasaan kemarin mutual friends nggak ada Vina" tanya Karam. Ini agak bingung juga jawabnya, nanti ketahuan dong :3 "Haha iya, kemarin Vina add dia, terus Karam cemburu?" ledek Saya sembari mengalihkan pembicaraan. "Bukan cemburu, soalnya kemarin ndak ada hahaha".

Dan tibalah hari Sabtu, Acara ini berlangsung mulai pukul setengah sembilan malam gitu lewat deh kayaknya. Karena sore harinya si Karam pergi ngeDate sama si gebetan. Yaa soal ngedate ini Saya sudah tahu jauh hari karena si gebetannya si Karam yang cerita hiahaha. Mereka pergi nonton cinnnnn..

Karena si Watik hilang ntah kemana, di telponin hapenya nggak diangkat, di bbm-in cuma checklist aja. Itu bingung juga mau ngapain. Jadilah, Saya ke Vanhollano dulu ngambil cake yang udah di pesan sebelumnya. Seharusnya ngambilnya jam 6 sore sih, tapi berhubung juga nggak tahu mau ngapain karena si Watik hilang jadilah Saya inisiatif jemput duluan sebelum jamnya.

For Your Information, Saya sempat mutar 5 kali jalanan HR Soebrantas itu buat nyari Vanhollano. 5 KALI! Hingga pada akhirnya nyasar di Vanhollano yang ada di SPBU Jl. SM Amin. Dan itu salah tempat, bukan disana pesannya -___-.

Yaa meskipun pada akhirnya ketemu juga Vanhollanonya. Tapi ajaib aja, kenapa Papan Namanya nggak kelihatan sama mata Saya, itu kan aneh.. Ntah mengapa setiap acara beginian selalu aja ada gangguannya, heran -_-

Nah, sampai di Vanhollanonya, Nanya deh ke Mbak Mas nya.
"Mas mau ngambil pesanan, atas nama Adi" tanya Saya.
"Boleh lihat bonnya Mbak?" balas Mas-mas nya.
"Ini Mas" lanjut Saya sembari menyerahkan bon pesanan.
"Oh ini, harus jam 6 Mbak, belum datang jam segini kuenya"
"Haduh, jadi mesti balik lagi ini mas ?"
"Iya mbak" si Masnya nyengir kuda.

Okay, kita kembali ke alam, biar nggak terlalu jauh jadi Saya mampir kerumahnya Tari aja. Hingga magrib menjelang dan sempat mati lampu juga Saya jabanin ke Vanhollano kembali. Dan disini ceritanya si Watik udah ngasi kabar kalau dia udah pulang kampung kembali, seandainya si Watik balik nanti, Saya mau buat si Watik jadi oncom bakar. Dia ninggalin Saya sendiri ngurus giniiannnnnnnn!!

Sesampainya di Vanhollano, lah kaget kotaknya gede karena ada dua kue yang nyatu didalamnya. Panik dong, gimana cara bawanya. Saya sendiri. Dan akhirnya kita ngelapor dong sama si gebetannya karam, yaa meskipun awalnya temannya si gebetan karam nggak bisa bantuin, tapi akhirnya temannya jemputin itu kue. Akhirnya bisa dibawa pulang kuenya hiahahaha.. Gara-gara nungguin temannya Adi ini, Saya sempat salah nyapa orang. Kirain ini temannya, ternyata bukan. Intinya salah orang dan akhirnya senyum mesem-mesem sendiri -_- malunyaaaaaa...

Karena kos temannya si Adi (Gebetannya yang sekarang udah jadi pacarnya karam) di belakang rumahnya Karam, jadi nggak terlalu sulit bawa kuenya kerumahnya karam. Ini ceritanya baru hidup lampu dan angin-anginan mau hujan sudah mulai menampakkan taringnya.

Nah, Pada saat mereka pulang, lah si Adi ngasi tahu kalau mereka udah di rumah si Karam ini. Dan kami baru sadar itu kue lilinnya nggak ada :| . Dan temannya Adi inisiatif hujan-hujan buat beli lilinnya itu, yaa si Adi semedi lagi dirumahnya karam perpanjang cerita gitu. hiahahaha.

Akhirnya lilinnya sampai, dan taraaaaaaa misi siap dilaksanakan. Gerimis mulai menemani langkah Saya menuju rumahnya karam, untung aja itu lilin nggak mati huahahah. Yaa seperti biasa manusia yang dikasi surprise kaget-kagetan gitu.
"Aaaaaaa Vina, kok nggak ngasi tauu diannnnn, dian kan jadi maluuu" pertanyaan bodoh pun mulai terucap.
Ini si karam ntah nggak sadar ntah bagaimana, gimana mau bilang coba. kalau dibilang nggak surprise dong -_- tapi berkali-kali dia berkata seperti itu. Haaa sudahlah.

Dan itu nggak cuma kue, saya juga bantu bawain Mawarnya si Adi untuk karam, BUNGA MAWAR! Vina baikkan :3 Yaa kalian tahu ini bukan cuma acara kejutan yang telat tapi juga ada prosesi sakral. Rencana mau dibuat live juga. JANJI SUCI blabalab gitu :D

Dan setelah make a wish, tiup-tiupan lilin dan suap-suapan kue hujan badai disertai petir pun turun dengan indahnya. Saya masuk kerumah Karam (sambil nguping) dan si Karam sama Adi masih diluar yaaa cerita panjang kali lebar sama dengan jadian. Hingga malam pun semakin larut, mereka bercerita dibawah hujan rintik-rintik dan Saya memutuskan untuk pulang kerumah.

"Vina punya hutang cerita sama dian" ucap dian.

Okay, Suasananya pas banget buat acara malam itu. Eh iya, pada saat acara berlangsung Listrik sudah hidup kembali hahahah tau aja ini PLNnya. ahahaah

Langgeng yaa karam kamii :) Semoga berbahagia dengan kejutan yang super telat itu. Have A Nice Saturday Night.. Dan Saya senang acara berjalan lancar dan sesuai rencana plus Happy Ending.

 



Susahnya jatuh cinta membuat rasa itu menjadi langka. Eh sekalinya tersentuh seakan tak ingin lepas. Terkadang banyak hal yang tak terduga yang terjadi, salah satunya tiba-tiba rasa suka pada seseorang. Ketika rasa itu dipendam, sama halnya dengan menanam sebuah pohon. Semakin lama dipendam akan semakin tumbuh dan berkembang hingga rasa itu muncul dengan kuatnya. Ketika kamu ingin lepas dari rasa itu kamu baru sadar sudah masuk terlalu dalam hingga tak bisa keluar. Seperti terperangkap didalam sebuah labirin, membingungkan. Dan semakin kamu ingin melepaskan diri dari rasa itu, rasa itu semakin kuat menahan untuk bertahan.

Seseorang yang sedang jatuh rasa itu itu jiwa detektifnya bakalan muncul. Semua yang berhubungan dengan dia akan di kupas tuntas. Meskipun susah, tapi tetap niat buat nyari sampai ketemu. Meskipun nggak ada link sama sekali antara kamu dan dia.



Berusaha sendiri itu memang nggak enak, langsung jujur juga nggak enak. Serba salah memang. Tapi semua itu butuh proses. Memang kalau jodoh nggak kemana, tapi tetap aja jodoh itu harus diusahakan. Ya meskipun nggak jodoh, setidaknya dia pernah mengisi bagian dari hati kamu yang kosong. Mengenalkan kamu bagaimana rasanya berusaha untuk mendapatkan sesuatu. Bagaimana rasa keingintahuan yang tinggi hingga mendetail membuat kamu penasaran untuk memecahkan hal yang tidak kamu ketahui. Dan bagaimana rasa itu hadir tanpa kamu sadari. Semua mengalir alami. Tak bisa ditahan, tak bisa diatur dan tak bisa dicegah.

Rasa yang terpendam itu memang nggak enak. Seakan ada tapi nggak dianggap. Hanya berani melihat di kejauhan dengan pandangan yang tertuju hanya pada satu objek. Terkadang bahagia dan terkadang bisa luka sendiri. Bahkan tak sanggup untuk diceritakan pada siapapun. Hanya kamu dan Tuhan yang tahu. Karena kamu tahu, ketika kamu bercerita pada orang lain, mereka hanya akan semakin menumbuhkan rasa yang ada. Setidaknya dengan kata “CIYE-CIYE”. Sejenak hati berbunga dan beberapa hari kemudian  bunga itu layu.

Tak mudah mengagumi dalam diam. Harus menahan emosi untuk tetap tenang dan tetap terlihat seakan tidak terjadi apa-apa. Hanya terpajang wajah polos tanpa tahu apa yang sebenarnya dirasakan. Hanya tak ingin dia tahu, biarkan dia tahu dengan perlahan ketika saat itu sudah terlambat. Karena rasa itu disadari setelah dia pergi. Dan hanya ada penyesalan karena rasa itu tak terungkapkan.

Dari mengagumi, menjadi rasa suka dan berlanjut menjadi ya begitulah.

Tulisan Sepintas Lalu

by on December 01, 2014
Susahnya jatuh cinta membuat rasa itu menjadi langka. Eh sekalinya tersentuh seakan tak ingin lepas. Terkadang banyak hal yang tak terduga ...