Kenapa Belum Bisa Move On ?

Kebanyakan orang yang baru kehilangan susah untuk Move On. Kenapa belum bisa Move On ?. Dari hasil menjelajah dunia sosial media adalah terbaca sedikit "ketika kamu susah untuk move on, itu karena saat kamu memberikan hati kamu, kamu juga memberikan harapan mu penuh kepadanya. Sehingga saat dia pergi, maka dia juga membawa harapanmu" lupa sih baca dimana. Karena baru mood lagi untuk ngeBlog. Dan sekalinya ngeBlog lagi pembahasannya nggak jauh dari BAPER. Topiknya jomblo banget!

kicauanvinacom


Menurut insting Aku yang labil bin alay ini, emang bener sih. Saat berharap sama orang dan saat orang yang kita harapkan itu pergi, itu susah banget untuk move on. Udah berasa dunia mau runtuh, padahal mah lebay aja biar agak drama. Hal ini dikarenakan kita merasa harapan hanya ada pada Doi. Padahal, seharusnya nggak boleh tu berharap berlebihan pada manusia. Hal inilah yang membuat kita susah banget untuk "pindah". Berdasarkan pengalaman Aku yang ntah sudah berapa kali berharap sama manusia, untuk berpindah ke "rumah" yang baru emang sulit. Karena di mindset Aku udah tertanam kalau yang Aku harapkan cuma doi. Coba aja kita ikhlaskan doi pergi. Yaa, sakit pasti ada tapi nggak separah saat kita udah ikhlasin dia. Dan semoga doi tenang disana bersama yang baru.
Move On itu berkaitan dengan mengikhlaskan. Ketika kita sudah ikhlas maka rasa-rasa yang dulu pun akan memudar dengan perlahan. Selagi masih belum ikhlas, rasa itu akan tetap tertahan dan tersimpan. Eaaakk! Hikmah dari mengikhlaskan, kita juga nggak ada dendam karena kepergian doi dan pasangan barunya. Oiya, postingan ini masih ada sangkut-pautnya ya dengan postingan ini >> Sisi Lain Patah Hati

Dulu, duluuuuuuuuuuu banget waktu Aku pernah suka sama orang. Senior sih, ya. Pernah suka sama orang, lawan jenis. Iya, dulu pernah. Cuma emang dasar si Abangnya yang baik jadi mungkin dianggap Adiknya, lah Akunya Baper-an. Tapi Aku belum berani bilang kalau Aku suka. Biasa, masih jaman-jaman jahiliyah dulu. Jadilah Aku pendam sendiri, belum ada yang tahu ni, emang rapat banget sampat lalat pun mungkin nggak tahu dan mungkin emang nggak peduli. Yap! Berani melihat doi dari kejauhan, giliran lewat Akunya diam seribu bahasa tanpa kata, giliran disapa haduhhh mendadak jiwa feminim Aku muncul seketika. Malu. Saking sukanya sama ini orang, yang Aku nggak tahu kenapa Aku bisa suka, dan nggak tahu juga alasannya apa. Pada pandangan pertama gitu, aduhay nggak tuh?. Aku belain cariin kado untuk ulang tahunnya satu bulan sebelum doi ulang tahun. Goks banget nggak? bego sih menurut Aku. 
Waktu itu masih labil banget dan buta juga belum kenal jalan kehidupan yang masih luas ini sepenuhnya. Dan, cara ngasiinnya juga awkward banget. Di Parkiran, eui!. Ngenes banget, dan awalnya Aku cuma letakin di motornya doang, eh lagi nungguin tiba-tiba orang yag ditunggu datang. BTS a.k.a Behind The Scene selama ada drama di parkiran, teman Aku nungguin dibalik layar yang karena nggak tahu mau lompat kemana karena doi tiba-tiba aja muncul. Jadilah, teman-teman Aku sembunyi dibelakang kelas dekat parkiran. Gelap, banyak nyamuk dan rerumputan.Tapi, seiring berjalannya waktu, Aku sadar aku nggak mungkin bisa. Setelah Aku sadar, Aku malah doain biar doi cepet dapat pendamping terus nikah, dan Aku bahagia. Udah gitu aja doanya buat doi. Eh beneran, akhirnya doi punya pacar dan Akunya malah lega. Emang beneran di ikhlasin banget perasaannya. Biarlah rasa itu ikut pergi bersamanya, karena rasa yang tercipta saat itu memang untuk doi bukan?. Dannn malahan, waktu doi wisuda Aku ketemu pacarnya pulak, terus salaman kaya nothing happent gitu. Syahdu kan, ademm aja gitu nggak ada rasa ini itu yang nggak jelas.

Ketika kita mengikhlaskan sesuatu karena Allah, insyaAllah Allah akan ganti dengann yang lebih baik. Meskipun nggak dengan cara instan langsung datang gantinya. Yang penting ikhlas dulu. Dalam proses yang rumit dan penuh drama ini, Aku sadar disini Aku diajarin belajar untuk ikhlas. Ikhlas yang emang bener-bener ikhlas gitu. Semakin Aku ikhlas, semakin mudah buat move on nya. Ini berdasarkan pengalaman pribadi, yak. Nggak tahu ngaruh apa nggak sama yang lain. 

Aku juga nggak tahu kenapa hidupnya penuh drama ala ala FTV gitu. wkwkwkwk! suka heran aja. Ada yang pacaran sama temen satu kelas yang awalnya berantem muluk ngalahin tom n jerry sampai dipanggil wali kelas. Skenarionya, Berantem - Pacaran - Putus - Balik berantem lagi. Terus ada lagi, yang tiba-tiba datang nggak ada hujan nggak ada badai petir eh dia berhasil masuk ke hidup Aku. Lalu dia pergi, dan balik lagi masih dengan hal yang meluluhkan hati lalu pergi lagi. Sukak sukaknya lah! Tapi, tetap balik lagi. Ikhlasin aja, biar gampang move onnya. Ini seriusan curhat sambil tausiyah -_-, udah mirip mamah dedeh belum?

Masalah mengikhlaskan, emang nggak semudah itu juga, sih. Yang jelas jika tidak mencoba ya kita nggak tahu. Coba aja ikhlasin, semoga move on nya gampang. Aku orangnya managemen hatinya nanggung. Bisa sih control untuk nggak suka atau suka sama orang, tapi kalau udah open malah nggak bisa di tutup atau distop. Tapi kalau emang nggak open, yaa aman gitu. Jadi, mudah baper karena tingkat sensitifitasnya tinggi banget dibagian hati. Nggak kulit aja yang bisa sensitif.

Hal terpenting kalau mau move on ikhlasin dulu rasa itu pergi bersama doi. Tapi harapannya jangan ikutan pergi juga, bahaya. Kalau nggak mau pake move on jangan mudah terbawa hati. Kalau udah terbawa, yaahhhh terima nasib aja. ^o^ Ini pengalaman pribadi, jadi udah Aku alamin. Semakin Aku ikhlas, semakin Aku mudah untuk "pindah".  Tapi semakin ikhlas tapi hatinya jadi mudah terbawa -_- malah kebalik. Dan yang penting, jangan berharap sama manusia, sampai dimanalah berharap sama manusia. Yang janjinya aja kadang nggak ditepatin *Maafkan Aku masih suka ingkar janji*. Itu janji sama manusia, lho. Kenangan itu akan selalu ada dan akan terus diingat, tapi ketika kita sudah ikhlas, mengingat kenangan itu kita bakalan senyum-senyum sendiri. "Aku dulu gitu, ya?".

Kembali lagi sama hatinya, kalau hatinya nggak cukup kuat, jangan open dulu deh. Buka hanya untuk orang yang bener-bener serius. Kali aja, namanya dan nama kita sampingan di Lauhul Mahfudz, eaaaakkk. Gimana cara tahunya dia Serius atau nggak? Ini Aku nggak tahu, googling aja wkwkwkwk. Lagian nggak ada salahnya mengikhlaskan, toh jika memang jodoh nggak kemana. Allah selalu punya cara yang romantis untuk menyatukan hamba-hambaNya. Gampang sih ngomongnya, ya. Prakteknya gimana. Udah percaya aja sama diri sendiri. Dan mari berprasangka baik sama pemberi hidup. Barangkali, kehilangan doi akan digantikan dengan yang emang jodohNya kita. Kaya kisahnya Ibunda Khadeejah. Romantis, kan ^.^

20 comments:

  1. Yang lebih susah kalo udah ada kenangan indahnya..
    Karena susah move one yang sebenarnya adalah move on dari kenangan indah tersebut..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ituu, kenangan itu nggak mesti dilupain. biar saja dinikmati ^^

      Delete
  2. Sama sih, memang susah move kalau baru kehilangna. Di jaman jahiliyah dulu juga aku gitu, tapi itu masih masa-masa sekolah.

    Setuju, baiknya memang diikhlaskan, kalau terus mengingatnya, malah bikin sakit. Sekalipun mengingat hanya untuk membenci. Dulu aku juga gitu benci kesel gitu karena pernah disakitin, tapi dengan cara gitu, malah terus teringat. Dengan cara di ikhlaskan jadi lega.

    Sepertinya ini pengganti mamah Dedeh, nih..he

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkw mama dedeh kawe superr~

      iyaa jalan terbaik yang di ikhlaskan.. :)

      Delete
  3. Nah iya, move on itu cuma masalah mengikhlaskan. Jadi kalau merasa gak bisa move on ya coba introspeksi diri dulu, kita ikhlas apa sekadar pengen ngilangin dia? Menurutku semakin kita coba menjauh atau mengubur dalam-dalam kenangan, maka akan semakin ingat. Solusinya ya itu, move on. Hadapi aja, gak usah menjauh tapi biarkan waktu yang melepaskan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa di ikhlsakan dulu baru perlahan melepaskan..
      kadang emang ga bisa instan butuh proses. ikhlas yang buat proses jadi lebih mudah :)

      Delete
  4. Jadi kamu butuh pelarian, tapi nggak harus lari lari terus kaya aku hehe, kita nggak tahu siapa jodoh kita, yang bisa kita lakuin adalah memantaskan diri untuk jodoh kita nanti, jodoh itu kan cerminan kita, percaya aja nanti bakal dapat yang terbaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkwk apalagi lelariannya pake batik, mas ? wlkwkwkwk
      iya bener, jodoh cerminan kita. aamiin makasih ya mas :)

      Delete
  5. Nah, yang susah dari move on itu ya klo ada kenangan2 yang susah dilupakan. Walaupun udah ikhlas sih tetep aja masih ada. Butuh waktu lebih lama sih kalo menurut gue, gak bisa instan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah kenangannya tetap disimpan aja, buat di ceritaain sama teman hidup biar lebih asik eakkkkk~

      Delete
  6. Ka pinaaa,tema postingannya passsss bgt ke bocil wkwk.
    Dan makasih ya ka pina, baca ini berasa di suntik vitamin. Endes bgt.

    Apa-apa yang membuatmu sesak, lepaskanlah.
    Maka aku lepaskan ia seiring dengan luka di hati. Eaaaak.

    Intinya adalah ikhlas dan percayaaaaa sama Allah bahwa Allah sudah mempersiapkan yang lebih baik. Bahwa kehilangan ini adalah jalan terbaik dariNya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahhh alhamdulillah ya bocil.
      wkwkwkwkw ini mah lagi kumat aja postingan begini..

      iya bener, lepaskanlah.
      karena mungkin sudah terlalu lama terpendam jadi saat dilepaskan lebih lega.

      ikhlas kunci dari melepaskan
      semakin kita ikhlas semakin mudah untuk melepaskan :)

      Delete
  7. inti dari move on memang adalah 'mengikhlaskan'. kalau ikhlas si doi pergi, tapi nggak ikhlas rasanya pergi mah sama aja. Lagian pada akhirnya, mengikhlaskan adalah proses menuju kedewasaan dengan level yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa dari sepanjang cerita hidup, pasti ada hal lain dibalik adanya rasa sakit hati, kecewa dan sebagainya. semuanya memang proses pendewasaan hati :)

      Delete
  8. Dan saya udah mempraktikkannya, dan ternyata benar. Yakin saja deh kalau kita berani mengikhlaskan dan melepaskan sesuatu karena Allaah, Allaah pasti bakal ganti sesuatu itu dengan yang jauh-jauh lebih baik😊 emang sih move nggak mudah,apalagi mengikhlaskan itu rasanya emang sulit pake banget tapi kita sudah berhasil melewati semua itu in syaa Allaah ada hal yang jauh lebih indah yang menanti kita di depan sana so say good by dengan masa lalu n move up ke arah yang lebih baik☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaaa kak, vina juga udah coba.
      semakin vina ikhlas semakin reda hujan badai petirnya.
      bahkan sampai sekarang lega kaya ga ada apa-apa gitu.
      cuma tinggal kisahnya aja lucu buat diingat.
      terkadang Allah negur dengan cara yang romantis gini biar dekat lagi sama Dia :)

      Delete
  9. Dalah satu faktor susah move on karena terlalu sayang dan putusnya tanpa alasan yang jelas, atau jelas tapi ngga masuk akal. Berasa expert banget.. 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya juga, sih. tapi dalam case ini belum sejauh itu wkwkwwk

      Delete
  10. move on. ehm...

    mendekatkan diri sama Allah aja sih kuncinya. Kalo orang udah mengenal Allah, jangankan perkara move on. masalah besar apapun akan hilang. Semua yang kita alamin sekarang adalah yang palingk kita butuhkan. termasuk sakit hati terdalam yang bikin lo gk bisa move on. ini termasuk sekenario yang memang kita butuh untuk alamin. untuk ambil pelajaran dari sini. sayang aja gitu, kejadian perih kayak gini kalo lewat gitu aja tanpa kita bisa ambil pelajaran di dalamnya. dan yang terpenting, berprasangka baik lah selalu sama Allah. karna Allah sesauai dengan prasangka hambanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa bener bang, itu yang dirasa pas lagi "down" banget. dasar manusia lemah giliran susah aja datangnya. untung aja Dia nggak pernah begitu sama hambanya. Malu eui :|

      Delete

Bijaklah dalam berkomentar di sosial media :)