Ketika Lelaki Berjuang - Based on True Story

Assalamu'alaikum ^^

Selamat malam teman baca dimanapun kalian berada. Semoga masih dalam lindunganNya, ya. Malam ini masih dengan genre galau dan baper dibulan Oktober ini. Kali ini membahas tentang perjuangan lelaki ketika berharap pada satu wanita. Jangan bilang yang berjuang itu wanita saja, lelaki juga banyak dan sering. Beberapa postingan yang lalu kebanyakan dari sisi cewe tentang bagaimana cewe. Ternyata nggak cuma kisah hidup Aku yang drama banget. Orang-orang yang berada disekitar Aku juga ternyata lebih dahsyat dramanya. Nah, kali ini Aku akan bercerita dari sudut pandang wanita terhadap perjuangan dua tipe lelaki berikut ini.


kicauanvinacom


Tipe lelaki pertama, yang berjuang sampai titik darah penghabisan. Sebut saja Marwan, bukan nama asli tentunya. Marwan jatuh cinta pada temannya saat duduk dibangku sekolah menengah pertama. Awalnya mereka nggak akur alias ribut mulu. Makin kesini kayanya Marwan jatuh hati sepertinya. Aku jadi ingat lagu siapa gitu "sembilan tahun lamanya tak kuduga~". Iya, sembilan tahun Marwan menunggu si juwita hati. Jatuh bangun dan terpuruk sudah biasa. Berkali patah hati dan ditahan sendiri sudah menjadi hobi sepertinya. Dan si juwita bukan nama yang sebenarnya ini pun sudah berpacaran dengan yang lain. Tapi karena rasa dihati yang terlalu besar, setialah menunggu si marwan hingga Akhirnya Marwan dan Juwita bertemu dipelaminan. Iya, di pelaminan mereka berdua. Perjuangan dan kesabaran Marwan nggak sia-sia. Karena pada akhirnya, mereka duduk bersanding di pelaminan. Sembilan tahun itu waktu yang cukup lama. Kalau kamu punya anak mungkin sudah mau masuk ke sekolah menengah atas. Ya kalau jodoh memang nggak kemana. Kisah lelaki pertama Happy Ending sesuai dengan keinginannya dan ekspektasinya. Kalau dijadikan FTV cukuplah ngalahin cinta fitri yang ber-season nggak habis-habis. Hikmah yang dapat diambil, siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkan. Iya kan? jika kita memiliki niat yang kuat dan usaha yang maksimal, bantuan Allah pun akan datang kepada kita. Betewe, langgeng yak buat Marwan dan Juwita yang keduanya nama samaran :3

Tipe lelaki kedua, lelaki yang berjuang hampir tujuh tahun apa lebih, ya? sekitar segitu lah. Berawal dari pertemanan dikantor, dan lari kehati. Pertemanan mereka sangat dekat hingga orang tua si cewe udah percaya sama pada si lelaki ini. Sebut saja lelaki ini Ander Herera yang jelas bukan nama asli. Perjuangan yang jelas-jelas Aku ikuti dengan tidak sengaja karena melibatkan Aku juga, wwkwkwkwkw. Tipe lelaki ini sangar tapi pemalu. Kaya preman yang hatinya Hello Kitty. Yang nyalinya menciut kalau udah dekat sama beliau. Kita sebut saja sang wanita dengan "beliau". Dari awal yang cuma ciye-ciye berakhir dengan ciyee-ciyee nikah~. Dari awal niatnya ingin melamar dan melabuhkan hatinya pada sang wanita terpilih berujung ke pelaminan dengan usaha yang maksimal. Aku hanya tahu perasaan dari satu sisi saja, dari sisi lelaki. Dari sisi wanitanya Aku nggak tahu dan nggak paham juga, karena wanita itu rumit. Ceilehhhhhh, kamu cewe vina -_-. Sering jalan bareng dan juga nonton bareng. Yang perginya di jemput dan pulangnya dianterin, jelas bukan jailangkung. Tapi yang namanya rahasia jodoh kita nggak tahu. Sekeras apapun perjuangan dan usaha , jika memang bukan ditakdirkan untuk kita nggak akan jadi. Bener kan?

Karena saking lamanya dan usaha yang tak bersambut sesuai ekspektasi, lelaki mulai menyerah. Menyerah bukan karena lemah dan lelah tapi karena bijak sana. 

Bukannya aku mudah menyerah, tapi bijaksana 
Mengerti kapan harus berhentiKu kan menunggu, 
tapi tak selamanya 
Ku kan menanti 
Tapi tak selamanya..........

Ehakkkk, malah lagunya Kak Raisa >.<! Tapi emang bener, nggak selamanya kita bisa menunggu sesuatu yang nggak pasti. Yang butuh kepastian bukan hanya wanita, tapi lelaki juga. Bukannya membela kaum lelaki, tapi dari alur cerita yang Aku lihat dan dengar sendiri ini seperti itu. Karena berhenti dengan pilihan yang bijaksana. Lelaki ini memilih jalur Ta'aruf. Dan pada akhirnya menikah dengan jodoh yang telah ditetapkan Allah untuknya. Sesuai dengan keinginannya, wanita bercadar. Bukan berarti si wanita ini nggak baik. Beliau ini juga baik, baik banget. Hanya saja mungkin mereka memang tidak ditakdirkan untuk bersatu. Untuk bagian cerita ini, Aku agak terharu. Karena banyak banget hikmahnya disini. Dari cerita si lelaki ini, dia menjadi lebih tenang dan banyak dari kebiasaannya yang berubah menjadi lebih baik. Karena wanita itu emang penentu banget, jika baik wanitanya. Baik pula lelakinya, insyaAllah. Inilah rencana Allah untuk lelaki ini, dia mendapatkan bidadari dunia akhiratnya. Dengan proses yang nggak ribet dan dimudahkan jalannya. Terkadang ketika usaha kita tidak dihargai, itu cara Allah menjawab doa kita, "udah tunggu aja jodoh dariKu" mungkin seperti itu. Epicnya lagi, saat lelaki ini menikah dia nggak mengabari si beliau. Padahal saat itu sudah jelas Aku berkata "kasih tahu" tapi mau bagaimana lagi, nyalinya nggak sebesar badannya -_-. Dan dia malah berjanji akan datang ke nikahan wanita terdahulunya bersama wanita yang telah resmi miliknya. Ya kalau diundang :p

Karena rencana Allah lebih indah dari rencana manusia. Meskipun keluarga si cewe sudah merestui, tapi ketika memang bukan jodohnya ya nggak bakal jadi. Allah maha romantis, menyatukan dua manusia yang dari belahan wilayah yang berbeda. Seperti asam digunung garam dilaut dan ketemunya di dapur. Memisahkan sepasang kekasih yang tidak berjodoh pun bukan perkara sulit bagiNya. Karena nggak ada yang mustahil bagiNya. Kun Fayakun, jadi maka jadilah. Setiap kehilangan dan kekecewaan yang kita rasakan akan diganti dengan yang lebih baik olehNya. Apalagi masalah jodoh yang sudah jauh sebelum semesta diciptakan sudah ditulis skenarionya.

No comments:

Post a Comment

Bijaklah dalam berkomentar di sosial media :)