Ketika Lelaki Berjuang - Based on True Story

/ October 19, 2017
Assalamu'alaikum ^^

Selamat malam teman baca dimanapun kalian berada. Semoga masih dalam lindunganNya, ya. Malam ini masih dengan genre galau dan baper dibulan Oktober ini. Kali ini membahas tentang perjuangan lelaki ketika berharap pada satu wanita. Jangan bilang yang berjuang itu wanita saja, lelaki juga banyak dan sering. Beberapa postingan yang lalu kebanyakan dari sisi cewe tentang bagaimana cewe. Ternyata nggak cuma kisah hidup Aku yang drama banget. Orang-orang yang berada disekitar Aku juga ternyata lebih dahsyat dramanya. Nah, kali ini Aku akan bercerita dari sudut pandang wanita terhadap perjuangan dua tipe lelaki berikut ini.


kicauanvinacom


Tipe lelaki pertama, yang berjuang sampai titik darah penghabisan. Sebut saja Marwan, bukan nama asli tentunya. Marwan jatuh cinta pada temannya saat duduk dibangku sekolah menengah pertama. Awalnya mereka nggak akur alias ribut mulu. Makin kesini kayanya Marwan jatuh hati sepertinya. Aku jadi ingat lagu siapa gitu "sembilan tahun lamanya tak kuduga~". Iya, sembilan tahun Marwan menunggu si juwita hati. Jatuh bangun dan terpuruk sudah biasa. Berkali patah hati dan ditahan sendiri sudah menjadi hobi sepertinya. Dan si juwita bukan nama yang sebenarnya ini pun sudah berpacaran dengan yang lain. Tapi karena rasa dihati yang terlalu besar, setialah menunggu si marwan hingga Akhirnya Marwan dan Juwita bertemu dipelaminan. Iya, di pelaminan mereka berdua. Perjuangan dan kesabaran Marwan nggak sia-sia. Karena pada akhirnya, mereka duduk bersanding di pelaminan. Sembilan tahun itu waktu yang cukup lama. Kalau kamu punya anak mungkin sudah mau masuk ke sekolah menengah atas. Ya kalau jodoh memang nggak kemana. Kisah lelaki pertama Happy Ending sesuai dengan keinginannya dan ekspektasinya. Kalau dijadikan FTV cukuplah ngalahin cinta fitri yang ber-season nggak habis-habis. Hikmah yang dapat diambil, siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkan. Iya kan? jika kita memiliki niat yang kuat dan usaha yang maksimal, bantuan Allah pun akan datang kepada kita. Betewe, langgeng yak buat Marwan dan Juwita yang keduanya nama samaran :3

Tipe lelaki kedua, lelaki yang berjuang hampir tujuh tahun apa lebih, ya? sekitar segitu lah. Berawal dari pertemanan dikantor, dan lari kehati. Pertemanan mereka sangat dekat hingga orang tua si cewe udah percaya sama pada si lelaki ini. Sebut saja lelaki ini Ander Herera yang jelas bukan nama asli. Perjuangan yang jelas-jelas Aku ikuti dengan tidak sengaja karena melibatkan Aku juga, wwkwkwkwkw. Tipe lelaki ini sangar tapi pemalu. Kaya preman yang hatinya Hello Kitty. Yang nyalinya menciut kalau udah dekat sama beliau. Kita sebut saja sang wanita dengan "beliau". Dari awal yang cuma ciye-ciye berakhir dengan ciyee-ciyee nikah~. Dari awal niatnya ingin melamar dan melabuhkan hatinya pada sang wanita terpilih berujung ke pelaminan dengan usaha yang maksimal. Aku hanya tahu perasaan dari satu sisi saja, dari sisi lelaki. Dari sisi wanitanya Aku nggak tahu dan nggak paham juga, karena wanita itu rumit. Ceilehhhhhh, kamu cewe vina -_-. Sering jalan bareng dan juga nonton bareng. Yang perginya di jemput dan pulangnya dianterin, jelas bukan jailangkung. Tapi yang namanya rahasia jodoh kita nggak tahu. Sekeras apapun perjuangan dan usaha , jika memang bukan ditakdirkan untuk kita nggak akan jadi. Bener kan?

Karena saking lamanya dan usaha yang tak bersambut sesuai ekspektasi, lelaki mulai menyerah. Menyerah bukan karena lemah dan lelah tapi karena bijak sana. 

Bukannya aku mudah menyerah, tapi bijaksana 
Mengerti kapan harus berhentiKu kan menunggu, 
tapi tak selamanya 
Ku kan menanti 
Tapi tak selamanya..........

Ehakkkk, malah lagunya Kak Raisa >.<! Tapi emang bener, nggak selamanya kita bisa menunggu sesuatu yang nggak pasti. Yang butuh kepastian bukan hanya wanita, tapi lelaki juga. Bukannya membela kaum lelaki, tapi dari alur cerita yang Aku lihat dan dengar sendiri ini seperti itu. Karena berhenti dengan pilihan yang bijaksana. Lelaki ini memilih jalur Ta'aruf. Dan pada akhirnya menikah dengan jodoh yang telah ditetapkan Allah untuknya. Sesuai dengan keinginannya, wanita bercadar. Bukan berarti si wanita ini nggak baik. Beliau ini juga baik, baik banget. Hanya saja mungkin mereka memang tidak ditakdirkan untuk bersatu. Untuk bagian cerita ini, Aku agak terharu. Karena banyak banget hikmahnya disini. Dari cerita si lelaki ini, dia menjadi lebih tenang dan banyak dari kebiasaannya yang berubah menjadi lebih baik. Karena wanita itu emang penentu banget, jika baik wanitanya. Baik pula lelakinya, insyaAllah. Inilah rencana Allah untuk lelaki ini, dia mendapatkan bidadari dunia akhiratnya. Dengan proses yang nggak ribet dan dimudahkan jalannya. Terkadang ketika usaha kita tidak dihargai, itu cara Allah menjawab doa kita, "udah tunggu aja jodoh dariKu" mungkin seperti itu. Epicnya lagi, saat lelaki ini menikah dia nggak mengabari si beliau. Padahal saat itu sudah jelas Aku berkata "kasih tahu" tapi mau bagaimana lagi, nyalinya nggak sebesar badannya -_-. Dan dia malah berjanji akan datang ke nikahan wanita terdahulunya bersama wanita yang telah resmi miliknya. Ya kalau diundang :p

Karena rencana Allah lebih indah dari rencana manusia. Meskipun keluarga si cewe sudah merestui, tapi ketika memang bukan jodohnya ya nggak bakal jadi. Allah maha romantis, menyatukan dua manusia yang dari belahan wilayah yang berbeda. Seperti asam digunung garam dilaut dan ketemunya di dapur. Memisahkan sepasang kekasih yang tidak berjodoh pun bukan perkara sulit bagiNya. Karena nggak ada yang mustahil bagiNya. Kun Fayakun, jadi maka jadilah. Setiap kehilangan dan kekecewaan yang kita rasakan akan diganti dengan yang lebih baik olehNya. Apalagi masalah jodoh yang sudah jauh sebelum semesta diciptakan sudah ditulis skenarionya.
Assalamu'alaikum ^^

Selamat malam teman baca dimanapun kalian berada. Semoga masih dalam lindunganNya, ya. Malam ini masih dengan genre galau dan baper dibulan Oktober ini. Kali ini membahas tentang perjuangan lelaki ketika berharap pada satu wanita. Jangan bilang yang berjuang itu wanita saja, lelaki juga banyak dan sering. Beberapa postingan yang lalu kebanyakan dari sisi cewe tentang bagaimana cewe. Ternyata nggak cuma kisah hidup Aku yang drama banget. Orang-orang yang berada disekitar Aku juga ternyata lebih dahsyat dramanya. Nah, kali ini Aku akan bercerita dari sudut pandang wanita terhadap perjuangan dua tipe lelaki berikut ini.


kicauanvinacom


Tipe lelaki pertama, yang berjuang sampai titik darah penghabisan. Sebut saja Marwan, bukan nama asli tentunya. Marwan jatuh cinta pada temannya saat duduk dibangku sekolah menengah pertama. Awalnya mereka nggak akur alias ribut mulu. Makin kesini kayanya Marwan jatuh hati sepertinya. Aku jadi ingat lagu siapa gitu "sembilan tahun lamanya tak kuduga~". Iya, sembilan tahun Marwan menunggu si juwita hati. Jatuh bangun dan terpuruk sudah biasa. Berkali patah hati dan ditahan sendiri sudah menjadi hobi sepertinya. Dan si juwita bukan nama yang sebenarnya ini pun sudah berpacaran dengan yang lain. Tapi karena rasa dihati yang terlalu besar, setialah menunggu si marwan hingga Akhirnya Marwan dan Juwita bertemu dipelaminan. Iya, di pelaminan mereka berdua. Perjuangan dan kesabaran Marwan nggak sia-sia. Karena pada akhirnya, mereka duduk bersanding di pelaminan. Sembilan tahun itu waktu yang cukup lama. Kalau kamu punya anak mungkin sudah mau masuk ke sekolah menengah atas. Ya kalau jodoh memang nggak kemana. Kisah lelaki pertama Happy Ending sesuai dengan keinginannya dan ekspektasinya. Kalau dijadikan FTV cukuplah ngalahin cinta fitri yang ber-season nggak habis-habis. Hikmah yang dapat diambil, siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkan. Iya kan? jika kita memiliki niat yang kuat dan usaha yang maksimal, bantuan Allah pun akan datang kepada kita. Betewe, langgeng yak buat Marwan dan Juwita yang keduanya nama samaran :3

Tipe lelaki kedua, lelaki yang berjuang hampir tujuh tahun apa lebih, ya? sekitar segitu lah. Berawal dari pertemanan dikantor, dan lari kehati. Pertemanan mereka sangat dekat hingga orang tua si cewe udah percaya sama pada si lelaki ini. Sebut saja lelaki ini Ander Herera yang jelas bukan nama asli. Perjuangan yang jelas-jelas Aku ikuti dengan tidak sengaja karena melibatkan Aku juga, wwkwkwkwkw. Tipe lelaki ini sangar tapi pemalu. Kaya preman yang hatinya Hello Kitty. Yang nyalinya menciut kalau udah dekat sama beliau. Kita sebut saja sang wanita dengan "beliau". Dari awal yang cuma ciye-ciye berakhir dengan ciyee-ciyee nikah~. Dari awal niatnya ingin melamar dan melabuhkan hatinya pada sang wanita terpilih berujung ke pelaminan dengan usaha yang maksimal. Aku hanya tahu perasaan dari satu sisi saja, dari sisi lelaki. Dari sisi wanitanya Aku nggak tahu dan nggak paham juga, karena wanita itu rumit. Ceilehhhhhh, kamu cewe vina -_-. Sering jalan bareng dan juga nonton bareng. Yang perginya di jemput dan pulangnya dianterin, jelas bukan jailangkung. Tapi yang namanya rahasia jodoh kita nggak tahu. Sekeras apapun perjuangan dan usaha , jika memang bukan ditakdirkan untuk kita nggak akan jadi. Bener kan?

Karena saking lamanya dan usaha yang tak bersambut sesuai ekspektasi, lelaki mulai menyerah. Menyerah bukan karena lemah dan lelah tapi karena bijak sana. 

Bukannya aku mudah menyerah, tapi bijaksana 
Mengerti kapan harus berhentiKu kan menunggu, 
tapi tak selamanya 
Ku kan menanti 
Tapi tak selamanya..........

Ehakkkk, malah lagunya Kak Raisa >.<! Tapi emang bener, nggak selamanya kita bisa menunggu sesuatu yang nggak pasti. Yang butuh kepastian bukan hanya wanita, tapi lelaki juga. Bukannya membela kaum lelaki, tapi dari alur cerita yang Aku lihat dan dengar sendiri ini seperti itu. Karena berhenti dengan pilihan yang bijaksana. Lelaki ini memilih jalur Ta'aruf. Dan pada akhirnya menikah dengan jodoh yang telah ditetapkan Allah untuknya. Sesuai dengan keinginannya, wanita bercadar. Bukan berarti si wanita ini nggak baik. Beliau ini juga baik, baik banget. Hanya saja mungkin mereka memang tidak ditakdirkan untuk bersatu. Untuk bagian cerita ini, Aku agak terharu. Karena banyak banget hikmahnya disini. Dari cerita si lelaki ini, dia menjadi lebih tenang dan banyak dari kebiasaannya yang berubah menjadi lebih baik. Karena wanita itu emang penentu banget, jika baik wanitanya. Baik pula lelakinya, insyaAllah. Inilah rencana Allah untuk lelaki ini, dia mendapatkan bidadari dunia akhiratnya. Dengan proses yang nggak ribet dan dimudahkan jalannya. Terkadang ketika usaha kita tidak dihargai, itu cara Allah menjawab doa kita, "udah tunggu aja jodoh dariKu" mungkin seperti itu. Epicnya lagi, saat lelaki ini menikah dia nggak mengabari si beliau. Padahal saat itu sudah jelas Aku berkata "kasih tahu" tapi mau bagaimana lagi, nyalinya nggak sebesar badannya -_-. Dan dia malah berjanji akan datang ke nikahan wanita terdahulunya bersama wanita yang telah resmi miliknya. Ya kalau diundang :p

Karena rencana Allah lebih indah dari rencana manusia. Meskipun keluarga si cewe sudah merestui, tapi ketika memang bukan jodohnya ya nggak bakal jadi. Allah maha romantis, menyatukan dua manusia yang dari belahan wilayah yang berbeda. Seperti asam digunung garam dilaut dan ketemunya di dapur. Memisahkan sepasang kekasih yang tidak berjodoh pun bukan perkara sulit bagiNya. Karena nggak ada yang mustahil bagiNya. Kun Fayakun, jadi maka jadilah. Setiap kehilangan dan kekecewaan yang kita rasakan akan diganti dengan yang lebih baik olehNya. Apalagi masalah jodoh yang sudah jauh sebelum semesta diciptakan sudah ditulis skenarionya.
Continue Reading
Assalamu'alaikum ^^

Malam ini kembali lagi bercerita masalah kids zaman now. Sebenarnya bukan masalah anak-anak sebenarnya. Masalah perasaan aja *eh. Kayanya bulan oktober ini cerita untuk nulis berhubungan dengan hati mulu. Takut di kick dari dunia per-bloggeran karena baperan mulu. Tapi, masalah melupakan ini emang agak berat. Akupun masih belajar untuk tidak melupakan tapi dilewati dan dijalani. ehaaaakkkk~ karena everything happent for a reason. Meskipun dia bakalan menjadi kenangan buat kita, tapi setidaknya ada pelajaran yang dapat diambil.

kicauanvinacom


Membahas tentang Melupakan. Sebenarnya Bukan Masalah Melupakan. Tapi bagaimana melewati yang sudah terjadi. Dari pengalaman yang nggak seberapa tapi lumayan sakit tapi nggak berdarah, berusaha melupakan itu sama aja belajar mengingat kembali. Karena semakin kita mencoba untuk melupakan, akan terfikir apa yang mau dilupakan dan lama-lama nggak jadi lupa. Apalagi kalau sudah terjadi bentrok kerusuhan antara akal dan hati. Ketika akal meminta hapus memory tentang doi, tapi hati menolak untuk melakukannya. Ini yang biasanya serting terjadi. Ujung-ujungnya mari kembali pada ikhlas dan sabar. Tidak ada obat yang lebih manjur selain ikhlas dan sabar. Sekali kita melepaskan dan mengikhlaskan lalu bersabar maka hidup pun akan tenang, aman, damai dan sentosa. No benci-benci, karena nanti merusak hati, fikiran dan perasaan. Nggak baik aja udah.. Dan bisa jadi mereka-mereka adalah guru yang mengajarkan tentang praktek sabar dan ikhlas. Dan kenapa juga meski sakit hati, tiada yang salah hanya aku manusia bodoh~ syalalala.. eh maap kebawa suasana. Salahkan diri yang terlalu berharap. Hilangkan segala penyakit hati, iri dengki, dendam, pembenci dan lain-lain. Meskipun susah, karena kalau mudah hadiahnya setrikaan. Kalau susah hadiahnya ketenangan yang haqiqi, eaaaakkkk!! Jangan tanya kenapa postingannya sekarang udah merembes kemana-mana. Aku juga nggak tahu.
Tapi, masalah melupakan ini nggak fokus ke relationship aja, ya. Tapi berlaku juga untuk setiap kejadian. Ya, meskipun kadang kejadian yang ingin dilupakan nggak jauh-jauh dari relationship. Jika dalam sebuah hubungan emang nggak cocok ya mau diapakan? *ealahhhhh jomblo aja ngoceh masalah hubungan* Karena sesuatu yang dipaksakan itu nggak baik. Ibarat baju yang kekecilan tapi tetap dipakai. Nggak nyaman. Dan yakinlah, setiap yang pergi akan ada pengganti yang lebih baik. Karena tidak ada rencana yang baik melainkan rencana dari yang maha kuasa. Jika memang sudah jodoh ataupun rezeki tidak akan kemana dan tidak mungkin tertukar. Cukup film aja yang banyak tertukar.
Melupakan perlakuan orang-orang yang menjengkelkan misalnya. Banyak memang manusia yang suka mancing-mancing amarah manusia lain. Karena manusia suka membatasi kadar kesabaran mereka. Aku pun begitu. Mudah moody. Tapi, setelah dipikirkan kembali, setelah dibawa berdiam diri dan nggak merespon orang-orang aneh itu lama-lama tenang sendiri. Anggap aja lagi praktek sabar. Dan berterimakasihlah pada mereka yang telah menunjukkan bagaimana itu sabar.

Terkadang, seberat apapun itu masa lalu bukan untuk dilupakan. Cukup dilewati dan suatu saat bisa dibuka kembali sebagai kenangan ataupun pembelajaran. Aku suka mengingat masa lalu. Sampai segala macam barang atau apapun tentang doi terdahulu Aku masih simpan. Dan ingat hal yang menyenangkan dan menyakitkan. Tapi, kalau diingat sekarang kenapa dulu bisa begitu, ya? Dan memang semua terjadi pasti ada alasan sebab-akibatnya. Dan memang bukan tentang melupakan, tapi mengikhlaskan dan bersabar.

Melupakan..?

by on October 11, 2017
Assalamu'alaikum ^^ Malam ini kembali lagi bercerita masalah kids zaman now . Sebenarnya bukan masalah anak-anak sebenarnya. Masal...
Hari ini lagi pantau timeline Instagram. Tiba-tiba ada postingan yang berbau ge-ra-tis a.k.a free. Dari Akun KulinerPKU. Jadilah, kita bisa coba menu yang baru launching dari D'Best O. Apa itu? Mozadas. Masih saudaraan sama Sadas alias Sayap Pedas. Ini daging bagiannya kayaknya bisa random nggak fokus ke bagian sayap. Sausnya tetap sama dengan saus pedasnya. Bedanya di selimuti mozarela

kicauanvinacom



Bagaimana rasanya? Kebetulan Aku pesan yang level tiga, ada lagi yang juga ikutan nyoba pesan level 1 dan level 2. Aalhasil, punya Aku tertuka dengan yang level 1. Kurang greget jadinya, dan yang dapat level 3 histeris, wkwkwk. Infonya, yang pesan level 1 aja kalau bisa nggak ada level pedasnya, lah ini malah dapat level 3. Yaa amsyong! Lah Aku aja yang pernah nyobain sadas level 3 aja udah berurai air mata. Dan dimata mereka adek-adek gemes ini, Akunya makan level 3 santai beud. Lah iya santai, nggak berasa pedas ternyata ini level 1, beakakakakak. Tapi tenang, jodoh nggak bakalan tertukar, kok.

Untuk rasa, hampir sama dengan menu sadas, menu sadasnya aja pedasnya yahud banget kan. Apalagi ditambah keju mozarelanya yang melambai-lambai. smooooothhhhhhh terjun bebas ke dalam sistem pencernaan. Masih konsisten dengan sausnya yang kerasa pedasnya itu diakhir. Slow but sure  gitu. Awal pertama kali makan, dia nggak memberi respon, semakin dimakan lama makin lama akhirnya keluar deh sifat aslinya, *eh maksudnya keluar deh rasa pedas yang mencekam. Ngelaq gitu pedasnya. Yang awalnya Aku udah underestimate apanya yang pedas gitu, ehh akhirnya langsung ngamuk pedasnya. Masih pengin cobain yang level tiga, makan level satu seriusan nggak berasa pedesnya. wkwkwkwkw! ketika lidah sudah mulai terbiasa makanan pedas, rasa yang nggak pedas jadi tawar. Sama seperti rasa Aku ke Kamu, rasa ke yang lain jadi tawar. eaaaakkk!

Bytheway, terimakasih pak Budi. Fyi, D'Best O yang berada di Jl. Adi Sucipto disamping kantor pos adalah salah 1 outlet yang paling besar. D'Best O yang berpusat di Jakarta ini, pertama kali launching menu baru Mozadas ini di Pekanbaru, lho. Sebagai orang Pekanbaru bangga, dong. Jarang banget yang lokasi pusatnya di luar sumatera tapi launching perdananya di Pekanbaru. Pak Budi dari management pusat langsung terjun ke Pekanbaru. Sukses terus Pak.

Oiya, gimana caranya kok bisa dapat invitation? Aku cuma bilang, Aku suka makan saat dm Pak Budi. wkwkwkw.
Kebanyakan orang yang baru kehilangan susah untuk Move On. Kenapa belum bisa Move On ?. Dari hasil menjelajah dunia sosial media adalah terbaca sedikit "ketika kamu susah untuk move on, itu karena saat kamu memberikan hati kamu, kamu juga memberikan harapan mu penuh kepadanya. Sehingga saat dia pergi, maka dia juga membawa harapanmu" lupa sih baca dimana. Karena baru mood lagi untuk ngeBlog. Dan sekalinya ngeBlog lagi pembahasannya nggak jauh dari BAPER. Topiknya jomblo banget!

kicauanvinacom


Menurut insting Aku yang labil bin alay ini, emang bener sih. Saat berharap sama orang dan saat orang yang kita harapkan itu pergi, itu susah banget untuk move on. Udah berasa dunia mau runtuh, padahal mah lebay aja biar agak drama. Hal ini dikarenakan kita merasa harapan hanya ada pada Doi. Padahal, seharusnya nggak boleh tu berharap berlebihan pada manusia. Hal inilah yang membuat kita susah banget untuk "pindah". Berdasarkan pengalaman Aku yang ntah sudah berapa kali berharap sama manusia, untuk berpindah ke "rumah" yang baru emang sulit. Karena di mindset Aku udah tertanam kalau yang Aku harapkan cuma doi. Coba aja kita ikhlaskan doi pergi. Yaa, sakit pasti ada tapi nggak separah saat kita udah ikhlasin dia. Dan semoga doi tenang disana bersama yang baru.
Move On itu berkaitan dengan mengikhlaskan. Ketika kita sudah ikhlas maka rasa-rasa yang dulu pun akan memudar dengan perlahan. Selagi masih belum ikhlas, rasa itu akan tetap tertahan dan tersimpan. Eaaakk! Hikmah dari mengikhlaskan, kita juga nggak ada dendam karena kepergian doi dan pasangan barunya. Oiya, postingan ini masih ada sangkut-pautnya ya dengan postingan ini >> Sisi Lain Patah Hati

Dulu, duluuuuuuuuuuu banget waktu Aku pernah suka sama orang. Senior sih, ya. Pernah suka sama orang, lawan jenis. Iya, dulu pernah. Cuma emang dasar si Abangnya yang baik jadi mungkin dianggap Adiknya, lah Akunya Baper-an. Tapi Aku belum berani bilang kalau Aku suka. Biasa, masih jaman-jaman jahiliyah dulu. Jadilah Aku pendam sendiri, belum ada yang tahu ni, emang rapat banget sampat lalat pun mungkin nggak tahu dan mungkin emang nggak peduli. Yap! Berani melihat doi dari kejauhan, giliran lewat Akunya diam seribu bahasa tanpa kata, giliran disapa haduhhh mendadak jiwa feminim Aku muncul seketika. Malu. Saking sukanya sama ini orang, yang Aku nggak tahu kenapa Aku bisa suka, dan nggak tahu juga alasannya apa. Pada pandangan pertama gitu, aduhay nggak tuh?. Aku belain cariin kado untuk ulang tahunnya satu bulan sebelum doi ulang tahun. Goks banget nggak? bego sih menurut Aku. 
Waktu itu masih labil banget dan buta juga belum kenal jalan kehidupan yang masih luas ini sepenuhnya. Dan, cara ngasiinnya juga awkward banget. Di Parkiran, eui!. Ngenes banget, dan awalnya Aku cuma letakin di motornya doang, eh lagi nungguin tiba-tiba orang yag ditunggu datang. BTS a.k.a Behind The Scene selama ada drama di parkiran, teman Aku nungguin dibalik layar yang karena nggak tahu mau lompat kemana karena doi tiba-tiba aja muncul. Jadilah, teman-teman Aku sembunyi dibelakang kelas dekat parkiran. Gelap, banyak nyamuk dan rerumputan.Tapi, seiring berjalannya waktu, Aku sadar aku nggak mungkin bisa. Setelah Aku sadar, Aku malah doain biar doi cepet dapat pendamping terus nikah, dan Aku bahagia. Udah gitu aja doanya buat doi. Eh beneran, akhirnya doi punya pacar dan Akunya malah lega. Emang beneran di ikhlasin banget perasaannya. Biarlah rasa itu ikut pergi bersamanya, karena rasa yang tercipta saat itu memang untuk doi bukan?. Dannn malahan, waktu doi wisuda Aku ketemu pacarnya pulak, terus salaman kaya nothing happent gitu. Syahdu kan, ademm aja gitu nggak ada rasa ini itu yang nggak jelas.

Ketika kita mengikhlaskan sesuatu karena Allah, insyaAllah Allah akan ganti dengann yang lebih baik. Meskipun nggak dengan cara instan langsung datang gantinya. Yang penting ikhlas dulu. Dalam proses yang rumit dan penuh drama ini, Aku sadar disini Aku diajarin belajar untuk ikhlas. Ikhlas yang emang bener-bener ikhlas gitu. Semakin Aku ikhlas, semakin mudah buat move on nya. Ini berdasarkan pengalaman pribadi, yak. Nggak tahu ngaruh apa nggak sama yang lain. 

Aku juga nggak tahu kenapa hidupnya penuh drama ala ala FTV gitu. wkwkwkwk! suka heran aja. Ada yang pacaran sama temen satu kelas yang awalnya berantem muluk ngalahin tom n jerry sampai dipanggil wali kelas. Skenarionya, Berantem - Pacaran - Putus - Balik berantem lagi. Terus ada lagi, yang tiba-tiba datang nggak ada hujan nggak ada badai petir eh dia berhasil masuk ke hidup Aku. Lalu dia pergi, dan balik lagi masih dengan hal yang meluluhkan hati lalu pergi lagi. Sukak sukaknya lah! Tapi, tetap balik lagi. Ikhlasin aja, biar gampang move onnya. Ini seriusan curhat sambil tausiyah -_-, udah mirip mamah dedeh belum?

Masalah mengikhlaskan, emang nggak semudah itu juga, sih. Yang jelas jika tidak mencoba ya kita nggak tahu. Coba aja ikhlasin, semoga move on nya gampang. Aku orangnya managemen hatinya nanggung. Bisa sih control untuk nggak suka atau suka sama orang, tapi kalau udah open malah nggak bisa di tutup atau distop. Tapi kalau emang nggak open, yaa aman gitu. Jadi, mudah baper karena tingkat sensitifitasnya tinggi banget dibagian hati. Nggak kulit aja yang bisa sensitif.

Hal terpenting kalau mau move on ikhlasin dulu rasa itu pergi bersama doi. Tapi harapannya jangan ikutan pergi juga, bahaya. Kalau nggak mau pake move on jangan mudah terbawa hati. Kalau udah terbawa, yaahhhh terima nasib aja. ^o^ Ini pengalaman pribadi, jadi udah Aku alamin. Semakin Aku ikhlas, semakin Aku mudah untuk "pindah".  Tapi semakin ikhlas tapi hatinya jadi mudah terbawa -_- malah kebalik. Dan yang penting, jangan berharap sama manusia, sampai dimanalah berharap sama manusia. Yang janjinya aja kadang nggak ditepatin *Maafkan Aku masih suka ingkar janji*. Itu janji sama manusia, lho. Kenangan itu akan selalu ada dan akan terus diingat, tapi ketika kita sudah ikhlas, mengingat kenangan itu kita bakalan senyum-senyum sendiri. "Aku dulu gitu, ya?".

Kembali lagi sama hatinya, kalau hatinya nggak cukup kuat, jangan open dulu deh. Buka hanya untuk orang yang bener-bener serius. Kali aja, namanya dan nama kita sampingan di Lauhul Mahfudz, eaaaakkk. Gimana cara tahunya dia Serius atau nggak? Ini Aku nggak tahu, googling aja wkwkwkwk. Lagian nggak ada salahnya mengikhlaskan, toh jika memang jodoh nggak kemana. Allah selalu punya cara yang romantis untuk menyatukan hamba-hambaNya. Gampang sih ngomongnya, ya. Prakteknya gimana. Udah percaya aja sama diri sendiri. Dan mari berprasangka baik sama pemberi hidup. Barangkali, kehilangan doi akan digantikan dengan yang emang jodohNya kita. Kaya kisahnya Ibunda Khadeejah. Romantis, kan ^.^
Saat kita patah hati, baru banget patah hati semua emosi  negatif bersatu. Makanya, rasa sedih, marah, benci pun muncul. Bahkan nggak jarang ada rasa dendam. Lihat aja, apalagi patah hatinya karena doi udah punya gandengan baru, nggak jarang bakalan benci banget sama gandengan barunya. Padahal kenal juga nggak, nggak langsung berhubungan juga sama kita. Tapi, karena mindset kita udah ngejudge hal negatiflah makanya aura negatif keluar semua.

Mengobati-Rasa-Patah-Hati


Disaat wanita baru patah hati, yang pertama dilakukan adalah nangis. Nggak akan langsung mau cerita. Setelah nangis dan agak lega dikit, barulah dia cerita. Perlahan tapi pasti, jika disekitarnya banyak aura positif, maka segala emosi negatif akan pudar dengan sendirinya. Nggak kilat juga, sih. Karena semua butuh proses. Mie Instan aja butuh waktu 3 menit sebelum bisa disantap. Ya, kan?

Tapi, kalau disekitarnya tetap banyak aura negatif, yaa bakalan lama tuh sembuhnya. Misalnya ni, temennya malah ngomporin buat balas dendam atau hal negatif lainnya. Atau ada bisikan, ngapain kamu baik-baik sama dia, doi kan udah begitu begitu mending kamu balas, gih. Nah, seharusnya orang yang baru aja patah hati itu dibawa kembali ke jalan yang benar. Selain ke arah agama, harus juga dibawa ketempat yang bisa buat dia lepas buat cerita dan bisa berbuat semau dia tapi dalam konteks hal positif. Misalnya, jalan-jalan ataupun piknik singkat. Atau main wahana yang belum pernah dia coba. Bakalan berkurang deh tu patah hatinya. Dan lagi, sisi lain patah hati adalah, bagaimana kita bisa melihat mana teman yang benar peduli dan mana teman yang memang cuma ingin tahu atau kepo. Seenggaknya, meskipun nggak bisa memberikan masukkan, teman yang baik bisa mengurangi rasa patah hati.


Lagi, sisi lain patah hati itu kita lebih produktif. Karena bakalan menggunakan waktu yang lebih banyak untuk melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat meskipun niatnya buat lupain doi yang udah buat patah hati. Setidaknya, hal yang kita lakukan itu baik dan memberikan hal positif yang sebelumnya udah lama atau bahkan sama sekali belum pernah dilakuin.

Seharusnya yang pergi itu bukan ditangisi, tapi di doakan. Semoga mendapat pengganti yang lebih baik. Karena apapun yang kita doakan untuk saudara kita maka malaikat pun akan mengaminkannya untuk kita. Gitu sih yang pernah Aku baca.

Sisi lain patah hati selanjutnya, jadi lebih dekat dengan yang punya hidup. Aku pernah patah hati banget gara-gara cowo yang tiba-tiba datang terus tiba-tiba juga pergi nggak tahu hilang kemana. Muncul lagi dan hilang lagi suka-suka dia. Yang Aku tangisi adalah, kok gini-gini banget ya?, Nah, setelah hal ini terjadi, seriusan! Aku jadi ingat Aku selalu bilang "kalau jodoh dekatkanlah, kalau nggak jodoh jauhkanlah". Dan sekarang dijauhin, bisa saja ini jawaban dari doa kita. Karena things happent for a reason. Ya nggak, sih?.

Saat Aku ngetik ini, habis nonton film Koala Kumal pas banget lagi pemadaman listrik sebelah. Iya, cuma sebelah. Barisan rumah Aku aja, barisan depan rumah hidup menyala dengan terangnya.Dan laptop pun mati kehabisan battery. Keesokan harinya baru bisa terbit nih postingan, wkwkwk.

Cara melihat patah hati dari sudut pandang yang berbeda adalah bagaimana kita berdamai dengan apa yang udah terjadi. Sabar aja, gitu. Nggak usah membenci orang yang menjadi donatur dari rasa patah hati ini. Dengan tidak membenci mereka yang kita rasa sudah menyakiti sudah sangat membantu menyembuhkan rasa patah hati. Coba deh, udah patah hati, malah nyimpan dendam juga benci. Makin banyak dong penyakit hatinya. Yaa, setidaknya dengan memaafkan dan berdamai mungkin rasa patah hati itu akan berkurang. Karena, saat kita patah hati pun sebenarnya bukan salah siapa-siapa. Tapi, salahkan diri sendiri yang udah berharap pada manusia. Kalau berharap sama manusia ya, gitu. "Jangan bawa perasaan, karena hati adalah wadah kosong yang hanya bisa diisi dengan satu hal". Dan mungkin juga, hadirnya orang tersebut ada maksud dan tujuan yang udah ada dalam rencana Allah. Nikmatin aja alurnya.

Yaaa... Begitulah, cara melihat patah hati dari sudut pandang yang lain menurut Aku. Cara ini lah yang selalu Aku coba untuk mengobati tiap Aku patah hati. Wwkwkwkwkw, jomblo mah patah hatinya sering banget! xD