Sabtu Bersama Mira Part 1 - Nyasar!

/ February 23, 2018
Assalamu'alaikum ^.^

Selamat siang teman Baca~ Seharusnya ini tulisan tayangnya sudah dari beberapa minggu yang lalu. karena, acaranya sudah dari bulan Januari silam. Karena tingkat kemalasan udah level maksimal, apalah daya, yakannn yakan! Udah, openingnya segitu aja. Kegiatan selama dua hari itu akan dibagi empat bagian, bodoamat sih *suara dari antahberantah. Peduliiiiii dongs~ *suara dari hati kecil Aku.



Well, Sabtu 20 Januari 2018 pertama kali aku menginjakkan kaki dirumah baru Mira. Dan pertama kali juga buat Aku bawa motor sendiri ke daerah Kubang yang lewat dari kuburan. Sebelumnya, belum pernah ngebolang sendiri ke daerah ini. Tapi sok tau aja.

Pagi itu, Mira minta ditemanin treatment untuk orang sebelum nikahan itu. Perawatan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dan waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi lewat ntah berapa. Siap-siap mandi dan segala macamnya, jam 9 berangkat dan estimasi jam 9.30 paling lama udah di tempat Mira. Itu prediksi udah paling maksimal, lho. Dengan santai Ku gas *Akaii dan tibalah Aku di persimpangan, simpang tiga tepatnya. Yang ada kuburannya. Jika kita dari arah Sudirman menuju Kubang, maka seharusnya kita belok kanan untuk arah Kubang, dan lurus untuk ke lintas timur seperti arah Taluk Kuantan dan teman-temannya. Tapi, karena ini pertama kali dan Aku nggak tahu mau nanya orang sekitar malu dan telpon mira nggak dijawab. Jadilah Aku lurusin aja, dengan memegang prinsip "Jalan yang lurus" hingga timbul kecurigaan dan menghasilkan pertanyaan sambil ngebatin, "dimanakah aku ?". Papan nama sebuah toko yang ada di sekitar menunjukkan lokasi Desa Pantai Raja. "Yaa Allah, dimana ini" jadi ngebatin sendiri sambil tetap terus melaju kedepan.

Karena ujungnya nggak jelas, Aku putar balik hingga tiba disimpang tiga yang ada kuburan, lagi. Ku ikuti insting yang sotoy banget ini, dengan mecoba keberuntungan  melaju kearah yang satunya. Tapi firasat masih nggak enak (padahal sebenarnya sudah dijalan yang benar) begitulah manusia, penuh keragu-raguan dan mudah dipengaruhi, hiks!. Ku keluarkan hp untuk nelpon Mira, tapi telpon masih belum diangkat. Tidak ada pilihan lain, nama Faisal berada diurutan terakhir untuk bertanya, karena hanya dia yang pernah kerumah Mira. Nanya sama Faisal itu sama aja ngejatuhin harga diri. Terjadi pergolakan batin antara mau nelpon atau tidak. Dan pada dasarnya, lebih baik nyasar ketimbang nanya sama Faisal. Tapi, niat itu ku urungkan. Banyak hal yang akan terjadi jika kita bertanya pada makhluk bernama Faisal ini. Pertama, akan ada kultum yang nggak jelas, dan yang kedua ocehannya nggak jelas juga tentunya. NgeBTin banget. Dan akhirnya, ditelpon juga. ".... Udah berapa lama hidup di Pekanbaru ?" omelnya. "...dari simpang itu lurus aja.." lanjutnya.

Aku ikuti arahan Faisal tanpa curiga, yang mana itu arah pilihan awal Aku. Dan hingga tibalah ada tulisan Jalan Lintas Taluk Kuantan. Udah sangat-sangat tidak benar. Aku udah berada di jalur yang salah pake banget! Dan yaa, jika kita bertanya sama Faisal, seIndonesia Raya bisa tau kalau Aku lagi nyasar! Dia langsung update di *WAG. "... ini udah jembatan ketiga, ada tulisan Jl. Lintas Taluk Kuantan" mencoba menjelaskan kembali sama Faisal. "..Eh dimana tu? perasaan nggak ada jembatan disitu". Ngik! "Tapi tadi katanya lurus aja, ya inilah jalannya lurus". ".. Dari arah mana tadi?" ku coba menjelaskan kembali sama beliau. ".....hahahah! maunya belok tadi" si coconut hanya tertawa. Yang ujungnya Aku cuma bisa ngelus dada sambil ngebatin "Ya Allah, apa nggak direstuin ketempat mira apa gimana ya". Pagi menjelang siang itu sudah terik banget. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 dan Aku mulai memutar arah lagi kearah yang sebelumnya.

Saat Aku sudah ada dijalan yang lurus, jalan yang benar dan jalan yang diridhoi, Mira nelpon. "Udah dimanaaa? Kok bisa nyasarrr, Be?" tanya Mira sambil cekikian kecil. "Duh, nanti Ku jelaskan ya. Pusing. Ribet lah pokoknya" sambil mengakhiri pembicaraan. Eh nggak dimatiin deh, masih telponan terus sampai depan rumahnya Mira biar ngga nyasar lagi. hahahaha

Sebelumnya saat masih nyasar dijalan yang lurus tadi,  ada telpon dari Ais. ".. Kok bisa nyasarr jauh kaliii, kak". okelah fix terlalu indah dilupakan terlalu sedih dikenangkan! bodo amat. Matahari siang itu sangat terik, ditambah Aku yang mutar-mutar nggak jelas. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 lewat. Bayangin aja berapa lama keliling mutar-mutar. Pinggang udah mulai kaku. Mungkin Ayu Tingting kalah kali nyari alamatnya. Akhirnya sampai ditempat Mira pukul 11.30 kurang lebih ya.

Jangan tanya, mengapa bisa lama. Bicara soal mencari alamat, Aku nggak jago. Ntah sudah berapa kali Aku nyasar kalau nyari alamat. Terlalu berharap pada GMaps. Ternyata terlalu berharap pada teknologi nggak dijamin juga. Oiya, sebelumnya Aku udah pake GMaps, lho! Titik koordinat dari share location dari Mira. Tapi yagitu. Dan bahan bakar motor pun hampir habis 1/2. Padahal Aku baru aja re-fill sebelum berangkat ketempat Mira. Sungguh perjalanan yang panjang. Menguras tenaga, juga bahan bakar. wkwkwkwwk

".. Eh! tau ndak, dia update di WAG. Karena udah heboh di group makanya Ku telpon" jelas Mira. "Masa? bentar Aku cek." sambil ngecek hp. Dan bener ajaaa, udah heboh di group -,-

Pesan Moral
Malu bertanya, jangan jalan-jalan. Hemat bahan bakar, harga pertalite udah naik tsayyyyyy~
Demi kenyamanan, kesehatan jiwa raga rohani jasmani, dan demi kemaslahatan umat, bertanyalah pada orang yang tepat.

*WAG - Whatsapp Group
*Akaii - Motor Mio Soul legendaris since May 2011

To be Continued....
Assalamu'alaikum ^.^

Selamat siang teman Baca~ Seharusnya ini tulisan tayangnya sudah dari beberapa minggu yang lalu. karena, acaranya sudah dari bulan Januari silam. Karena tingkat kemalasan udah level maksimal, apalah daya, yakannn yakan! Udah, openingnya segitu aja. Kegiatan selama dua hari itu akan dibagi empat bagian, bodoamat sih *suara dari antahberantah. Peduliiiiii dongs~ *suara dari hati kecil Aku.



Well, Sabtu 20 Januari 2018 pertama kali aku menginjakkan kaki dirumah baru Mira. Dan pertama kali juga buat Aku bawa motor sendiri ke daerah Kubang yang lewat dari kuburan. Sebelumnya, belum pernah ngebolang sendiri ke daerah ini. Tapi sok tau aja.

Pagi itu, Mira minta ditemanin treatment untuk orang sebelum nikahan itu. Perawatan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dan waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi lewat ntah berapa. Siap-siap mandi dan segala macamnya, jam 9 berangkat dan estimasi jam 9.30 paling lama udah di tempat Mira. Itu prediksi udah paling maksimal, lho. Dengan santai Ku gas *Akaii dan tibalah Aku di persimpangan, simpang tiga tepatnya. Yang ada kuburannya. Jika kita dari arah Sudirman menuju Kubang, maka seharusnya kita belok kanan untuk arah Kubang, dan lurus untuk ke lintas timur seperti arah Taluk Kuantan dan teman-temannya. Tapi, karena ini pertama kali dan Aku nggak tahu mau nanya orang sekitar malu dan telpon mira nggak dijawab. Jadilah Aku lurusin aja, dengan memegang prinsip "Jalan yang lurus" hingga timbul kecurigaan dan menghasilkan pertanyaan sambil ngebatin, "dimanakah aku ?". Papan nama sebuah toko yang ada di sekitar menunjukkan lokasi Desa Pantai Raja. "Yaa Allah, dimana ini" jadi ngebatin sendiri sambil tetap terus melaju kedepan.

Karena ujungnya nggak jelas, Aku putar balik hingga tiba disimpang tiga yang ada kuburan, lagi. Ku ikuti insting yang sotoy banget ini, dengan mecoba keberuntungan  melaju kearah yang satunya. Tapi firasat masih nggak enak (padahal sebenarnya sudah dijalan yang benar) begitulah manusia, penuh keragu-raguan dan mudah dipengaruhi, hiks!. Ku keluarkan hp untuk nelpon Mira, tapi telpon masih belum diangkat. Tidak ada pilihan lain, nama Faisal berada diurutan terakhir untuk bertanya, karena hanya dia yang pernah kerumah Mira. Nanya sama Faisal itu sama aja ngejatuhin harga diri. Terjadi pergolakan batin antara mau nelpon atau tidak. Dan pada dasarnya, lebih baik nyasar ketimbang nanya sama Faisal. Tapi, niat itu ku urungkan. Banyak hal yang akan terjadi jika kita bertanya pada makhluk bernama Faisal ini. Pertama, akan ada kultum yang nggak jelas, dan yang kedua ocehannya nggak jelas juga tentunya. NgeBTin banget. Dan akhirnya, ditelpon juga. ".... Udah berapa lama hidup di Pekanbaru ?" omelnya. "...dari simpang itu lurus aja.." lanjutnya.

Aku ikuti arahan Faisal tanpa curiga, yang mana itu arah pilihan awal Aku. Dan hingga tibalah ada tulisan Jalan Lintas Taluk Kuantan. Udah sangat-sangat tidak benar. Aku udah berada di jalur yang salah pake banget! Dan yaa, jika kita bertanya sama Faisal, seIndonesia Raya bisa tau kalau Aku lagi nyasar! Dia langsung update di *WAG. "... ini udah jembatan ketiga, ada tulisan Jl. Lintas Taluk Kuantan" mencoba menjelaskan kembali sama Faisal. "..Eh dimana tu? perasaan nggak ada jembatan disitu". Ngik! "Tapi tadi katanya lurus aja, ya inilah jalannya lurus". ".. Dari arah mana tadi?" ku coba menjelaskan kembali sama beliau. ".....hahahah! maunya belok tadi" si coconut hanya tertawa. Yang ujungnya Aku cuma bisa ngelus dada sambil ngebatin "Ya Allah, apa nggak direstuin ketempat mira apa gimana ya". Pagi menjelang siang itu sudah terik banget. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 dan Aku mulai memutar arah lagi kearah yang sebelumnya.

Saat Aku sudah ada dijalan yang lurus, jalan yang benar dan jalan yang diridhoi, Mira nelpon. "Udah dimanaaa? Kok bisa nyasarrr, Be?" tanya Mira sambil cekikian kecil. "Duh, nanti Ku jelaskan ya. Pusing. Ribet lah pokoknya" sambil mengakhiri pembicaraan. Eh nggak dimatiin deh, masih telponan terus sampai depan rumahnya Mira biar ngga nyasar lagi. hahahaha

Sebelumnya saat masih nyasar dijalan yang lurus tadi,  ada telpon dari Ais. ".. Kok bisa nyasarr jauh kaliii, kak". okelah fix terlalu indah dilupakan terlalu sedih dikenangkan! bodo amat. Matahari siang itu sangat terik, ditambah Aku yang mutar-mutar nggak jelas. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 lewat. Bayangin aja berapa lama keliling mutar-mutar. Pinggang udah mulai kaku. Mungkin Ayu Tingting kalah kali nyari alamatnya. Akhirnya sampai ditempat Mira pukul 11.30 kurang lebih ya.

Jangan tanya, mengapa bisa lama. Bicara soal mencari alamat, Aku nggak jago. Ntah sudah berapa kali Aku nyasar kalau nyari alamat. Terlalu berharap pada GMaps. Ternyata terlalu berharap pada teknologi nggak dijamin juga. Oiya, sebelumnya Aku udah pake GMaps, lho! Titik koordinat dari share location dari Mira. Tapi yagitu. Dan bahan bakar motor pun hampir habis 1/2. Padahal Aku baru aja re-fill sebelum berangkat ketempat Mira. Sungguh perjalanan yang panjang. Menguras tenaga, juga bahan bakar. wkwkwkwwk

".. Eh! tau ndak, dia update di WAG. Karena udah heboh di group makanya Ku telpon" jelas Mira. "Masa? bentar Aku cek." sambil ngecek hp. Dan bener ajaaa, udah heboh di group -,-

Pesan Moral
Malu bertanya, jangan jalan-jalan. Hemat bahan bakar, harga pertalite udah naik tsayyyyyy~
Demi kenyamanan, kesehatan jiwa raga rohani jasmani, dan demi kemaslahatan umat, bertanyalah pada orang yang tepat.

*WAG - Whatsapp Group
*Akaii - Motor Mio Soul legendaris since May 2011

To be Continued....
Continue Reading
Assalamu'alaikum warrahmatulahi wabarakatuh ^.^

Selamat malam teman baca! kenapa malam? karena ngetiknya malam hari~ Postingan ini dibuat setelah pulang quality time bersama rombongan pipitumpeh. Acara kali ini dalam rangka perpisahan Siska, yang akan ikut suaminya ke Natuna.

kicauanvinacom

Dan sebenernya tulisan yang langsung ditulis sepulang dari acara sih sampai yang diatas aja, yang ini mah lanjutan seminggu kemudian. x_x Minggu kemarin, tepatnya tanggal 4 Februari 2018, ulat-ulat cabe ngajakin nonton film : Dilan. Awalnya nolak karena emang nggak minat nonton, bahkan nonton apapun nggak ada minat. Tapi karena sesuatu yang tarikannya kuat kaya magnet jadilah nonton juga. Yang awalnya penolakan paling keras malah jadi fans garis keras. So, dont hate too much!

Pukul 1 siang, sepulang dari kantor yang kebetulan Aku, Mira dan Ais jadwalnya samaan. Langsung cuss ngeMall. Tidak dengan Aku dan Mira. Aku pulang dulu jemput camera yang ujungnya nggak jadi dipake buat vlog ala-ala. Sedangkan Mira ada kondangan dulu. Pukul 3 sore kami sudah berkumpul di SKA Mall. Ketemu di XXI muter nyariin, lah ternyata manusianya lagi antri tiket nonton. Etttdah! Padahal udah didepan mata kaga kelihatan tsayyy~ Ketutup masa depan yang cerah, mungkin.

Setelah beli tiket kelar, Aku dan para makhluk yang lain turun menuju Hypermart. Buat apa? Tahu sendirilah yaa, mau nonton tapi cari yang hemat tapi tetap ada cemilan. Aha! ngecheat gitu. Maafkan kami Mas/Mba ini terpaksa kami lakukan dengan penuh kesadaran. Dan Vlog Ala-ala nggak jadi, karena dilarang pake camera sama security. Padahal masih diluar area XXI. Kalau pake handphone boleh. Dan karena udah lama nggak pernah nonton Aku nggak tau tsayyy~

Dan cerita berlanjut di Hypermart. Lagi milih-milih camilan apa sama minuman apa, tiba-tiba Siska ketemu sama temennya. Seperti biasa kalau kita ketemu teman disuatu sempat pasti ada saling sapa, salaman, cipika-cipiki. Saat Siska sibuk menyapa temennya, Ais juga ikutan heboh menyapa. Bahkan lebih heboh ketimbang Siska. Aku sama Mira cuma diam karena nggak kenal. 

"Tet, kenal ?" Kami mencoba bertanya untuk memastikan.
"Nggak, Kak. Hehehe" Sahut Ais sambil cengengesan.
"!@#$%^&*" hening sejenak dan gelak tawa pecah seketika.
"Siska juga bingung, Tetty kenal dimana. Heee ternyata" Jelas Siska.

Serius, dengan ekspresi Ais yang heboh gilak itu, Aku nggak nyangka dia ternyata nggak kenal. Dan tawa kami masih berlanjut hingga beberapa saat setelahnya dengan mikir, kok bisa!

Alhamdulillah yang diSKSDin sama tuh bocah nggak langsung bilang "Kamu siapa?". Dan untung tidak ada benda gratis yang bisa dijadikan tumbal untuk membasmi si manusia yang bernama Ais a.k.a Tetty. Dan waktu berlalu hingga terdengar Adzan ashar sudah berkumandang. Siska dan Mira shalat sedangkan Saya dan Ais kebetulan lagi libur, antre dikasir. Niatnya dikasir mau menggunakan kartu Hypermart yang sudah lama dibuat tapi nggak pernah dipake. Sekalinya di pake udah nggak berlaku lagi, duh! malu sama abang-abang kasirnya -_-

Dan setelah selesai antre, kita naik lagi menuju XXI. Dan bagi-bagi sembako yang akan dimasukkan ke dalam tas masing-masing. Lalu meluncurlah dan berlanjut masuk ke studio yang sudah ada Mba-mbanya menanti tiket pengunjung yang akan masuk. Jangan tanya, si Ais sudah berapa kali nonton. Pokoknya Bioskop di Pekanbaru semua udah di datengin dia untuk nonton film ini. Meskipun ntah sudah berapa kali, Doi teteeeupp, mesem-mesem tiap nonton dan apalagi ada adegan yang mancing penonton buat ba-per maksimal. Nggak di pungkiri, saat nonton ntah suara dari mana banyak yang riweuh  dan heboh di sertai tepuk tangan. Nggak berasa nonton bioskop jadinya, wkwkwkww! Dipostingan ini nggak akan bahas soal film, karena akan di bahas terpisah (kalau sempat, kalau lagi mood).

Dan, setelah selesai nonton yang keluar-keluar pipi memerah karena kehaluan juga karena kasmaran lanjutan. Siska dan Mira lanjut shalat Magrib, sedangkan Aku dan Ais melanjutkan kasmaran dan komen filmnya. Selesai shalat, kami menuju Pat Bingsoo yang awalnya singgah di Shihlin dulu. Ohiya, sebelum pembahasan nonton kelar, ada perdebatan mengenai snack ini. Ketika siska ngotot mau beli snack bernama ishin dan Aku bingung sampe ngegoogle, snack macam apa itu. Dan ternyata yang dimaksud adalah Shihlin -_- okelah saja.

Sambil nunggu shihlin, kami take some pic yang akan dipandang-pandangi Siska di Natuna nantinya. Kami tahu, kami akan dirindukan makanya posenya nggak usah bagus-bagus. Nanti Siska suka. Karena Mira sudah mau pulang, jadilah beliau cuma beli Shihlin saja. Dan kami lanjut ke Pat Bingsoo yang ada di lantai 2 SKA. Tepat di samping Shihlin. Dan sebelum masuk, antre dulu. Siska yang niatnya kuat banget karena di Natuna katanya Pat Bingsoo nggak ada, jadilah dia yang antre, mhuahahahah~

Ekspektasi tinggallah ekspektasi. Niatnya mau nyobain jenis Bingsoonya. Eh malah perut keroncongan. Peringatan, jika perut Anda keroncongan maka tidak cocok makan disini. Menurut Aku, Pat Bingsoo cocok banget untuk tempat makan santai gitu.Tapi karena Aku, Siska dan Ais sudah lapar berat dari siang dan mungkin dari pagi nggak makan. Jadilah kesetanan! dan servicenya kemarin lambat -_- karena ramai, atau mungkin cacing di perut yang sudah nggak sabar. Akhirnya kami pesan, Ramyeon, Bibimbap, kentang goreng dan lupa apalagi ya namanya. Itu baru datangnya udah di serbu, nggak bisa lama-lama potonya. Full review nanti dibuat terpisah ya (kalau sempat dan kalau lagi mood). Next bakalan nyobain Bingsoonya, soon!.

Setelah menggila di Pat Bingsoo, lalu keheningan diantara kami bertiga pun dimulai setelah melihat Bill. Ingin rasanya ku teriak "masih lapar". Dan aku berbisik "Kalian kalau lapar jangan makan disini, makan di ayam penyet aja". "Iya ya, Kak" sambung Ais. Kelaparan bingit, parah! Sampai kentang goreng dimakan bareng kuah dari ramyeon~ Tsedap ajalah. "Kaya makan Asam pedas ya, kak!" Cetus Siska. "Hah? Masa?" jawabku sambil mencoba. "Eh iya, ya~" Kalau dipikir-pikir rasanya emang mirip, atau emang dasar lidah kita khusus masakan Indonesia kali ya, jadi makanannya teteupp aja nggak bisa lepas sama masakan Indonesia, wkwkwkw.

Dan cerita dihari itu berakhir bahagia, penuh gelak tawa. Kecuali saat penarikan duit di Atm untuk bayarin lagi duit mereka, karena Aku nggak pegang uang cash jadi tadinya pake duit mereka dulu, dan berharap siap makan mereka lupa tapi itu hanya harapan belaka. Mereka ingat, Huft!

Sampai jumpa Siska~ Senang dan Betah disana, ya. You Will be missed ! Doakan kami murah rezeki biar bisa lebaran kesana, ya. Kalau mau sponsorin tidak mengapa, Mhuehehe. Semoga keluar terakhir bersama Kami menyenangkan eap!
Assalamu'alaikum ^.^

Ini merupakan postingan pertama di tahun 2018. Dan Tahun 2018 sudah berlalu 21 hari. Apa yang udah dilakukan selama 21 hari tersebut? sudah adakah perubahan?. Nah, mumpung masih berbau masa-masa liburan. Dan kadang bingung mau liburan kemana? kadang kebanyakan lebih memilih liburan keluar negeri. Padahal didalam negeri masih banyak stok tempat wisata yang indah. Salah satunya, ke Bintan.

Sekarang, bingung mau liburan ke Bintan naik apa? Sekarang banyak lho maskapai penerbangan domestik yang membuka rute ke sana. Banyak promo dan harganya pun terjangkau. Contohnya, dengan Express Air. Express Air sediakan beragam tiket murah ke Batam.

Bagi yang sudah pernah ke Bintan, pasti bosan kan jika harus ke Crystal Lagoon lagi atau ujung-ujungnya ke Batam. Nah, biar gak bosan coba kunjungi 5 rekomendasi destinasi wisata lainnya di Bintan berikut ini.

Pantai Lagoi

sumber:tempat.co.id

Walaupun masih berada di Pulau Bintan, namun Pantai Lagoi bukan bagian dari kawasan wisata terpadu Lagoi. Pantai ini mirip dengan Pantai yang ada di Bali. Fasilitasnya lengkap, berbagai pusat hiburan, penginapan, treatment dan spa, hingga lapangan golf ada di sekitarnya. Uniknya, di pantai yang menghadap ke Singapore dan Malaysia ini kamu harus menggunakan mata uang dolar Singapura.

Pulau Penyengat

sumber:gardanasional.id

Ke Bintan jangan hanya wisata alam saja. Jangan mengabaikan wisata sejarahnya juga! Di Pulau Penyengat kamu bisa mempelajari sejarah Kerajaan Kesultanan Riau dalam menghadapi penjajah saat abad ke-18. Mulai dari nama tokoh hingga cerita lengkap bisa kamu ketahui di sini.


Salah satu bukti sejarah Pulau Penyengat adalah Masjid Raya Sultan Riau yang megah. Konon, masjid yang dibangun selama 40 tahun tersebut dibangun dengan putih telur sebagai perekat dinding. Unik, kan?


Hutan Mangrove

sumber:sijoritoday.com

Di Bintan, pelestarian alam sangat diperhatikan. Oleh karena itu, di sekitar sungai kita akan menemukan hutan mangrove yang masih sangat rapat dan hijau.

Kamu bisa menaiki kapal untuk wisata susur sungai dan hutan mangrove tersebut. Selama perjalanan, kamu pasti akan dibuat kagum karena beberapa hewan liar seperti ular, monyet, dan burung bisa langsung kamu lihat sedang diam, melata, maupun bergelantungan pada setiap pohon mangrove tersebut.

Gurun Pasir Busung

sumber:backpackerjakarta.com

Percaya atau tidak, di Bintan ada gurun pasirnya. Gurun pasir ini bahkan disebut misterius karena berada di tengah-tengan pepohonona hutan tropis yang rindang serta pantai-pantai tropis yang tidak terlalu menyengat.

Gurun Pasir Busung di Bintan ini memang bukan gurun pasir seperti yang ada di Timur Tengah. Awalnya, di sini merupakan lokasi pertambangan Bauksit. Bekas tambang tersebut berwarna putih dan membentuk lekukan yang lama kelamaan tampak seperti gurun pasir.

Banyak wisatawan yang belum tahu tempat ini. Sehingga, begitu lokasi instagramable ini viral di sosial media, banyak yang takjub dan penasaran ingin berkunjung lagi ke Bintan.


Danau Biru Kawal

sumber:activejourney.net

Mungkin yang kita tahu selama ini pemandangan air biru hanya bisa kita lihat di lautan lepas. Tapi, di Bintan pemandangan ini bisa kita lihat juga di danaunya. Tepatnya, Danau Biru Kawal.

Bahkan, banyak yang menilai keindahan pemadangannya lebih indah dibanding pemandangan di laut. Danau Biru Kawal lebih indah karena dikelilingi bukit-bukit pasir berwarna putih. Sama seperti Gurun Pasir Busung, Danau Biru Kawal juga tercipta akibat proses pertambangan yang dilakukan di lokasi tersebut.

Untuk masuk dan berfoto di kawasan Danau Biru Kawal, kita tidak akan dipungut biaya. Namun, kita hanya dituntut untuk menjaga kebersihan di lokasinya saja.

Jadi, jangan bingung lagi ya baik itu bagi  yang pertama, kedua kali, atau keberapa kalinya datang ke Bintan saat harus mencari lokasi wisata yang tidak umum selama di sana. Kelima pilihan destinasi wisata tersebut baru sebagiannya saja. Masih banyak tempat di Bintan lainnya yang menunggu untuk kamu jelajahi bareng Express Air.


Nah itu tadi referensi beberapa tempal luburan yang indah. Hayo, pilih yang mana..?

Assalamu'alaikum Wwarrahmatullahi Warabarakatuh ^.^

Udah lama nggak buka blog untuk sebuah postingan yang labil maupun postingan berfaedah. Karena beberapa postingan kemarin di post perjadwal saja. Lagi miskin ide.

Nggak berasa banget, 2017 udah di penghujung bulan aja. Dan Bulan Desember pun sudah hampir berakhir. Dan biasanya, kebanyakan sudah pada mempersiapkan tujuan hidupnya untuk 2018 mendatang. Untuk resolusi 2018 Saya nggak muluk-muluk. Dan juga nggak semuanya bakalan diceritain disini, nggak bakalan muat. Ngahahahahaha...

Salah satu resolusi 2018 Saya adalah, Wisuda. Iya, Wisuda. Wisuda adalah pertanyaan terberat Saya saat ini disamping pertanyaan kapan nikah. Dua pertanyaan maut yang mengiris hati dan menusuk telinga ini lumayan memberi efek syahdu bagi kehidupan berbangsa bernegara. Disaat teman-teman udah berangsur wisuda Saya masih tersangkut dengan rasa malas yang amat sangat. Untuk mewujudkan segala resolusi kedepan, selain berdoa saya harus tetap berusaha. Banyak jalan menuju ke Roma. Salah satu usaha Saya untuk menyelesaikan PR ini adalah dengan menjaga kesehatan agar tetap bisa melanjutkan PR yang sudah banyak pertanyaan "kapan" ini.

Banyak proses yang akan Saya lalui dari bertemu dengan Dosen Pembimbing, bolak-balik setiap hari agar resolusi ini dapat tercapai ditahun 2018. Dengan padatnya mobilitas ini, kesehatan suka terganggu karena banyaknya pengaruh dari kondisi cuaca saat ini. Cuaca yang tidak menentu dari panas terik tiba-tiba hujan nggak jarang menjadi salah satu faktor kondisi tubuh ngedrop. Belum lagi polusi udara yang ada dan juga pengaruh orang-orang disekitar. Kalau sudah sakit, jadi nggak bisa mobilitas untuk sementara waktu dan rasa malas itu akan bangkit lagi. Susah banget bangkit dari rasa malas, bukan berarti nggak bisa. Semoga ditahun 2018 ini dua pertanyaan kapan terlampaui. Aamiin. xD

Banyak dari resolusi 2018 berasal dari tumpukan resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum terwujud karena beberapa faktor. Dan 2018 semoga jadi puncak terwujudnya beberapa resolusi tersebut. Dan salah satunya Wisuda!! Karena nggak ada yang abadi bahkan untuk status mahasiswa sekalipun. Dan, jika Saya menyerah di titik ini, pengorbanan bekerja untuk kuliah pun akan percuma rasanya. Begitu kata Ibuk dirumah untuk menyemangati anak gadisnya yang susah banget kalau udah di tanya kapan ini.

Dan Theragran-M hadir cocok untuk masa penyembuhan berbagai jenis penyakit yang membutuhkan daya tahan tubuh yang maksimal. Dengan kombinasi Multivitamin (Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E) dan Mineral esensial (seperti Magnesium dan Zinc) di dalam Theragran-M mampu mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh juga merupakan Vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. 

Nah, begitu besar nikmat dan rezeki yang udah diberi. Kesehatan merupakan rezeki yang teramat sangat besar dan mahal banget, tapi kalau diberi sakit pun kita tidak boleh mengeluh karena itu tandanya Allah sayang sama kita. Tapi, tentunya kalau sakit jangan lama-lama. Kecuali memang sudah kehendak dari Yang Maha Kuasa. Saya jarang banget sakit, tapi kalau udah diberi sakit bisa sampai satu mingguan, Alhamdulillah. Nah, pada proses penyembuhan ini Saya butuh Vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit agar tetap bisa mewujudkan salah satu resolusi Saya si tahun 2018. Sebisa mungkin agar tetap sehat dan tetap jaga kesehatan sebagai bentuk tanda syukur kita terhadap nikmat yang diberiNya. Karena nggak cukup dengan minum air putih saja.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.
Aassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ^.^

Agak panjang nih salamnya, biar lebih baik. Oiya, hari minggu kemarin ribet dan repot banget cek resep kue lumpur. Ketemulah resepnya Mommy Wong, check aja akun Instagramnya. Disana, sukak sama cara sharingnya. Nggak yang serius-serius banget, tapi ada candanya juga.

Untuk resep nggak sama persis. Beda takarannya beberapa sih, mueheheh.. dan caranya juga berbeda sehingga jadilah Kue Lumpur Ajaib ini. Langsung aja ke resepnya.

Bahan
Tepung Terigu 250g
Kentang 250gr
Santan 200 ml
Gula 100 gr
Susu kental manis 100gr
Blue Ban 100gr
Jagung (opsional, terserah mau berapa gr)
Telur 2 Butir

Cara memasak

Aku menggunakan mixer biar aman dan ramah ditangan, pertama kukus / rebus kentang lalu haluskan kentang hingga halus banget, lalu campurkan dengan santan, sisihkan biar adonan dingin dulu. Lanjut step kedua masukkan 2 butir telur dan gula. Mix sampai mengembang, lalu masukkan tepung terigu yang sudah diayak sebelumnya. Setelah tercampur rata, masukkan adonan kentang yang sudah tercampur dengan santan. Aduk lagi hingga merata. Lalu, tambahkan margarin dan susu. Mix lagi hingga semua bercampur baur. Adonan sudah jadi.

*Ngik! Ternyata gas dirumah habis tsayy~ apalah daya, malas kemana-mana dan hampir putus asa. Terlihat disudut meja dapur sebuah Magic Com bersinar pertanda dia memberi solusi terhadap masalah dipagi minggu yang aselik membingungkan.  Ini bukan kali pertama sih masak kue menggunakan Magic Com, sudah berulang kali~

Iya! Akhirnya Aku masak adonan tadi dengan Magic Com. Anak kos bisa nyoba nih! Seharusnya pakai cetakan yang diletakkan diatas kompor itu, apalah daya gas tiada. Jadi, maksimalkan sajalah apa yang ada.

Pertama, lumuri wadah pemasak nasinya dengan blueband dan tepung terigu agar tidak lengket. Lalu masukkan adonan. Hidupkan Magic Com lalu pilih untuk memasak nasi sekitar 15 menit. Lalu biarkan sekitar +/- 15 menit di posisi warm. Sambil di cek aja, kadang suka beda. Kalau terlihat sudah matang angkut aja. Ketika adonan setengah matang, taburi dengan jagung yang sudah dipipil sebagai toping.

Dannn jadilah! Tampilannya memang lebih mirip martabak jagung. Teksturnya lebih mirip bolu kemojo, untuk rasanya juga agak miri-mirip bolu kemojo. Tapi ini lebih   smooth syahdu gitu. Enak aja udahhh~ Nggak kemanisan yang paling penting. Kalau kue begini mah, Aku nggak suka terlalu kemanisan. Eneg!

Selamat mencoba dan semoga berhasil!

kicauanvinacom