Saat Jenuh Melanda

Miss-Purple-Life

malam yang sunyi, aku hanya bisa terdiam di ruangan sederhana yang tenang, tepatnya dikamarku. dimana aku bisa melakukan apa saja disana tanpa siapapun mengetahuinya. malam ini, kuhidupkan mp3 player dan volume di speaker aku pilih full. agar tidak seorangpun tau aku menangis dikamar. malam ini aku merasakan jenuh yang sangat jenuh.
suasana saat ini sudah mulai tidak bersahabat. but, someday aku mau mencari suasana baru. suasana yang bisa menghilangkan jenuh yang ada. tak sadar air mata sudah mengalir dipipiku.
aku masih tetap terdiam mengingat masalah ini. hanya kamar kecil ini yang menjadi saksi tangisku malam ini. masalah yang kurasakan semakin berat, semakin membebani fikiran dan perasaanku.
ntah mengapa malam ini, aku hanya ingin sendiri dan meluapkannya dengan tangis. "apa yang salah denganku?" hanya bisa bergumam didalam hati. aku berharap, di hari ulangtahunku aku hanya ingin kebahagiaan.
walaupun itu sesaat. tapi aku hanya bermimpi :) mungkin Allah mempunyai jalan cerita lain. Aamiin. hanya bisa terus menulis untuk mengungkapkan isi hati yang tak dapat terungkap.
hanya pada-Nya tempatku bercerita. semoga dia mendengar jeritan hati ini. aku hanya jenuh dengan hidup ini, bukan berarti ingin mengakhirinya, aku hanya ingin suasana baru dan orang-orang baru, hanya itu!
beberapa dari mereka, sekarang sudah tidak bersahabat lagi. ingin rasanya pergi kesuatu tempat, dimana aku bisa teriak sekuat-kuatnya tanpa ada seorangpun mendengar. 



terlalu berat bulan ini, "apa ini proses pendewasaan ? apakah Dia ingin melihat bagaimana aku menghadapi masalah yang ada. apakah begitu? ya aku pikir ini memang proses pendewasaan. tapi ini juga meliputi kesabaran.
aku tahu, Dia tidak membatasi kesabaran manusia, tapi manusia sendiri yang membatasi sesuai kemampuannya. sejauh mana manusia itu dapat bersabar? " kata-kata ini yang terlintas difikiranku malam ini. pantaskan aku mengeluh pada-Nya ?
aku tidak mengeluh, aku hanya bercerita pada-Nya. aku bingung, banyak pertanyaan yang muncul dan tidak satupun mendapat jawaban, sungguh malam yang sunyi.

disaat seperti ini, aku sangat merindukan sosok seorang nenek. nenek yang sudah lama mendahuluiku. sudah lama aku tidak memeluknya, terakhir aku hanya mendengar kabar tentangnya itu pada suatu pagi 28 maret 2006, nenek sudah pergi untuk selamanya,
kepangkuan-Nya yang lebih indah. semoga dia tersenyum melihatku sekarang. rasa rindu pada mereka yang sudah lama pergi, muncul kembali. kakek, kakek? terakhir aku merasakan indahnya punya kakek pada umur 2 tahun. begitu lamanya, aku sampai lupa bagaimana bentuk raut wajahnya.
aku hanya dapat mengingat ketika melihat wajahnya di foto keluarga lama.

Dan sekarang aku masih sendiri, menikmati hidup yang terlalu monoton. itu menurutku. ya, terlalu membosankan! tapi aku harus terlihat kuat, aku tak perduli apa kata mereka.
aku hanya ingin membahagikan kedua orang tuaku dan adik kecilku. mereka hanya terlalu mengomentari hidupku, mereka tidak pernah menjalaninya langsung. mereka hanya penonton yang ribut.
seperti penonton pada pertandingan bola, mereka hanya berkomentar "Ah payah!" itu hanya ketika tim mereka kalah, tapi apabila tim mereka menang "itu tim andalanku, beda dari yang lain" ya mereka memang seperti itu.
hanya menjadi penonton, sehingga mereka tidak dapat menikmati filmnya sendiri karena terlalu asik mengomentari film karya orang lain.

okeh! semua kata-kata ini membuatku bangkit kembali. mari berfikir kembali, "apa tujuanku disana? dan untuk apa aku disana?" ya, semangatku bangkit lagi. toh mereka hanya penonton. tidak dapat merubah jalan ceritaku. mereka itu hanya iklan yang numpang lewat.
semangat vina!! teriakan positif itu mulai terdengar semakin lama semakin membuatku mulai berfikir ulang untuk bangkit kembali, menjalani semua ini. apa yang mereka punya? hanya komentar !! dan apa yang aku punya? aku punya Allah, aku masih punya seorang ibu, ayah dan adik kecil yang lucu serta teman-temanku.
saatnya, kembali ke dunia nyata dan bangun dari keterpurukan ini. "andai kehidupan ini seperti foto atau gambar, aku ingin memotong bagian yang tidak menyenangkan. tapi kalau aku memotongnya maka akan ada bagian yang hilang. aargghh :@ dan aku juga sempat berfikir, anda ada tombol undo dihidup ini, banyak hal yang ingin aku undo.
tapi setelah aku fikir kembali, apabila aku undo, aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya, dan aku hanya menjadi katak dalam tempurung yang tidak tahu apa-apa.

mereka hanya bisa mengkritik, tapi tidak bisa memberikan saran. hanya bisa mencari kesalahan, tapi tidak tahu apa yang mereka lakukan. 

1 comment:

Bijaklah dalam berkomentar di sosial media :)