Berkarya Lewat Tulisan

Setiap orang punya caranya sendiri untuk berkarya. Ada yang berkarya melalui suaranya, ada yang berkarya dengan goresan warna warni di canvas dan banyak lagi. Ada yang berkarya lewat tulisan. Merekalah yang biasa disebut dengan penulis. Dan menurut Saya, Blogger juga penulis, karena mereka menulis, menuangkan apa yang mereka fikirkan kedalam suatu tulisan yang nantinya dapat dibaca orang meski bukan dalam bentuk buku.

Menulis untuk menangkan fikiran, meregangkan otot-otot yang telah bekerja keras sepanjang hari. Dengan menulis, setidaknya kita mampu menuangkan apa yang difikirkan, baik itu curhatan maupun mengeluarkan semua unek-unek yang ada. Meskipun tidak ada satu orang pun yang mau mendengarkan ceritamu. Maka menulislah.

Dengan menulis setiap tulisan kamu tidak akan hilang. Meskipun saat kami telah tiada, karena kamu akan tetap hidup lewat karya yang kamu tuangkan dalam sebuah tulisan. Dan mereka tetap bisa membacanya.




Hati. Sekali lagi masih dengan hati. Lakukanlah dengan hati, apa yang kamu tulis lakukan dengan hati. Karena dengan hati dan niat yang baik maka apapun yang akan kamu tulis itu akan berhasil baik. Dan semua yang dilakukan dengan hati itu tidak akan terasa berat. Maka, lakukanlah dengan hati.

Menulis dengan mood yang buruk pun akan menggambarkan suasana hati yang sedang murung. Karena tulisan yang dibuat dengan hati tidak akan dapat berbohong. Setiap alur tulisan akan dapat dimengerti dengan baik oleh mereka yang membacanya, seperti postingan "Tulisan Sepintas Lalu" yang Saya buat pas lagi galauuu segalaunya yaampuuunn :3 itu emang nggak nyangka bisa nulis begituan.. Dan pada kolom komentarnya, mereka tau itu dibuat memang pas lagi galau berat. Yaa memang begitu. :3

Terkadang tulisan juga mewakili perasaan si penulis. karena menceritakan apa yang sipenulis rasakan saat itu. Yaa Allah pengen jadi penulis betulan yang punya buku sendiri. Aaaakkk bahagianya :D

Kemarin sempat ikut seminarnya Bang Marah Adil dengan Bukunya "Aku Kau dan Kua" yang udah difilmkan juga, itu katanya, setiap emosinya saat menulis dia tuangkan kedalam tulisannya. Pas lagi sedih yaa tulisannya sedih, pas senang tulisannya berbau bahagia dan begitupun seterusnya. Yang akhirnya si pembaca menghayati dan mendalami tulisannya sesuai emosi penulisnya. Jadi, setiap mood yang dirasakan saat menulis tuangin aja kedalam bentuk tulisan biar moodnya nggak terbuang sia-sia hihi

No comments:

Post a Comment

Bijaklah dalam berkomentar di sosial media :)