Assalamu'alaikum ^.^

Selamat malam teman bacaaaaaaaaaa! Salam bahagia untuk semua. Semoga selalu bersyukur dan bahagia selalu. Tulisan ini merupakan lanjutan dari Sabtu Bersama Mira Part 1. Iyaaa, yang Akunya nyasar itu. Dan bagian kedua ini, Aku bakalan ceritain bagaimana rempongnya nemenin cewek yang besoknya mau nikahan dan H-1 baru perawatan. Errr!



Sebelumnya Aku sudah mencoba memastikan apakah Mira diizinkan keluar atau tidak. "Be, boleh keluar emangnya? kan besok udah hari H?" tanyaKu. "Boleh Be, kan bukan Aku yang bawa motornya. Kamu~" jawab Mira. Dan karena Aku membawa calon pengantin dibelakang, jadilah bawa motornya Nyiput jauh dari standar kecepatan biasanya. Dengan rasa deg-degan bawa anak gadis orang yang besoknya akan dipersunting punya rasa nyutnyutan sendiri dibatin.

Berangkatlah menuju lokasi yang menjadi tempat / tujuan pertama untuk tempat leyeh-leyehnya Mira alias tempat bermanja ria sebelum besoknya bakalan duduk di pelaminan. Hazehhhh~ Lokasi pertama, Tirta Spa panam. Sudah sampai dilokasi, udah masuk dan udah bicara dari hati ke hati dengan Mba-mba nya ternyata Mira nggak cocok. Okelah, Aku ikutin aja maunya si Mbah!. Kita bahagiain dulu dia selagi masih gadis. Ehak!

Baginda mulai keluarin fatwanya ni dibelakang sebagai penumpang yang budiman, "Coba ketempat Siska kemarin, tu" sebelumnya Mira sudah memberikan masukkan yang berfaedah. ke Kinanthi apa gitu namanya. Tapi setelah kami coba telusuri yang mana kata Mira lokasinya ada di Jl. Delima. "Kata Siska di Jl. Delima, Be". Oo ya udah kita kesana aja dulu. Nanti kalau nggak dapat  baru ke Tirta" jawabku lagi. Jalan terus mengikuti arus jalan, toleh kiri dan kanan dan siang makin panas, matahari sangat menyengat kala itu namun apa hendak dikata, Kinanthi masih belum bisa ditemukan posisinya. "Eh! tapi Siska masa kesini? Rumahnya di Rumbai, ngapain jauh kali ke Jl. Delima, Be?" Seruku lagi. "Eh iya juga, ya. Apa Jl. Delima yang dirumbai kali, ya ?". Krikrikrik. Nggak tahu suara jangkrik darimana di siang bolong padahal.

Dan setelah itu barulah Motor putar arah lagi. Keluar lagi dari Jl. Delima ke arah Tirta Spa. "Yaudin, kita ke Tirta Spa aja kalau gitu, ya". "Ok Be!" Sahutnya dari belakang sambil meletakkan dagunya dibahuku. Jangan baper kelen! Sampai di Tirta Spa yaa seperti yang Ku ceritakan diatas tadi, nggak cocok sama Dia tsayyy~

"Ke Kinanthi aja, ya" rayu Mira. "Boleh, dimana posisinya?" jawab ku. "He, itu yang belum tau dimana, ahahaha" jelas Mira. "Errrrr! tu gimana pula" jawab ku rasanya mau ninggalin aja, sayang masih gadis, jadi tetap diangkut aja. "Coba cek di Instagramnya ada alamatnya Ndak?" Jelasku lagi. Pilihan tetap ke Kinanthi dan masih mencoba mencari alamatnya. Gas motor lagi ke arah Jl. Delima. Ngenggg!.

Dalam perjalanan mencari Kinanthi ini, terjadilah percakapan yang tidak berfaedah dan kebanyakan Aku lupa. "Ngapa nggak dari kemarin-kemarin perawatannya, Be!" tanyaKu. "Belum sempat, Be. Banyak yang mau di urus terus belum ada yang nemankan". "Kan ada Aku, ngapa ndak ajak Aku?" balasKu lagi. "Inikan udah diajak" jawab Mira dengan segala pembenarannya.

Kiriii~ Kanan kulihat saja~ banyak ruko jajanan. Kinanthi, oi Kinanthi dimana kamu, Nak! Sesuai dengan Alamat yang ada di Instagram, akhirnya setelah perjalanan panjang, di sertai pergolakan batin akhirnya kami menemukan Kinanti itu. Arrgh!@#$ Rasanya nyesss! Masuk ke ruangan yang berAC setelah dijemur bagaikan ikan asin.

Kami disambut ramah (Review spa nya nanti di postingan terpisah saja kalau sempat, kwwkwkwkwkw). Meskipun nggak ada yang peduli, yang penting Saya sudah memberi tahu. Ehak! Lalu Mba-mba nya menyodorkan daftar menu perawatan yang tersedia. Mira memilih perawatan sesuai yang beliau impikan. Dan Aku yang awalnya cuma niat nemenin, jadi pengin juga ikutan. Dan jadilah ikutan juga, yang ternyata ruangan perawatannya disamping tempat Mira. -, Kayanya Aku udah ditakdirkan apa gimana, sih.

Perawatan Mira lama, eui! 3 Jam lebih. Kalau Aku kayanya 1 jam lebih gitu lah. "Be, Aku pulang dulu, ya. Nanti balik lagi". Aku lupa jawaban Mira apa, tapi yang jelas jawabannya takut Aku ninggalin dia. Mungkin bisa diartikan gini "Jangan tinggalin Aku, Be". terus Aku jawab "Aku hanya pergi tuk sementara" jangan nyanyi!. Nunggu Mira perawatan buat Aku mengantuk dan lebih milih pulang dulu dan shalat dzuhur. Setelah shalat, Aku kembali lagi ke Kinanthi buat jemput Eyang berbadan Subur. Kirain sudah selesai, ternyata belum dan Aku masih selonjoran di ruang paling depannya Kinanthi. Ingin rasanya ku rebahan dan tidur sejenak. Jika pinggang bisa menjerit, mungkin dia akan berkata "Ingin ku berkata kasar".

Hari mulai sore dan Mira sudah mulai ditelpon, karena sudah selesai dari Kinanthi, kami lanjut cari makan. Perawatan perut. Dan pilihan jatuh ke IAM Geprek Bensu Panam. Makan dan minum sebentar saja, yang lama itu nunggu makanannya datang. Nggak tahu aja cacingnya Mira kalau lagi lapar gimana. Untung aja masih  terselamatkan. Lalu kami melanjutkan kembali perjalanan menuju rumah Mira. Oiya, Aku berasa lagi mudik dengan tentengan seabrek. Alias tas ransel yang isinya baju kondangan besok dan segala perintilannya. Karena Aku nginap dirumah Mira. mhuahaha, nggak kebayang kalau hari H aku kesana dan nyasar! sampai dilokasi acara Akad Nikah sudah selesai. Sedangkan, tukang foto abal-abalnya Aku -_-

Dan keaneka ragaman hayati nggak cukup sampai disini, semoga nggak bosen dan nggak ngedumel sendiri. 

To be continued.....

Yang mau baca Part 1 bisa cek disini --> Sabtu Bersama Mira Part 1
Assalamu'alaikum ^.^

Selamat siang teman Baca~ Seharusnya ini tulisan tayangnya sudah dari beberapa minggu yang lalu. karena, acaranya sudah dari bulan Januari silam. Karena tingkat kemalasan udah level maksimal, apalah daya, yakannn yakan! Udah, openingnya segitu aja. Kegiatan selama dua hari itu akan dibagi empat bagian, bodoamat sih *suara dari antahberantah. Peduliiiiii dongs~ *suara dari hati kecil Aku.



Well, Sabtu 20 Januari 2018 pertama kali aku menginjakkan kaki dirumah baru Mira. Dan pertama kali juga buat Aku bawa motor sendiri ke daerah Kubang yang lewat dari kuburan. Sebelumnya, belum pernah ngebolang sendiri ke daerah ini. Tapi sok tau aja.

Pagi itu, Mira minta ditemanin treatment untuk orang sebelum nikahan itu. Perawatan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dan waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi lewat ntah berapa. Siap-siap mandi dan segala macamnya, jam 9 berangkat dan estimasi jam 9.30 paling lama udah di tempat Mira. Itu prediksi udah paling maksimal, lho. Dengan santai Ku gas *Akaii dan tibalah Aku di persimpangan, simpang tiga tepatnya. Yang ada kuburannya. Jika kita dari arah Sudirman menuju Kubang, maka seharusnya kita belok kanan untuk arah Kubang, dan lurus untuk ke lintas timur seperti arah Taluk Kuantan dan teman-temannya. Tapi, karena ini pertama kali dan Aku nggak tahu mau nanya orang sekitar malu dan telpon mira nggak dijawab. Jadilah Aku lurusin aja, dengan memegang prinsip "Jalan yang lurus" hingga timbul kecurigaan dan menghasilkan pertanyaan sambil ngebatin, "dimanakah aku ?". Papan nama sebuah toko yang ada di sekitar menunjukkan lokasi Desa Pantai Raja. "Yaa Allah, dimana ini" jadi ngebatin sendiri sambil tetap terus melaju kedepan.

Karena ujungnya nggak jelas, Aku putar balik hingga tiba disimpang tiga yang ada kuburan, lagi. Ku ikuti insting yang sotoy banget ini, dengan mecoba keberuntungan  melaju kearah yang satunya. Tapi firasat masih nggak enak (padahal sebenarnya sudah dijalan yang benar) begitulah manusia, penuh keragu-raguan dan mudah dipengaruhi, hiks!. Ku keluarkan hp untuk nelpon Mira, tapi telpon masih belum diangkat. Tidak ada pilihan lain, nama Faisal berada diurutan terakhir untuk bertanya, karena hanya dia yang pernah kerumah Mira. Nanya sama Faisal itu sama aja ngejatuhin harga diri. Terjadi pergolakan batin antara mau nelpon atau tidak. Dan pada dasarnya, lebih baik nyasar ketimbang nanya sama Faisal. Tapi, niat itu ku urungkan. Banyak hal yang akan terjadi jika kita bertanya pada makhluk bernama Faisal ini. Pertama, akan ada kultum yang nggak jelas, dan yang kedua ocehannya nggak jelas juga tentunya. NgeBTin banget. Dan akhirnya, ditelpon juga. ".... Udah berapa lama hidup di Pekanbaru ?" omelnya. "...dari simpang itu lurus aja.." lanjutnya.

Aku ikuti arahan Faisal tanpa curiga, yang mana itu arah pilihan awal Aku. Dan hingga tibalah ada tulisan Jalan Lintas Taluk Kuantan. Udah sangat-sangat tidak benar. Aku udah berada di jalur yang salah pake banget! Dan yaa, jika kita bertanya sama Faisal, seIndonesia Raya bisa tau kalau Aku lagi nyasar! Dia langsung update di *WAG. "... ini udah jembatan ketiga, ada tulisan Jl. Lintas Taluk Kuantan" mencoba menjelaskan kembali sama Faisal. "..Eh dimana tu? perasaan nggak ada jembatan disitu". Ngik! "Tapi tadi katanya lurus aja, ya inilah jalannya lurus". ".. Dari arah mana tadi?" ku coba menjelaskan kembali sama beliau. ".....hahahah! maunya belok tadi" si coconut hanya tertawa. Yang ujungnya Aku cuma bisa ngelus dada sambil ngebatin "Ya Allah, apa nggak direstuin ketempat mira apa gimana ya". Pagi menjelang siang itu sudah terik banget. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 dan Aku mulai memutar arah lagi kearah yang sebelumnya.

Saat Aku sudah ada dijalan yang lurus, jalan yang benar dan jalan yang diridhoi, Mira nelpon. "Udah dimanaaa? Kok bisa nyasarrr, Be?" tanya Mira sambil cekikian kecil. "Duh, nanti Ku jelaskan ya. Pusing. Ribet lah pokoknya" sambil mengakhiri pembicaraan. Eh nggak dimatiin deh, masih telponan terus sampai depan rumahnya Mira biar ngga nyasar lagi. hahahaha

Sebelumnya saat masih nyasar dijalan yang lurus tadi,  ada telpon dari Ais. ".. Kok bisa nyasarr jauh kaliii, kak". okelah fix terlalu indah dilupakan terlalu sedih dikenangkan! bodo amat. Matahari siang itu sangat terik, ditambah Aku yang mutar-mutar nggak jelas. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 lewat. Bayangin aja berapa lama keliling mutar-mutar. Pinggang udah mulai kaku. Mungkin Ayu Tingting kalah kali nyari alamatnya. Akhirnya sampai ditempat Mira pukul 11.30 kurang lebih ya.

Jangan tanya, mengapa bisa lama. Bicara soal mencari alamat, Aku nggak jago. Ntah sudah berapa kali Aku nyasar kalau nyari alamat. Terlalu berharap pada GMaps. Ternyata terlalu berharap pada teknologi nggak dijamin juga. Oiya, sebelumnya Aku udah pake GMaps, lho! Titik koordinat dari share location dari Mira. Tapi yagitu. Dan bahan bakar motor pun hampir habis 1/2. Padahal Aku baru aja re-fill sebelum berangkat ketempat Mira. Sungguh perjalanan yang panjang. Menguras tenaga, juga bahan bakar. wkwkwkwwk

".. Eh! tau ndak, dia update di WAG. Karena udah heboh di group makanya Ku telpon" jelas Mira. "Masa? bentar Aku cek." sambil ngecek hp. Dan bener ajaaa, udah heboh di group -,-

Pesan Moral
Malu bertanya, jangan jalan-jalan. Hemat bahan bakar, harga pertalite udah naik tsayyyyyy~
Demi kenyamanan, kesehatan jiwa raga rohani jasmani, dan demi kemaslahatan umat, bertanyalah pada orang yang tepat.

*WAG - Whatsapp Group
*Akaii - Motor Mio Soul legendaris since May 2011

To be Continued....
Assalamu'alaikum warrahmatulahi wabarakatuh ^.^

Selamat malam teman baca! kenapa malam? karena ngetiknya malam hari~ Postingan ini dibuat setelah pulang quality time bersama rombongan pipitumpeh. Acara kali ini dalam rangka perpisahan Siska, yang akan ikut suaminya ke Natuna.

kicauanvinacom

Dan sebenernya tulisan yang langsung ditulis sepulang dari acara sih sampai yang diatas aja, yang ini mah lanjutan seminggu kemudian. x_x Minggu kemarin, tepatnya tanggal 4 Februari 2018, ulat-ulat cabe ngajakin nonton film : Dilan. Awalnya nolak karena emang nggak minat nonton, bahkan nonton apapun nggak ada minat. Tapi karena sesuatu yang tarikannya kuat kaya magnet jadilah nonton juga. Yang awalnya penolakan paling keras malah jadi fans garis keras. So, dont hate too much!

Pukul 1 siang, sepulang dari kantor yang kebetulan Aku, Mira dan Ais jadwalnya samaan. Langsung cuss ngeMall. Tidak dengan Aku dan Mira. Aku pulang dulu jemput camera yang ujungnya nggak jadi dipake buat vlog ala-ala. Sedangkan Mira ada kondangan dulu. Pukul 3 sore kami sudah berkumpul di SKA Mall. Ketemu di XXI muter nyariin, lah ternyata manusianya lagi antri tiket nonton. Etttdah! Padahal udah didepan mata kaga kelihatan tsayyy~ Ketutup masa depan yang cerah, mungkin.

Setelah beli tiket kelar, Aku dan para makhluk yang lain turun menuju Hypermart. Buat apa? Tahu sendirilah yaa, mau nonton tapi cari yang hemat tapi tetap ada cemilan. Aha! ngecheat gitu. Maafkan kami Mas/Mba ini terpaksa kami lakukan dengan penuh kesadaran. Dan Vlog Ala-ala nggak jadi, karena dilarang pake camera sama security. Padahal masih diluar area XXI. Kalau pake handphone boleh. Dan karena udah lama nggak pernah nonton Aku nggak tau tsayyy~

Dan cerita berlanjut di Hypermart. Lagi milih-milih camilan apa sama minuman apa, tiba-tiba Siska ketemu sama temennya. Seperti biasa kalau kita ketemu teman disuatu sempat pasti ada saling sapa, salaman, cipika-cipiki. Saat Siska sibuk menyapa temennya, Ais juga ikutan heboh menyapa. Bahkan lebih heboh ketimbang Siska. Aku sama Mira cuma diam karena nggak kenal. 

"Tet, kenal ?" Kami mencoba bertanya untuk memastikan.
"Nggak, Kak. Hehehe" Sahut Ais sambil cengengesan.
"!@#$%^&*" hening sejenak dan gelak tawa pecah seketika.
"Siska juga bingung, Tetty kenal dimana. Heee ternyata" Jelas Siska.

Serius, dengan ekspresi Ais yang heboh gilak itu, Aku nggak nyangka dia ternyata nggak kenal. Dan tawa kami masih berlanjut hingga beberapa saat setelahnya dengan mikir, kok bisa!

Alhamdulillah yang diSKSDin sama tuh bocah nggak langsung bilang "Kamu siapa?". Dan untung tidak ada benda gratis yang bisa dijadikan tumbal untuk membasmi si manusia yang bernama Ais a.k.a Tetty. Dan waktu berlalu hingga terdengar Adzan ashar sudah berkumandang. Siska dan Mira shalat sedangkan Saya dan Ais kebetulan lagi libur, antre dikasir. Niatnya dikasir mau menggunakan kartu Hypermart yang sudah lama dibuat tapi nggak pernah dipake. Sekalinya di pake udah nggak berlaku lagi, duh! malu sama abang-abang kasirnya -_-

Dan setelah selesai antre, kita naik lagi menuju XXI. Dan bagi-bagi sembako yang akan dimasukkan ke dalam tas masing-masing. Lalu meluncurlah dan berlanjut masuk ke studio yang sudah ada Mba-mbanya menanti tiket pengunjung yang akan masuk. Jangan tanya, si Ais sudah berapa kali nonton. Pokoknya Bioskop di Pekanbaru semua udah di datengin dia untuk nonton film ini. Meskipun ntah sudah berapa kali, Doi teteeeupp, mesem-mesem tiap nonton dan apalagi ada adegan yang mancing penonton buat ba-per maksimal. Nggak di pungkiri, saat nonton ntah suara dari mana banyak yang riweuh  dan heboh di sertai tepuk tangan. Nggak berasa nonton bioskop jadinya, wkwkwkww! Dipostingan ini nggak akan bahas soal film, karena akan di bahas terpisah (kalau sempat, kalau lagi mood).

Dan, setelah selesai nonton yang keluar-keluar pipi memerah karena kehaluan juga karena kasmaran lanjutan. Siska dan Mira lanjut shalat Magrib, sedangkan Aku dan Ais melanjutkan kasmaran dan komen filmnya. Selesai shalat, kami menuju Pat Bingsoo yang awalnya singgah di Shihlin dulu. Ohiya, sebelum pembahasan nonton kelar, ada perdebatan mengenai snack ini. Ketika siska ngotot mau beli snack bernama ishin dan Aku bingung sampe ngegoogle, snack macam apa itu. Dan ternyata yang dimaksud adalah Shihlin -_- okelah saja.

Sambil nunggu shihlin, kami take some pic yang akan dipandang-pandangi Siska di Natuna nantinya. Kami tahu, kami akan dirindukan makanya posenya nggak usah bagus-bagus. Nanti Siska suka. Karena Mira sudah mau pulang, jadilah beliau cuma beli Shihlin saja. Dan kami lanjut ke Pat Bingsoo yang ada di lantai 2 SKA. Tepat di samping Shihlin. Dan sebelum masuk, antre dulu. Siska yang niatnya kuat banget karena di Natuna katanya Pat Bingsoo nggak ada, jadilah dia yang antre, mhuahahahah~

Ekspektasi tinggallah ekspektasi. Niatnya mau nyobain jenis Bingsoonya. Eh malah perut keroncongan. Peringatan, jika perut Anda keroncongan maka tidak cocok makan disini. Menurut Aku, Pat Bingsoo cocok banget untuk tempat makan santai gitu.Tapi karena Aku, Siska dan Ais sudah lapar berat dari siang dan mungkin dari pagi nggak makan. Jadilah kesetanan! dan servicenya kemarin lambat -_- karena ramai, atau mungkin cacing di perut yang sudah nggak sabar. Akhirnya kami pesan, Ramyeon, Bibimbap, kentang goreng dan lupa apalagi ya namanya. Itu baru datangnya udah di serbu, nggak bisa lama-lama potonya. Full review nanti dibuat terpisah ya (kalau sempat dan kalau lagi mood). Next bakalan nyobain Bingsoonya, soon!.

Setelah menggila di Pat Bingsoo, lalu keheningan diantara kami bertiga pun dimulai setelah melihat Bill. Ingin rasanya ku teriak "masih lapar". Dan aku berbisik "Kalian kalau lapar jangan makan disini, makan di ayam penyet aja". "Iya ya, Kak" sambung Ais. Kelaparan bingit, parah! Sampai kentang goreng dimakan bareng kuah dari ramyeon~ Tsedap ajalah. "Kaya makan Asam pedas ya, kak!" Cetus Siska. "Hah? Masa?" jawabku sambil mencoba. "Eh iya, ya~" Kalau dipikir-pikir rasanya emang mirip, atau emang dasar lidah kita khusus masakan Indonesia kali ya, jadi makanannya teteupp aja nggak bisa lepas sama masakan Indonesia, wkwkwkw.

Dan cerita dihari itu berakhir bahagia, penuh gelak tawa. Kecuali saat penarikan duit di Atm untuk bayarin lagi duit mereka, karena Aku nggak pegang uang cash jadi tadinya pake duit mereka dulu, dan berharap siap makan mereka lupa tapi itu hanya harapan belaka. Mereka ingat, Huft!

Sampai jumpa Siska~ Senang dan Betah disana, ya. You Will be missed ! Doakan kami murah rezeki biar bisa lebaran kesana, ya. Kalau mau sponsorin tidak mengapa, Mhuehehe. Semoga keluar terakhir bersama Kami menyenangkan eap!